KABAMSU
& PERIODE 2K16-2K18
Prakata
Alhamdulillah
segala puji bagi
Allah SWT yang
telah memberikan begitu banyak
nikmat, nikmat iman,
islam dan ihsannya kepada
kita semua, semoga
kita selalu dapat
memanfaatkan nikmat tersebut dengan
sebaik-baiknya.
Shalawat dan
salam semoga tetap
tercurahkan kepada baginda junjungan
alam yakni nabi
besar Muhammad SAW, dengan
selalu mengikuti sunnah
beliau dan sering
bersyalawat kepadanya, semoga di akhirat
kelak kita bisa
mendapatkan syafa’atnya, Amiin Ya rabbal a’lamin.
Kehadiran buku
ini adalah kilasan
sejarah latar belakang pribadi sendiri, bagaimana munculnya ide, argument dan konstribusi dari
kawan-kawan lainnya yang ingin
mendirikan sebuah organisasi khusus
bagi anak-anak (medan) sumatera utara.
Di
dalam buku ini
sedikit bercerita dari
berbagai banyak agenda
dan kegitan yang
di programkan oleh, Keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara (KABAMSU) dari 2016-2018.
Keberadaan Buku
kedua ini
sifatnya lebih kepada internalisasi organisasi
KABAMSU (keluarga Besar Mahasiswa Sumatera
Utara) saja, karena
memang saya menulis
buku ini sebagai ajang
penambah wawasan bagi anggota yang masuk
KABAMSU dan siapa saja yang ingin mengetahui seluk beluk
KABAMSU lebih
dalam lagi.
Semoga buku
ini dapat memberikan manfaat
kepada para pembaca yang
budiman dan kepada
masyarakat luas pada umumnya.
Terimakasih saya
ucapkan kepada seluruh
kawan- kawan yang telah
ikut berpartisifasi selama
kepemimpinan saya (2016-2018),
Begitu juga kepada kawan-kawan yang di
berikan amanah di
KABAMSU untuk tetap semangat menjalankan
roda organisasi, pantang
mundur, berikan yang
terbaik dan selalu
mengharumkan nama organisasi di manapun berada.
Di
dalam buku ini
saya yakin pasti
masih banyak kekurangan
di sana sininya
dan saya harap
masukan dan kritikan dari
kita semua untuk
kesempurnaan buku ini
di masa yang akan datang.
Bandung, 18
April 2018
Daftar Isi
1. Latar belakang
......................................................................................
1
2. Awal
mengikuti organisasi...................................................................
18
3. Ide
membentuk organisasi...................................................................
25
4. Hari lahir
& nama organisasi ................................................................
42
5. Visi dan misi organisasi ........................................................................
52
6. Tentang logo organisasi .......................................................................
55
7. Perumusan Ad/Art
..............................................................................
65
8. Awal Struktural organisasi....................................................................
75
9. Pelantikan &
musyawarah kerja ...........................................................
81
10. Pembekalan pengurus baru
.................................................................
92
11. Recruitment anggota
...........................................................................
96
12. Pembekalan keluarga Baru ...................................................................
100
13. Juara 2 festival seni Budaya
.................................................................
104
14. Pleno tengah
........................................................................................
112
15. Milad KABAMSU ke 2
........................................................................
115
16. Pleno Akhir
..........................................................................................
122
17. Kesan pesan ..........................................................................................
127
18. Tambahan dan
Lampiran......................................................................
134
19. Struktur
Organisasi....................................................................................................
143
1.
LATAR
BELAKANG
12 April 2015 adalah hari
di mana kami
di tempatkan di markas polisi
kota aden, setelah
hampir 1 bulan
lebih kami terkurung di ribath1 dan ini
adalah upaya yang
ke empat kali untuk mengevakuasi
kami dari suasana
perang yang melanda tanah para wali itu.
Keberadaan kami
di markas ini
dapat di katakan
sebagai tempat yang aman
dari tempat lain
di luar sana,
walaupun sebelumnya untuk sampai
di tempat ini
butuh perjuangan dan pengorbanan mulai
dari pemeriksaan dari tentara sipil setempat, suara
tembakan yang tak
kunjung henti, sampai pada kapal
yang tak kunjung tiba ke pelabuhan.
Di samping itu
di tengah perjalan
menuju tempat ini kami juga tercengang melihat keadaan di sepanjang perjalanan,
sebab dapat di
katakan kami selalu terkurung dan tidak boleh keluar dari tempat persembunyian kami sebelumnya, banyak
rumah yang terkena boom,
tak sedikit mobil-mobil di
tepi jalan itu terbakar dan
tinggal bangkainya, tak jarang
juga mayat berjatuhan begitu saja, kala itu lah saya
melihat bagaimana sesungguhnya
yang dinamakan kota
mati, sebab selama ini kota
aden ini terlihat
ramai siang dan
malam, pasar yang selalu di padati pembeli,
supermarket yang selalu di
padati pengunjung, pantai yang
selalu tempat menikmati upuk senja,
tapi kali ini semua berbalik
total, di depan rumah-
rumah yang biasanya ada anak-anak bermain, kini hanya
1 Tempat tinggal (Terikat)
tinggal
bekas-bekas peluru yang berserakan, pasar yang dulunya ramai
di padati pengunjung,
kini hanya tinggal para burung gagak
yang terbang hilir
mudik sana sini
mencari makan, jalan yang
biasanya di padati
oleh kendaraan, kini jalan itu seolah hanya milik mereka para pemberontak.
Dapat di
katakan ini adalah
usaha yang terakhir
kalinya untuk mengevakuasi kami
ke tempat yang
lebih aman dan mebawa
kami pulang ke
tanah air, setelah
sebelumnya adanya kabar dari
mentri luar negeri
indonesia bahwa akan ada
kapal laut milik indonesia
dari prancis yang
akan singgah di
teluk aden, adanya peasawat
herkules milik tentara nasional
indonesia (TNI) yang
akan menjemput kami,
kembali akan adanya
isue penjemputan kami menggunakan kapal
layar dan ini adalah
upaya yang terkhir
yaitu menempatkan kami di
markas polisi setempat.
Satu hal
perjuangan kami untuk
sampai ke markas
polisi tersebut adalah selalu
adanya pemeriksaan terhadap mobil yang kami
tunggangi itu, dan
itu hampir di
setiap sudut dan perbatasan kota.
Awalnya kami terkejut
ketika mobil berjalan
lancar tiba-tiba ada
suara orang banyak
yang menyuruh kami turun dari
mpbil dan ternyata
itu adalah tentara
setempat bersama warga yang
menjaga pos penjagaan, kemudian mereka
memeriksa kami dan menyuruh kami
keluar dari mobil, saya
yang waktu itu duduk di
belakang dan bersama teman-teman yang
lain sangat merasa ketakutan, takut
terjadi
sesuatu yang tidak
di inginkan dan
yang paling saya takutkan sekali
kala itu adalah
mereka membuka koper milik saya, sebab
di dalam koper
saya tersebut ada beberapa bekas peluru yang
saya masukkan
untuk di bawa
ke tanah air sebagai kenang-kenangan, nah
ketika itu saya
semakin was- was bagaimana
kalau seandainya koper milik
saya itu di
buka mereka dan mendapatkan peluru tersebut,
satu persatu di antara
kami turun dan
di periksa oleh tentara
dan masyarakat setempat itu.
Karena berhubung mobil
yang saya naiki
itu berada di urutan belakang dari 4 buah mobil yang di
gunakan untuk mengangkut seluruh
pelajar
indonesia,malaysia dan
thailand, akhirnya tidak semua
kami di periksa.
Mereka pun menyuruh sopir
kami untuk jalan
saja sebab mobil
di depan kami sudah berjalan dan mulai meninggalkan kami.
Sejauh di
perjalan lagi dan
lagi ada pemeriksaan kembali,
dan kami kembali
di periksa oleh
tentara penjaga pos-pos itu,
di setiap kembali
ada pemeriksaan di
situ detak jantung dan rasa
takut saya naik
kembali, syukurnya alhamdulillah
dari sekian banyak
pos pemeriksaan itu
tidak ada diantara kami
yang tertangkap. Padahal
sebelumnya sudah ada di
dalam benak saya
mungkin nanti saya akan tertangkap karena ketahuan membawa peluru.
Setelah samapi di markas polisi tersebut kami menayakan keberadaan
pos pemeriksaan yang
banyak kami temukan tadi,
ternyata keberadaannya untuk mengantisifasi
datangnya orang-orang pemberontak dan
memeriksa apakah orang itu membawa
senjata dan setiap
orang yang lewat
di jalan raya akan
di periksa. Keberadan
mereka juga untuk melakukan perlawanan
kalau tiba-tiba kaum
pemberontak itu
datang dan menyerang tempat persembunyian mereka,
jadi antara tentara setempat
dan warga sipil
yang ada dan
masih hidup di sekitar
itu mereka bergabung untuk
melawan pemberontak
tersebut, tapi saya dan
kita semua jarang
dapat membedakan mana
yang tentara mana yang
warga sipil dan mana
yang pemberontak hanya
merka yang tahu
mana kawan dan mana
lawan mereka, kami tidak
boleh ikut campur dan memang
tidak ingin ikut campur
permasalah mereka, kami hanya
belajar dan menuntut ilmu.
Setelah kami
sampai di markas
polisi tersebut kami
di suruh istirahat dan
jangan keluar kecuali waktu- waktu tertentu. Menjelang beberapa jam
keberadan kami ada di tempat
ini, tiba-tiba ada
berita bahwa kapal
dari malaysia datang
ke teluk perairan
aden dan hanya menjemput orang- orang malaysia saja
untuk pergi duluan meninggalkan
kami orang-orang indonesia. Di
sini kami orang-orang indonesia merasa iri
dengan berita tersebut.
Kala itu kami
merasa rendah diri
akan keberadaan pemerintah kita
indonesia seolah tidak
terlalu peduli akan keberadaan warga negaranya, namun
setelah mereka menunggu
sudah agak lama
ternyata lagi dan lagi
kapal yang rencananya akan menjemput orang-orang
malaysia tersebut tidak jadi datang, waktu itu saya kurang
tahu apa penyebab
ke tidak datangan
kapal tersebut.
Ke
esokan harinya kami
kembali di suguhi
akan adanya kapal indonesia kembali
yang mendarat di
perairan, dan akhirnya kira-kira
jam 10 siang
setempat kami di
bwa ke pelabuhan teluk
aden dan satu
persatu di naikkan ke dalam kapal laut tersebut.
14 april 2015
adalah perjalan panjang
kami di dalam kapal, dua haru
dua malam kami
di dalam kapal
dan melewati laut merah,
akhirnya tanggal 16
april kami sampai
di djibouti dan menginap
di sana. Setelah
merasa nyaman dan fit kembali kami di
bawa ke qatar
untuk transit dan
sekaligus refreshing
suasana,
dan akhirnya 18
april kami meluncur
ke indonesia, setelah -+
10 jam perjalanan kami
tiba di bandara
soekarno hatta
(jakarta). Setelah sampai di indonesia
kami semua sangat bahagia
dan merasa bersyukur sekali karena
masih
hidup dan selamat dari peperangan yang sedang berkecimpung. Satu persatu di
antara kami mulai
berpisah karena kami berasal
dari berbagai daerah
ada yang ke
NTB (nusa tenggara barat)
ada yang ke
sulawesi ada yang
ke aceh dan lain
lain, saya dan beberapa
orang padang pun
mulai menunggu pesawat tujuan
padang walaupun ternyata pesawat yang akan kami tumpangi
tersebut mengalami dilei (ditunda). Tapi
akhirnya saya sampai
di padang juga
dan ternyata gubernur sumatera
barat waktu itu yaitu bapak
(irwan prayitno) telah menanti kedatangan kami dari jauh- jauh waktu sebelumnya.
Setelah sampai
di rumah saya
langsung di sambut
ibu dengan tangis
dan terharu melihat
anaknya masih selamat,
dan pada esokan
harinya kami langsung
mengadakan acara doa
bersama dan acara
upa-upa2 sebagai rasa syukur atas keselamatanku.
Setelah beberapa
waktu di kampung
tepatnya pada tanggal
15-23 mei 2015
ada pengumuman untuk
ikut seleksi penerimaan mahasiswa
ke timur tengah,
setelah saya kasih
tau sama ibu ternyata
ibu tidak setuju
kalau saya ingin
kuliah ke daerah timur
tengah lagi, ibu
takut terjadi sesuatu
yang tidak di inginkan
kembali di sana,
karena ibu juga tahu betul
kalau daerah timur tengah sekarang tidak ada yang aman.
Tetapi walaupun
begitu saya tetap
ingin mencoba ikut
ujian (tes) tersebut
karena sekarang tujuannya
saya ambil ke maroko, saya
meyakinkan ibu kalau
daerah maroko itu lumayan
aman dari daerah
lainnya yang ada
di timur tengah dan akhirnya ibu mengijinkan saya
untuk ikut tes kembali.
Setelah beberapa hari
saya-pun berangkat ke
padang untuk menjumapai teman
saya ilham taufik
salah satu teman saya
juga waktu di
yaman dan beliau
kebetulan tinggal di kota
padang. Saya dan
ilham hanya berdua
berangkat naik
2 Syukuran
motor dari padang
menuju pekan baru
sebab di kota
padang belum ada tempat
ujian testnya dan
yang paling dekat dari tempat
kami adalah UIN
syarif kasim pekan
baru (riau), di bandingkan di daerah kota lainnya,seperti jakarta,
medan,surabaya dll.
Selama tiga
hari kami di
sana, hari pertama
kami tinggal di rumah abang kandung saya yaitu abang
dedi wandri di
pangkalan kerinci. Selama mengikuti test mulai
dari test wawancara
sampai pada test
baca kitab saya
merasakan bahwa saya akan tidak
akan lolos dan rasa itu ternyata
nyata, ketika hari pengumuman alhamdulillah saya
tidak di terima di
maroko. Sebelumnya juga
saya merasa ibu sendiri masih sangat berat untuk melepasakan saya kembali.
Sejauh itu
harapan untuk kuliah
ke luar negeri
sudah tipis sekali, hingga
pada akhirnya saya
putuskan untuk kuliah di indonesia saja, akhirnya tepat
pada tanggal 23-
24 juni
2015 saya ikut ujuan UMPTKIN. Kota padang adalah saran utama dari keluarga supaya saya bisa sering kerumah kalau lagi libur,dan kebetulan juga teman-teman saya waktu MAN
1
padang kebanyakan kuliah di UIN imam bonjol padang.
Untuk
mengikuti adminitrasi UMPTKIN
kita di tawarkan
dua pilihan univesitas
dan dua jurusan
prodi yang di
inginkan, UIN kota
bandung dengan jurusan
Ahwal Syakhsiayah adalah
pilihan utama saya
dan UIN Padang
adalah pilihan kedua dengan jurusan
manajemen dakwah. Sementara
teman-
teman saya yang ikut
bersama dulu ke
yaman kebanyakan mengambil di
UIN yogyakarta dan
jakarta, kenapa saya
tidak memilih ikut
bersama mereka, salah
satu alasan tersendiri bagi
saya adalah tidak
ingin terpaku dengan
mereka-mereka saja bukan berarti
saya tidak betah berteman dengan
mereka, Cuma saja biar
wawasan dan pola
pikir kita lebih
terbuka ketika kita
bertemu dan menemukan wilayah
yang baru, dan memang
dari kecil juga
sudah terbiasa tersendiri,
satu hal lagi yang
membuat ingin kuliah
di bandung adalah
selain memang di bandung
adalah katanya surganya
universitas dan memang
kampus- kampus di sana
sudah banyak menjebolkan lolosannya yang
berkualitas, walaupun pada
akhirnya hanya di UIN
bandung yang di
terima, tapi bagi
saya itu adalah
hal sangat luar biasa
sekali walaupun tidak
seperti kampus lainnya yang lebih terpopuler seperti ITB, UNPAD,Telkom dll.
Alhamdulillah akhirnya pilihan pertama saya lolos di UIN SGD
bandung dengan jurusan
Ahwal Syakhsiyah di fakultas
syariah dan hukum,
saya memilih jurusan
ini karena memang pilihan
saya sendiri karena
saya sudah banyak
baca- baca juga
mengenai jurusan ini
mulai dari bagaimana
pembelajarannya, seperti apa
proses dan mata
kuliahnya sampai pada potensi peluang
dari juruasan ini.
Tepat pada
tanggal 4 agustus 2015 saya
pergi melangkahkan kaki dan minta restu
dari ibu, kali
saya tidak di antarkan ke
bandara atau bahkan
mau di antarkan
sampai ke
bandung,
tidak seperti saya
mau ke yaman
dulu yang mana orang
tua dan sanak
family ikut
mengantarkan samapai ke bandara.
Karena memang dari
kecil juga kami sekeluarga telah biasa
di lepas sendiri
dan hidup dalam kemandirian, jadi saya juga sudah
tidak canggung dan mersa sedih sekali.
Jakarta adalah
tujuan pesawat
saya, sesampainya di jakarta
saya tidak ada
kenalan ataupun saudara, cuma bermodal nekat,
saya-pun nanya-nanya kepada banyak
orang kalau mau pergi
ke bandung naik
apa dan berapa
ongkosnya ke sana, di
tengah kesibukan saya
bertanya kepada orang- orang
tiba-tiba saya teringat
kalau ternyata di bandung
itu ada teman saya
namanaya halim teman
saya orang padang tetapi orang
tuanya tinggal di
bandung dan dia
pernah bercerita dulu kepada
saya kalau orang
tuanya sudah lama tinggal di bandung.
Ketika itu
juga saya berusaha
mendapatkan nomor hanphone
nya dengan bertanya kepada kawan-kawan saya waktu
di yaman, hingga
akhirnya setelah itu
saya telphone dia, dia pun
dengan segera menunjukkan saya agar naik
mobil primajasa saja dari
bandara soekarno hatta
tujuan bandung dan turunnya nati
di caringin3 katanya lewat komunikasi itu.
Sesampainya di
bandung saya menginap
di rumahnya halim selama kurang lebih 1 minggu dan
selama satu minggu
3 Nama daerah di
bandung
itu
juga saya mengurus
segala hal yang
berkaitan dengan
adminitrasi perkuliahan saya,
hingga pada akhirnya
setelah itu saya putuskan
untuk mencari kos-an
karena saya tidak merasa enak
dengan keluarganya halim
karena sudah lama menginap di
rumah mereka. dan
ketika di sinilah
awal mula saya merasakan cicipan seblak4 yang kata orang
bandung memang terkenal dengan seblaknya.
Selama pencarian
kos-an saya di
tawarkan oleh busral (adek
kelas waktu di
MAN 1 padang)
untuk kos an
di temapat daerah kos-
annya dia, selain
sebagai adek kelas
saya waktu di MAN
1 padang dan
tetangga saya waktu
saya tinggal di salah
satu mushalla di
padang, dan memang
sudah ada niat
kami untuk sama-sama
kuliah di UIN
bandung, namun dia berangkatnya
lebih awal dari
saya, dan saya
pun ngambil kos an di daerah kos- annya busral di daerah jalan manisi.
Kos-an itu tidak terlalu besar hanya berukuran -+ 2x3 M saja dan kamar mandinya pun di luar, dan itupun
sudah lumayan mahal yaitu 500 rb perorang dalam satu bulan,
ada satu hal yang tidak saya sukai di kos an ini yaitu ibu
kos annya
yang selain galak,
orang cina, dia
juga suka merokok dan memang
setiap saya melihatnya gk enak aja gitu.
27-29 Agustus
2015 adalah hari
di mana kalau
di mau masuk perguruan
tinggi itu ada
yang di namakan
OPAK
4 Seblak adalah nama sebuah makanan khas daerah
bandung
(orientasi
pengenalan akademik kampus) gk tau
kalau sekarang
apa namnaya dan
itu sih biasanya tergantung penamaan dari kampusnya.
Dalam
kegiatan hari
OPAK ini di
hari pertama saya tidak terlalu banyak mengikuti program dan kegiatan- kegiatannya, sebab
saya lebih suka
keliling-keliling kampus dulu
melihat dan mebaca
suasana sekaligus mencar-cari
teman baru.
Di
hari kedua saya
mulai banyak dan
mencoba bertanya-tanya bahasa
sunda kepada teman-teman yang saya kenali di
fakultas kami, (syari’ah
dan hukum) sebab
hari kedua ini adalah
khusus pengenalan dengan
fakultas masing- masing setelah
kemarin adalah pengenalan secara keseluruhan UIN bandung.
Hari ketiga
dalam acara orientasi pengenalan akademik kampus
(opak) ini mengenalkan langsung
dengan jurusan kita masing
masing, dalam hari
ke tiga ini pengenalannya lebih di spesifikkan dan
banyak sekali kegiatan-kegiatan yang
di tawarkan oleh
masing-masing jurusan tak kalah
seru dan hebohnya kala
itu adalah UKM
(Unit Kegiatan Mahasiswa)
yang di tawarkan
senior-senior seperti main
bola, basket, volly dan
lain sebagainya, tapi
kala itu dari sekian
banyak ragam yunit kegiatan
yang di tawarkan
hanya satu yang membuat saya
tertarik yaitu memanjat tebing atau kalau di
kampus ini namanya
MAPALA (mahasiswa pecinta
alam) sebenarnya saya
juga tidak terlalu
suka sih hanya saja karena letaknya saja
yang berada persis
di depan aula
anwar musaddad dan karena
posisinya yang tinggi
membuat orang- orang yang
lewat pasti melihat
dan oleh karena
itu kala itu juga
timbul keinginan kita
ingin naik panjat
tebing. Saya pun mencoba mendekat
ke lokasi tempat
panjat tebing tersebut, setiap mahasiswa
yang datang memang
di berikan kesempatan untuk naik
ke atas setelah
kita menulis nama dan bayar 5000 rupiah
ke posko kegiatan
itu, tapi saya sih tidak jadi
naik sebab saya takut
akan ketinggian dan tidak berani manjat tebing itu. Hehe…
1 September 2015
adalah hari pertama
kampus kami masuk kelas,
dan bertepatan pula
hari itu adalah
hari ulang tahunku sementara itu
belum ada teman
saya yang memang dapat di
katakan dekat dengan
saya, dan mengetahui hari ulang
tahunku, hingga pada saat
itu saya tidak
merayakan ulang tahun, walaupun memang sebelum-belumnya
juga saya tidak pernah
melakukan perayaan ulang tahun dan hal itu memang tidak pernah di lakukan di
keluarga kami.
Dan
ternyata hari itu
dosennya tidak masuk
katanya, hingga hari
itu kami yang
di dalam kelas
menyatakan diri untuk pemilihan
ketua kosma. Pada
pemilihan ini sebenarnya
saya ingin ikut mencalonkan diri sebagai ketua kosma tapi
ntah kenapa saya masih takut dan ragu dan tidak percaya diri untuk
maju ke depan.
Ke
esokan harinya kami
masuk kembali ke
dalam kelas ternyata kami
di suruh perkenalan satu
persatu ke depan kelas, di
tengah perkenalan itu
saya tiba-tiba di
kejutkan dengan seorang laki-laki
yang badannya lumayan besar dan gendut namanya katanya
alfin berasal dari
medan, di tengah perbincangan kami
itu juga tiba-tiba ada
suara datang dari belakang dan
bilang kalian dari
medan juga katanya, perkenalkan “nama saya irwan ” ujarnya, alfin dan irwan
ternyata sama-sama dari
medan, tetapi sebelumnya
mereka belum kenal dan berasal dari
sekolah yang berbeda, di
tengah ke asikan kami
ngobrol tersebut tiba-tiba ada
lagi suara dari
belakang “ perkenalkan nama
saya hidayatullah saya dari
aceh” seketika itu juga
kami langsung menjadi teman
yang akrab, tau
sendiri kan gimana akrabnya kalau
orang sama satu
daerah bertemu
diperantauan, sebab juga
kami sama-sama berasal dari sumatera dan
selepas usai perkuliah
tiba-tiba alfin mengajak kami
untuk memperkenalkan temannya
satu lagi namanya azmi
yaitu temannya waktu
mereka di sekolah
dulu dan mereka bareng kuliah
di UIN SGD bandung,
selepas itu kami berempat menjadi
teman dekat dan
juga saya langsung mengajak mereka
untuk datang ke
kosanku setelah kami
pulang dari kampus.
Hari-hari kami lalui di kampus ini dan kami berempat hari-hari banyak saling bersama dan saling banyak bercerita antara satu sama lain. tak kalah penting juga saya
mencari ikut bersama teman-teman yang lain yang berasal
dari jawa
barat khususnya dengan
orang-orang sunda, ketika
bergaul dengan orang-orang sunda
saya sering merasakan
di kata- kata i dengan
bahasa-bahasa yang saya tidak tahu apa artinya.
Sejak
kejadian seperti itu saya pun
lebih aktif bertanya kepada kawan-kawan
yang lain mengenai
bahasa sunda dan tak
kalah penting saya
buat dan punya
kamus bahasa sunda sendiri. Alhamdulillah
seiring berjalannya waktu
kurang lebih
2
bulan saya sudah
bisa bahasa sunda
walaupun belum fasih
dan lancar, tetapi
setidaknya apabila orang-orang
sunda berbicara saya
sudah mengerti dan
bisa membalas lawan bicara tersebut.
Tetapi sejauh
itu pula saya
masih merasa kesulitan dengan
mengucapkan kata per
katanya, karena intonasi yang di
aplikasiak berbeda jauh
dengan bahasa- bahasa
yang saya temukan selama
ini. Sehingga kerap
sekali nada yang
di ucapkan kelihatan kental
dariapada bahasa sunda aslinya
yang notabene lembut dan halus.

Ket : beberapa
lembar kertas kamus bahas sunda yang saya buat
sendiri
17
2.
AWAL
MENGIKUTI ORGANISASI
Dari kecil awalnya dapat di katakan
sangat minim sekali pemahaman
saya tentang organisasi, sebab
di sekolah dulu baik
SMP atau MAN
sendiri saya tidak
pernah ikut aktif di organisasi OSIS
atau organisasi apapun
namanaya itu, di sekolah saya
hanya lebih banyak
aktif di hiburan-
hiburan, berkeluyuran yang tidak
jelas dan main-main
semata, mungkin sama juga
dengan kawan-kawan yang
lain pada umumnya. Di
buktikan dari dulu
setiap orang berbicara
organisasi saya sangat sentimen dan
anti sekali seolah
berprasangka buruk terhadap
mereka yang aktif di
organisasi dan dapat di
katakan saya tidak
ingin ikut organisasi- organisasi apapun kala itu.
Tetapi setelah
saya masuk di
UIN bandung dan
menjadi mahasiswa, semua berubah
total, sebelumnya saya sendiri heran melihat
mahasiswa yang lain
yang aktif di
organisasi kampus seolah organisasi adalah
makanan pokoknya mahasiswa, mahasiswa
tanpa organisasi bisa
mati dan mau tidak mau
kita juga dengan
sendirinya terbawa oleh suasana lingkungan kampus.
Seiring bergulirnya waktu
saya di ajak
oleh kawan- kawan saya untuk ikut
aktif di organisasi-organisasi baik itu organisasi internal maupun organisasi ekternal, termasuk teman saya busral yang
berasal dari kota padang dia mengajak
untuk ikut kumpul-kumpul bersama
orang-orang padang dan
mengikuti organisasi tersebut. Dapat
di katakan inilah
organisasi pertama
yang pernah saya
ikuti, hingga pada akhirnya kala
itu saya ikut
mengadakan malam ke akraban (MAKRAB) sebagai
bentuk pengenalan dan
keikut sertaan kita di
dalam organisasi tersebut,
kebetulan saya pada waktu itu
terpilih sebagai seorang
uda, karena kalau
di orang padang
itu ada pemilihan uda-uni5 sebagai duta minangkabau
untuk organisasi ini. Sehingga
pada akhirnya saya lumayan
betah bersama kawan-kawan yang
baru aktif di
organisasi khusus orang-orang
sumatera barat ini. Keberadaan saya tak sampai di situ
saja saya sudah
di berikan amanah di bidang
PAO (pengembangan aparatur organisasi) walaupun hanya sebatas anggota
tetapi di sinilah
saya mulai membaca
dan sedikit apa itu organisasi, bagaimana adminitrastur sebuah
organisasi, dan bagaimana jalannya sebuah organisasi.
Di
samping saya juga
ikut di organisasi ekternlal
partai, konon katanya memang
di lingkungan UIN
bandung tensi dan proporsi
kukuasaan partai sangat
mendominasi panas di berbagai
aspek lingkungan akademik
kampus mulai dari
akar sampai daun kampus. Tidak sampai di
situ panasnya perebutan kekuasaan di
berbagai aspek mulai
dari organisasi internal maupun
organisasi ekternal
acapkali di campuri dengan cara-cara
yang tidak etis
oleh beberapa partai. Dapat di
katakan dari berbagai
aspek sering
kali terjadi perseteruan
antara
dua partai besar
antara partai kuning,
Pergerakan
5 Abang dan kakak
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) vs partai
hijau, Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) ini, bahkan
cerita dari senior- senior dulu sering
terjadi keributan dan
hal yang anarkis antara
kedua partai untuk
merebut sebuah kekuasaan
kampus. Nah atas dasar itu
saya penasaran dan
apakah benar se-extrime
itu, apakah betul
se-brutal itu dan apakah benar
se-anarkis itu.
Semakin penasaran
akhirnya menjelang semester
dua saya mencoba
ikut daftar di
HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) saya
pilih HMI bukan
karena ingin memilah
atau memeilih antara
kedua partai besar
ini hanya saja
kenapa saya pilih
HMI karena kebetulan
pendiri partai tersebut
adalah lafran pane
dan beliau berasal
dari sumatera utara,
dan jelas saya sendiri
memiliki darah batak,
hingga akhirnya saya mengikuti LK
1 (latihan kepemimpinan) di
HMI. Namun sejauh ini tidak lagi
sepanas dulu, sekarang
dunia perpolitakan kampus sudah sedikit meredam dari tahun-tahun sebelumnya.
Seiring bergulirnya waktu
juga saya mencoba membaca keberadaan partai
besar ini dan
memang sejauh yang
saya alami benar adanya
apa yang di
katakan senior- senior
saya. Menurut saya ada
beberapa hal yang
yang menarik dari
kedua partai ini, walaupun sebenarnya partai lain juga ikut mendominasi, seperti Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesi (KAMMI),
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ikatan
Mahasiswa Muhammadiya (IMM), dan
lain
sebagainya, tetapi tidak seheboh dan sebesar ke dua
partai ini, diantaranya adalah sisi
kewenangan dasar partai atau
organisasi, sebab pada
dasarnya partai atau
organisasi yang sifatnya organisasi
ekternal itu tidak
dapat dan ikut
campur di dalam internal
akademik kampus, karena
pada seyogyanya keberadaan partai/organisasi tersebut
tidak ada legalisasi dari kampus
bahwa organisasi tersebut
dapat dikatakan ikut serta di
dalam roda akademika kampus dan di
bawa-bawa ke dalam akademik kampus,
di sisi lain
adanya sebuah doktrinisasi yang
berlebihan dari masing-masing partai di
buktikan dengan adanya pengaruh
dari senior terhadap
juniornya mulai dari pengenalaan akademik
kampus dan bahkan
sebelum mereka mendaftar di
universitas ini. Salah
satu yang paling
menonjol lainnya adalah saat
pemilihan ketua KOSMA
(komisaris Mahasiwa) di mana setiap mahasiswa
harus memilih calonnya yang berasal
dari satu partai
dengannya, akibatnya sering
kali terjadi pendiskriminasian terhadap
orang-orang yang tidak ikut- ikutan organisasi partai (netral).
Nah
yang saya ceritakan
ini baru di dalam
pemilihan formatur di kelas
yang cakupannya masih
sangat kecil, tetapi sudah di
adopsi harus berdasarkan partai
politik baru bisa untuk ikut
menjadi calon atau
ingin menang di dalam pencalonan kosma tersebut.
Nah begitu juga
kalau kita ingin
mencalonkan diri sebagai
ketua HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang
nota bene setiap
kelas, selain satu jurusan
dengan kita dan juga harus
satu partai dengan
kita, kalau tidak,
maka tertutup kemungkinan
kita akan kalah
di dalam dunia kompitisi politik tersebut.
Begitu juga
dengan kompetisi pemeilihan formatur
lainnya seperti dewan
mahasiswa, senat mahasiswa, bahkan sampai kepada
rektor kampus yaitu
sebagai pemegang tertinggi di
dalam kampus ini,
acapkali di campuri
oleh partai politik, itulah
sebabnya saya berani
mengatakan di awal
tadi kalau di lingkungan UIN
bandung khususnya dunia perpolitikannya sangat-sangat panas,
deserta masih banyak lagi hal-hal yang menurut saya tidak seharusnya seperti itu.
Hingga pada
akhirnya saya tidak
terlalu bertahan lama ikut
campur di dalam
dunia perpolitikan kampus,
kemudian saya mencoba ikut
di organisasi lain
dan mencari yang
lebih netral dari organisasi-organisasi lainnya
dan memang kalau kita berbicara mahasiswa harus
lebih banyak mengikuti
kegiatan organisasi-organisasi kampus
dan memang kalau menjadi seorang mahasiswa kata senior-senior juga
“antara badan dan organ
tubuh yang tidak bisa
di pisahkan ” , seperti itulah perbandingan antara
mahasiswa dan organisasi, maka akhirnya saya
ikut di sebuah organisasi yang
aktif di bidang
keislaman dan dakwah kampus
yaitu LDM (lembaga
dakwah mahasiswa). Setelah saya
masuk di organisasi ini
ternyata tidak membuat saya nyaman
juga dan saya
putuskan untuk tidak terlalu aktif.
Dari berbagai cerita baik itu dari
masyarakat luas dan mahasiswa lainnya
yang ada di
wilayah kota bandung
dan sekitarnya memang mereka
sendiri mengatakan kalau
dunia perpolitikan di lingkungan UIN
SGD Bandung itu sangat panas, berbeda
dengan kampus-kampus lainnya seperti ITB, UNPAD, TELKOM dll.
Hal
ini di buktikan
dari pernyatan langsung
mereka sendiri ketika
sebagian mahasiswa yang
berasal dari UIN
SGD Bandung melakukan observasi ke
berbagai kampus lain di
wilayah kota bandung dan sekitarnya.
Situasi demikian
itu menurut saya
adalah hal yang wajar-wajar saja
dan sangat lumrah
di dunia perakademisin. Tinggal bagaimana kitanya
menaggapi dan memberdayakan fasilitas
yang ada itu
untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita sebanyak-banyaknya.
Bukan
justru sebaliknya, kita
saling bermusushan dan saling benci
antara satu organisasi dengan
organisasi yang lain, tetapi
justru perbedaan tersebut kita
jadikan ajang penambah wawasan di
antara masing-masing kita.
3.
IDE MEMBENTUK ORGANISASI
Di
awal tahun 2016
saya pindah kosan
dari kos sebelumnya kedaerah
kos-an teman saya
si joni, joni
adalah teman si irwan
(irwan sendiri merupakan
teman satu kelas saya) dan
dia sejak awal
kenal dan sama
satu sekolah sebelumnya sama joni,
joni tinggal bersama
abang akmal yaitu orang
yang mengurus mereka
dulu mau masuk
ke UIN bandung, dan di
daerah kos-an ini
kebetulan masih ada kamar kosong,
hingga akhirnya saya
dan irwan satu
kos-an. Di daerah kos-an ini ternyata
ada beberapa anak-anak
medan (sumatera utara) juga
selain joni dan
irwan, tetapi mereka adalah
cewek di antaranya
adalah Aprida mayasari
nasution, Maisaroh ritonga,
Ana siregar, dan Sahroini aznian
ritonga.
Sejauh itu
persahabatan kami semakin
akrab, sejauh itu pula aku
mulai banyak mengetahui tentang daerah dan mereka sendiri.
seiring bergulirnya waktu
tiba pada suatu
hari saya di ajak
untuk ikut kumpul
di salah satu
organisasi daerah sumatera, namanya GAMAS (gabungan Mahasiswa Sumatera) awalnya
saya belum tahu
banyak tentang keberadaan organisasi
ini, terpenting waktu
itu saya ikuti
dan selain itu juga
kawan-kawan di sekitar
kos-an saya mereka juga ikut jadi saya-pun ikut juga.
Sembari daripada
itu kami mulai
di ceritakan akan keberadaan organisasi ini,
karena dapat di
katakan organisai ini
masih baru sekali,
kami termasuk orang-
orang yang pertama di rekrut
oleh mereka. Kami
mulai di perkenalkan
akan sebab musabbab
kenapa GAMAS ini
bisa terbentuk. Ketika
itu ketua umunya
adalah umar tanjung
sekaligus sebagai penggagas
dan pembentuk organisasi ini,
di samping itu beberapa temannya
yang lain termasuk
abang akmal yang satu kos-an sama si joni.
Dari cerita abang
umar, awal terbentuknya organisasi ini adalah
ketika itu abang
umar, abang akmal,
abang fajri, dan dua
orang temannya, ikut
di sebuah organisasi daerah
Sumatera namanaya IKAMATRA (ikatan mahasiswa
sumatera) waktu awal-awal
mereka masuk ke UIN bandung. Ketika melaksanakan MAKRAB (malam keakraban)
pengenalan organisasi tersebut
mereka merasa tidak
di perlakukan dengan selayaknya sebagai
orang-orang satu daerah sumatera, mereka
di ospek seolah-olah
mereka orang jauh dan
di berlakukan dengan kekerasan.
Karena menurut abang umar
selaku mahasiswa yang berasal dari satu daerah sejatinyalah kita
di berlakukan seperti
keluarga sendiri, tetapi ini malah
tidak justru sebaliknya. Dari
cerita abang umar tersebut ketika malam harinya
mereka melarikan diri
dari kegiatan pengenalan masuk
organisasi daerah sumatera tersebut, abang
umar adalah salah
satunya sebagai pelopor dan
mengajak kawan-kawannya yang
lain termasuk abang akmal, abang fajri dan dua orang
teman mereka lainnya.
Dari kejadin tersebut, tidak
berselang lama akhirnya
mereka ingin membentuk organisasi daerah tersendiri dan
lahirlah
namnaya GAMAS (Gabungan
Mahasiswa Sumatera) dan Dari
awal kekecewaan tersebutlah abang
umar juga mengajak
kawan-kawan yang lain
untuk masuk organisasi
tersebut termasuk kami.
Itulah sedikit banyaknya
yang di ceritakan abang
kepada kami umar
awal mula terbentuknya organisasi ini.
Setelah organisasi ini
ada, Sejauh itu
kami mengikuti berbagai
kegiatan di oraganisasi, mulai
dari kumpulan, agenda
pengajian dan lain-lain, tetapi
sejauh itu pula
sering sekali
orang-orangnya tidak datang setiap kali di
adakan perkumpulan, dan bahkan
kami pun termasuk
saya sendiri sudah jarang
ikut kumpulan karena
orangnya sedikit yang datang.
Seiring bergulirnya waktu
juga kami sudah menanyakan sebab dan
alasan yang menjadikan organisasi
ini menjadi vakum, padahal
baru berdiri,
usut demi usut akhirnya kami dapat jawabnnya
ternyata ketua umumnya sendiri (abang umar) banyak
mengikuti
kegiatan-kegiatan di luar dan
selalu sibuk, hingga menjadikan organisasi ini tidak berjalan lancar.
Dari
kevakuman ini yang
hampir 2 bulan
lebih, saya, joni, irwan
dan beberapa perempuan
yang saya bilang
di awal tadi memang
sudah sering ngumpul-ngumpul bareng juga tetapi tidak
formal, walaupun hanya
sekedar makan- makan bareng di
kos-an, karena kos-an
kami saling berdekatan
antara satu sama lain, pergi ke kampus bareng dan berbagai
kegiatan lainnya.
Namun demikian abang umar tetap berkeinginan untuk tetap menjalankan
organisasi dan beliau menekankan
betul kepada abang
akmal selaku sekretaris organisasi untuk mengajak kawan-kawan yang
lain untuk tetap menjalankan roda organisasi.
Dari
kejadian tersebut di
sini mulai ada
ide dan gagasan dari saya dan kawan-kawan anggota lainnya untuk membentuk sebuah organisasi daerah khusus
medan (sumatera Utara). Kehadiran
organisasi yang ingin kami bentuk ini
sebenarnya kami tidak ada
niat untuk menimbulkan
perseteruan dengan organisasi GAMAS
yang telah di bentuk
oleh abang-abang kami
sebelumnya, kami hanya ingin
membentuk organisasi daerah
khusus sumatera utara, apabila
mereka anggota pada
umunya atau abang- abang yang
lain tetap ingin
menghidupkan organisasi tersebut
silahkan saja dan
sah-sah saja, istilahnya organisasi tersebut tetap
jalan dan organisasi
yang rencana kami buat juga tetap hidup.
Dari berbagai fenomena yang sedang terjadi,
ada beberapa hal yang
menjadi pertimbangan bagi
kami untuk membentuk organisasi yang
baru khusus (sumatera utara) di antaranya adalah :
1.
Kehadiran organisasi GAMAS (gabungan mahasiswa sumatera)
yang baru berdiri
menurut kami adalah sebuah pemborosan karena
sudah ada juga organisasi daerah yang
mengatas namakan sumatera yaitu
IKAMATRA (ikatan mahasiswa sumatera)
yang nota bene memang
sudah berdiri sejak lama,
jadi kenapa harus dua organisasi dengan cakupan yang
sama..?
Untuk pertanyaan
nomor satu ini
sebenarnya sudah dapat
jawaban langsung dari
abang akmal sendiri, beliau mengatakan kenapa mereka
tidak dari awal membentuk organisasi atas nama daerah sumatera utara, di
sebabkan di antara
mereka yang lima
orang sebagai pencetus
dan penggagas organisasi GAMAS tersebut ada
sebagian di antara mereka berasal
dari Palembang, dan aceh
dan daerah lain sumatera, sementara yang berasal
asli dari daerah medan (sumatera utara)
hanya abang akmal dan abang umar,
sementara yang lainnya
berasal dari daerah
sumatera yang lain. atas
dasar inilah mereka tidak
mengatas namakan organisasi
tersebut khusus orang-orang
medan (sumatera utara).
Pertimbangan lainnya adalah selain penolakan
sendiri dari orang-orang yang
tidak berasal dari medan
(sumatera utara) juga
adanya sebuah ke ibaan seolah
(diskriminasi) kepada mereka yang tidak berasal dari medan ( sumatera utara).
2.
Kenapa tidak di
bicarakan secara musyawarah dan mufakat atas
ketidak sesuaian atas
sistem dan cara yang
di lakukan organisasi sebelumnya dalam hal prosesi
penerimaan mahasiswa baru
yang berasal dari sumatera…?
Untuk
menjawab pertanyaan ini
rasanya lebih kepada rasa ego
yang sudah berlebihan sehingga
tidak butuh lagi sebuah
forum terbuka karena sudah merasa kecewa.
3.
Adanya keinginan untuk membentuk organisasi baru
khusus (medan) sumatera utara melihat dari sumber daya manusianya yang lumayan signifikan dan
mendominasi pada umumnya supaya tujuan
dan wilayah cakupannya
lebih jelas, seperti
dari segi bahasa,
supaya ada sebuah
keserasian dan kesamaan bahasa
satu daerah, dari
segi budaya juga
supaya ada sebuah wadah yang
jelas karena selama ini kami
melihat acapkali terjadi ketimpangan mengenai budaya,
seperti apabila ada
sebuah pertunjukan budaya di
salah satu ivent (pertunjukan) budaya daerah mana yang menjadi daerah budaya yang
harus di tampilakan
oleh organisasi tersebut.
4.
Kemudian dari segi
kompetensi kewenangan
pengajuan adminitrasi yang
berhubungan dengan pemerintahan daerah, kalau seandainya berbicara
organisasi daerah yang
cakupannya se-pulau sumatera,
apabila ingin mengajukan sebuah proposal atau apapun itu
sifatnya tentang adminitrasi kedaerahan,
ke daerah mana yang menjadi
prioritas pengajuan adminitrasi tersebut.
Contoh : organisasi tersebut ingin mengajukan proposal pengadaan sekretariat, mereka datang
ke kantor daerah pemerintahan palembang,
pemerintah daerah tersebut tidak tertutup kemungkinan akan mengatakan ini bukan
daerah kompetensi
absolute kami, ini adalah kewenangan
relatif, coba saja
dulu ke pemerintah daerah lainnya yang ada di pulau
sumatera, kemudian mereka pergi ke kantor
pemerintahan daerah lainnya yang
ada di sumatera,
contohnya ke pemerintahan daerah aceh,
maka pemerintahan
aceh juga akan
menjawab kompetensi ini bukan kewenangan kami,
coba saja ke pemerintah
daerah yang lain, dan
seperti inilah seterusnya, akan
ada terus perseteruan saling
tuding- menudinng antara
satu pemerintahan dengan pemerintahan
lainnya karena semunya merasa
bukan kewenangan absolute mereka. Hingga pada
akhirnya sia-sia. Nah atas
dasar itu lah
kami ingin membuat organisasi khusus
orang- orang medan (sumatera utara) pada
umumnya agar prioritas dan teritorial
kewenangannya
juga agar lebih mengkerucut dan terpokus ke suatu daerah.
5.
Dari berbagai informasi dan cerita dari senior dan juga dosen-dosen yang ada di ruang lingkup di UIN bandung yang berasal dari sumatera utara, mereka
mengatakan memang dari dulu belum ada sebuah
organisasi daerah khusus sumatera
utara, walaupun pernah ada tetapi
hilang-hilang timbul dan tidak
ada lagi, istilahnya hanya
hangat-hangat taik ayam.Atas
beberapa pertimbangan-pertimbangan di
ataslah adanya timbul ide
dan wawasan untuk membentuk organisasi baru khusus
anak-anak medan (sumatera utara) pada umumnya.
Beberapa point
di atas adalah
berdasarkan pertimbangan
dan menurut kaca
mata pembesar kami
waktu itu. Walaupun mungkin organisasi yang
bersangkutan memiliki alasan tersendiri.
Sejauh itu
adapun beberapa diantara
kami sebagai pencetus
dan penggagas ingin
membuat organisasi khusus
sumatera utara (medan)
antara lain Saya
sendiri, irwan, joni termasuk beberapa
kawan perempuan lainnya
yaitu Aprida mayasari nasution,
Maisaroh Ritonga, Ana
siregar dan Sahroini aznian
ritonga juga teman
satu jurusan dengan
saya yaitu muhammad alfin,
faisal azmi yang
sama-sama berasal dari medan
juga dan satu
orang anak aceh namanya
hidayatullah,
yang ikut terseret
bersama kami, karena
dia satu jurusan denganku
dan satu kelas,
jadi kami sering
ngajak dia untuk ikut bersama
kami karna kala
itu organisasi khusus orang
aceh belum ada.
Sebelum kami mendeklarasikan diri untuk membuat organisasi daerah khusus medan
(sumatera utara). Terlebih dahulu kami
membicarakannya kepada abang
akmal selaku senior sama
daerah medan. Tetapi sebelumnya juga
saya sudah di kenalkan
oleh beliau kepada
salah satu senior
orang medan juga yaitu
abang muslim siregar,
dan abang yang
satu ini masih sangat
netral dan ketika saya
tawarkan akan wacana kami
ingin membentuk organisasi
daerah khusus medan, beliau sangat
merespon baik akan wacana
kami, begitu juga abang
akmal sebelumnya beliau
sangat setuju dengan
wacana kami untuk membuat organisasi khusus anak-anak medan
(sumatera utara)
Sehingga pada akhirnya suatu malam
saya mengumpulkan beberapa orang
di antara abang-abang yang ada di
GAMAS (gabungan mahasiswa sumatera) itu, termasuk abang
umar dan beberapa pimpinan organisasi tersebut, di
malam itu kami
mau mendeklarasikan serta minta izin
kepada mereka untuk
membentuk organisasi baru khusus buat anak-anak medan (sumatera
utara) pada umunya.
Malam itu
merupakan malam yang
sangat bersejarah bagi kami,
bagaimana nasib keberadaan mahasiswa yang berasal dari
daerah sumatera utara kedepannya “apakah senoir-senior kami
ini mau menerima ide dan wacana kami atau justru
menolak keinginan kami”.
Awal pembukaan diskusi
waktu itu langsung
oleh saya sendiri
karena kawan-kawan yang
lainnya juga lebih
menyerahkan kepada saya untuk memimpin jalanya musyawarah tersebut.
Dari wacana
yang saya tawarkan di
malam itu serta beberapa alasan
yang kami rasa
alasan tersebut sangat
logis (masuk akal) sekali
meliahat keberadaan ketidak
jelasan organisasi daerah yang
kami sendiri dapat
di katakan masih ada namun statusnya tidak jelas.
Dari statement yang
saya anulirkan kepada
forum di malam itu selain
dari lima point
besar di atas,
saya juga banyak hal
menanyakan status dan
fungsi organisasi terebut,
mulai dari kedudukan
hukumya, siapa pembinanya, mana benderanya dan lain sebagainya.
Satu
persatu pertanyaan dan
pernyataan yang saya lontarkan sebagian langsung di
jawab spontan oleh abang umar dan
beberapa rekannya. Di
sisi lain juga
kawan- kawan saya yang lain
seperti alfin misalnya
sering juga mengeluarkan pendapat dan
kritikan kepada senior-senior yang hadir di
malam itu, sesekali beliau juga
mengungkapkan ekpresi kekecewaannya melalui gerak
geriknya dan terkadang dia meninggikan suaranya di
forum itu.
Dari awal
sebenarnya suasana dapat
di katakan biasa- biasa
saja dan masih
normal standar, tetapi
seiring bergulirnya adu lempar
pertanyaan dan pernyataan juga jawaban, suasana kala itu agak mulai
sedikit memanas, di tambah setelah saya
mengeluarkan statement seperti ini “kalian tidak bertanggung jawab terhadap
organisasi ini, kalian
itu seperti seorang
ayah yang melahirkan anak
tetapi tidak tanggung
jawab akan keberadaan itu”
walaupun sebenarnya kata-
kata tersebut tidaklah terlalu
di pertimbangkan oleh
mereka, namun gaya bahasa dan
intonasi yang saya
lontarkan dengan ekspresi marah
yang berlebihan.
Saya
dan alfin dapat
di katakan orang
yang paling banyak
ngomong di malam itu, walaupun ada juga pernyataan dari
beberapa kawan yang
lain seperti irwan.
di tengah suasana tegang
tersebut atas berbagai
jawaban yang di berikan oleh
abang umar dan
rekan-rekannya yang lain
seringkali jawaban tersebut
tidak membuat kami puas dan percaya akan jawaban yang di lontarkan.
Di
sisi lain kami
juga mencoba untuk
tetap bertahan akan
statement yang kami
lontarkan, karena memang
dari awal sebelum forum
di buka juga
kami sudah sefakat
untuk
menyatakan diri membentuk organisasi daerah atas apapun kesepakatannya
malam itu.
Siring bergulirnya
adu lomba pertanyaan
dan jawaban yang
di lomaparkan tiba
tiba saudara joni mengemukan pendapat yang menyatakan
kalau semua abang
-abang yang
hadir di
malam itu adalah
pembohong, karena semua
jawaban yang di lontarkan
semunya tidak sesuai dengan apa
yang sedang organisasi alami
sekarang ini dan
juga statement yang di
jawab juga tidak
sesuai dengan apa
yang terdapat di
dalam AD/ART organisasi tersebut,
“kebetulan juga dia membawa
berkas poto kopi AD/ART organisasi tersebut di malam itu”..
Di
tengah suasana yang
memanas tersebut di
tambah lagi adanya sikap
joni di mana
beliau mengeluarkan pernyataannya yang
kritikis bernada tinggi, sambil melempar
dan memukul-mukulkan kertas
AD/ART yang di pegangnya tersebut.
Menanggapi sikap dari
saudara joni tersebut,
Suasana pun semakin menjadi-jadi,
langsung di respon
oleh abang umar dengan
nada marah-marah, begitu
juga abang akmal yang sebelumnya kami telah sepakat dan
beliau setuju untuk membentuk organisasi baru khusus anak-anak
medan (sumatera utara) pada
umunya, tiba-tiba beliau marah dan langsung berbolak arah
tidak sepakat, sembari dia
juga menyatakan
pernyataannya dengan
mengungkapkan kalau
AD/ARDT itu tidak boleh di perlakukan seperti itu karena itu merupakan kitab sucinya organisasi tersebut.
Dari
kejadian yang tegang
tersebut hampir terjadi
sebuah perseteruan dan
hampir ada sebuah
perkelahian. Di tengah suasana
itu saya coba
untuk menenangkan suasana dengan menegembalikan kesepakatan
tergantung bagaimana baiknya bagi
kita semua. Karena
memang tujuan kami
dari awal juga baik
selain sebagai sarana
ajang silaturrahmi antar
mahasiswa/i juga sebagi wadah pemersatu mahasiswa/i yang berasal
dari medan (sumatera
utara) agar status dan fungsinya lebih jelas.
Di tengah keberadaan seperti itu
abang umar pun
menyatakan kalau keputusannya tergantung kepada kalian saja
ucapnya kalau kalian
ingin membentuk organisasi
yang baru ya sudah
silahkan saja, tetapi
kalau terjadi sesuatu
nanti saya dan rekan-rekan
yang lain tidak
tanggung jawab “ pungkasnya”
Dari jawaban
tersebut saya merasa
sudah ada sebuah persetujuan walaupun kelihatannya masih
ada sedikit rasa kecewa karena pelemparan kertas tadi.
Sebelum forum
tersebut bubar kami
sempat salam- salaman
antara satu sama
lain dan saling
maaf memaafkan. Tetapi
setelah semua gubar
dari forum saudara joni di
ajak sendirian pergi bersama
abang-abang yang lain
ke kafe bako
yang ada di jalan
Manisi bawah. Saya
tidak tahu alasan
apa yang yang membuat
joni di panggil
sendirian tetapi saya yakin
pasti karena sikapnya
yang tadi terlalu
mungkin berlebihan dan mereka masih mengintrogasi saudara joni.
Tetapi keesokan
harinya setelah saya
tanyakan langsung kepada saudara
joni tidak ada
terjadi apa-apa malam
itu, lagi- lagi mereka
cuma kecewa akan
sikapnya yang berlebihan itu saja.
Jauh daripada itu
semua yang kami
lakukan adalah demi nama
baik untuk kita,
demi kebaikan kita
semua, dan demi mengisi kekosongan yang sedang vakum
atas ketidakjelasan itu. Tidak
ada hasrat atau
niat buruk dari kita,
lebih daripada itu
semua karena memang
sudah wajar dan berdasarkan pertimbangan
lainnya juga atas
salah satu bentuk kepedulian saya dan
kawan-kawan yang lain
terhadap mahasiswa yang lainnya sebagai implementasi
aplikasi agent of change layaknya seorang yang menjunjung nilai-nilai tri darma perguruan tingggi, pendidikan, penelitian dan
pengabdian.
Indikasinya adalah bagaimana menyatukan aspirasi kawan-kawan mahasiswa
yang bila di
lihat secara kaca mata besar bahwasanya orang-orang sumut
dan anak medan khususnya terkenal akan persatuannya yang kuat dan kokoh.
Asumsi ini sudah ada di setiap
menset dan pemikiran
masyarakat umum indonesia bahkan
dunia bahwasanya anak-
anak medan sangat
memiliki prinsip hidup
yang sangat kuat sekali, seperti
kata pepatah anak-anak medan
(sumut) “ biar kambing
di kampug sendiri
tetapi banteng di perantauan ” . Dari adagium
di atas sebenarnya kita
telah dapat menafsirkan akan kuatnya
tekad hidup seorang
anak perantauan yang
berasal dari sumatera
utara. Bagaimana tidak
orang lain bolehlah kiranya
mengatakan bahwasanya
anak medan itu biasa-biasa saja
kehidupannya kalau di kampung halamannya, tetapi
jangan tanya bagaimana
aplikasi kehidupannya kalau dia sudah sampai di rantau orang.
Nah
dari adagium ini
juga sebenarya juga
sudah bisa di tangkap bagaimana kuatnya
rasa kekekuargaan itu
apabila bertemu di ranah
perantauan. Bahkan dia
lebih rela patah tulang demi
kawan daripada patah
hati karena seorang perempuan.
Itulah yang
menjadikan saya pribadi
memiliki tekad yang kuat
dan rasa optimisme
yang keras. Karena
saya sendiri tahu
betul bagaimana situasi
dan kondisi bagaimana
keadaan dan prinsip hidup
orang-orang medan dan sumatera utara pada
umumnya. Karena ibu
saya sendiri orang
batak dari tapanuli bermarga siregar, selain
itu juga masyarakat
di kampung saya juga
mayoritas adalah orang batak dan sangat
kental akan
|
budaya dan
|
adat istiadat
|
yang masih
|
|
sangat
kental.
Indikasi
|
lain adalah
|
bagaimana pola
|
aplikasi yang
|
di
|
terapkan oleh ibu kepada saya sendiri akan kuatnya pola pendidikan yang disiplin dan keras.
Dan saya tahu betul akan keberadaan
itu, jadi atas
dasar berbagai pertimbangan itulah
saya tahu betul
semua bagaimana literatur
jalannya keberadaan semua indikasi itu.
Di
sisi lain ibu
juga sering bercerita
kepada saya akan literatur perjalanan
mereka dulu merantau
dari padang bolak (sumatera utara)
bersama kakek dan
nenek. Hingga pada
akhirnya mereka sampai
di Pasaman dan
membentuk kampung yang di
ber nama kampung
joring. Dan ibu
juga sering kombur6 mengenai asal
muasal marga, bagaimana asal
usul raja-raja batak
juga bagaimana adat
dan budaya halak hita7.
Setidaknya atas
beberapa pengetahuan saya tersebut yang menjadikan
saya sendiri bisa
dan biasa bergaul
serta tahu banyak kalau berbicara sumatera uatara.
6 Bercerita
7 Orang
kita
4.
HARI LAHIR & NAMA ORGANISASI
Tepat pada
tanggal 9 Maret
2016 adalah hari
di mana kala itu kami
mulai merumuskan akan
wacana dan keinginan kami membentuk
segala formatur organisasi
dan tanggal tersebut
sebagai hari bersejarah lahirnya
KABAMSU. Dan saya sendiri waktu
itu melihat betul
tanggal berapa hari itu, kemudian saya
menuliskannya di dinding
gudang kamar kosan kami.
Sejauh itu
saya dan teman-teman yang
saya sebutkan sebeklumny sudah
sering gumpul-ngimpul bareng walaupun acapkali hanya sekedar
makan-makan, ngopi dan sharing
antara
satu sama lain.
tetapi sejauh itu
pula keberadaan kami
tersebut masih bersifat
informal seperti bagaimana sejatinya ketika berbicara
mengenai organisaisi
Hingga pada
tanggal 13 Maret
2016 kami mencoba
melakukan rapat perdana,
adapun yang hadir
di malam itu antara
lain saya sendiri,
Joni Iskandar, Muhammad
Alfin, Irwan Sahputra,
Faisal Azmi, Hidayatullah, Aprida
Maya Sari Nasution, Kesuma
Dana Novia Siregar,
Maisaroh Ritonga, dan Sahroini
aznian Ritonga yaitu
membahas tentang penamaan organisasi, dari
beberapa opsi yang
di ajukan di dalam rapat itu
antara lain :
PMSU :
persatuan mahasiswa sumatera utara PAMSU :
persatuan mahasiswa sumatera utara
KBMSU : keluarga
besar mahasiswa sumatera
utara IKAMSU: Ikatan keluarga
mahasiswa sumatera utara IKBAMSU: Ikatan keluarga besar mahasiswa sumatera utara PEKAMSU: persatuan keluarga mahasiswa sumatera utara
KAMSU : keluarga mahasiswa
sumatera utara
PABASU : persatuan keluarga besar sumatera utara PERSU : persaudaraan
sumatera utara WAMASU : wadah mahasiswa sumatera utara FORMASU : forum
mahasiswa sumatera utara PERMASU : persatuan mahasiswa sumatera utara
KABAMSU :
keluarga besar mahasiswa sumatera utara
Dari
pengusungan nama-nama yang
di ajukan masing
masing kami yang mengusungkan nama-nama di
atas terlebih dahulu harus
memberikan statemant yang
logis atas dasar apa
ia mengusungkan nama
tersebut, mulai dari
penempatan katanya, obyek
sasaran kata tersebut, hingga pada penempatan
kata yang mudah
di hafal dan di ingat oleh orang kalau di ucapkan.
Pokonya malam itu kami harus serba
teliti betul dalam menempatkan
kata, harus logis
ketika menganalisis kata-
kata, serta harus sesuai
atas argument yang
di ajukan. Contoh
pemakaian kata
antara Ikatan dan
keluarga, kalau di
ambil kata ikatan ada
sebuah penempatan kata
yang kurang etis rasanya kalau
kita mengatas namakan
organisasi ini atas
dasar ikatan, karena kalau
kita kaji kata
ini secara universal
makna kata ini lebih
mendasar pada subjek
yang ada di
dalamnya ketika orang pertama sekali
mendengar kata di
ikat, sebelum masuk ke
organisasi tersebut orang
akan merasa terbebani
karena harus di
ikat-ikat dan seolah-olah subjek
yang ada di dalamnya
di ikat dan
tidak boleh lepas
atas apapun yang terjadi. padahal
pada dasarnya manusia
itu kan adalah makhluk yang
bebas, setiap orang
memiliki hak asasi manusia yang terlepas
dari berbagai macam
bentuk ikatan, mulai
dari bertindak, memilih, mengemukaakn pendapat dan sebagainya. “Ini adalah salah satu bentuk
argumentasi yang di ajukan
pada malam itu” di
bandingkan dengan kata Keluarga yang dari
segi makna dasarnya
saja yaitu bagaimana kita merasakan di
dalam organisasi ini sebagai dan serasa keluarga di
rumah sendiri, walaupun
pada dasarnya kita
semua belum kenal antara satu
sama lain. Juga
otomatis secara kewenangannya pun
akan jauh berbeda kalau
di dalam keluarga
sifatnya lebih bebas daripada ikatan. Walaupun kebebasan tersebut
tetap di batasi bukan
berarti bebas dalam arti
suka-suka orang tersebut
kalau masuk organisasi ini, tentu
tidak, tetapi ada juga
aturan main dan
landasan hukum yang di
tetapkan oleh para pemimpin (kepala rumah tangga)
baik
iya yang ada
di dalam AD/ART
ataupun aturan harian
yang harus di
taati oleh setiap
orang yang ada
di organisasi mulai dari
anggota muda dan anggota biasa serta menjunjung tinggi nilai-nilai pancasila, kemahasiswaan dan
kekeluargaan seperti yang tertuang di dalam BAB III pasal 4 AD (anggaran dasar)
KABAMSU 2016-2018.
Contoh lain
adalah penempatan antara
kata Forum dengan
kata persatuan. Dari
hasil diskusi malam
itu antara penempatan kata
forum dengan kata
persatuan berbeda, kalau dalam
kata forum dari
pengertian dasarnya
sendiri adalah wadah
atau tempat pertemuan
sebuah komunitas yang memiliki
persamaan minat dan
tujuan untuk bertukar pikiran suatu topik atau masalah
secara bebas yang berkaitan dengan
forum tersebut. Selain tujuan
bahasannya sebatas tukar pikiran atau
diskusi, padahal yang kita
inginkan adalah lebih daripada itu.
Seperti contoh: apabila ada
agenda-agenda tertentu
sementara itu kalau
di dalam organisasi kita
juga harus banyak melakukan kegiatan selain
dari agenda-agenda yang telah
di tetapkan seperti penggalanagn dana
korban banjir, erupsi gunung
dan hal lain
yang mungkin terjadi lainnya. begitu
juga dengan kata
persatuan, memang dilihat dalam penempatan kata ini
terdapat berbagai argumentasi yang signifikan
berbeda-beda antara satu
sama lain, Seperti contohnya saya
sendiri lebih mengedepankan kata
persatuan ini dengan rasionalisasi dalam upaya pengokohan dan
pemersatu
antara masing-masing mahasiswa
yang berasal dari
daerah yang berbeda-beda (sumatera utara)
tetapi mereka bersatu di daerah perantauan.
Ada
tiga pilihan yang
menjadi prioritas bagi
kami yang hadir di
malam itu antara
lain PAMSU (persatuan
Mahasiswa sumatera utara) yaitu
di pilih oleh
4 orang, sedangkan FORMASU (forum
mahasiswa sumatera utara)
di pilih oleh satu orang,
dan KABAMSU (keluarga
besar mahasiswa sumatera
utara) di pilih
6 orang. Jadi
berdasarkan berbagai pertimbangan
dan hasil musyawarah
mufakat pada malam
itu maka organisasi ini
bernama KABAMSU (keluarga besar
mahasiswa sumatera utara).
Dewasa itu kita juga mempertimbangkan mengenai nama
organisasi ini supaya
tidak sama penempatan
namaya dengan organissi daerah
yang berasal dari sumatera
utara yang ada di kampus dan daerah lain.
Ada
beberapa pertimbangan atas
terpilihnya nama KABAMSU bagi organisasi ini dari sisi Kata Keluarga : seperti
keinginan kita semua organisasi ini adalah organisasi yang
mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan dalam
berbagai hal aspek
apapun. Kemudian Kata Besar : dalam
hal ini pengambilan katanya sama
seperti harapan kita
buat organisasi ini,
kita sama-sama berharap
semoga organisasi ini
seiring berjalannya waktu
akan menjadi sebuah organisasi
yang besar dan di kenal oleh khalayak umum. Kemudian Kata Mahasiswa : pengambilan kata
ini jelas mengarah kepada sasaran subyeknya
yaitu para mahasiswa/i yang
berasal dari sumatera utara
yang sedang kuliah
di UIN SGD
bandung atau di dari
berbagai daerah kampus
lain yang ada di daerah Bandung. Kemudian
pengambilan kata Sumatera Utara : spesifikasinya lebih jelas
berbicara dan terarah
kepada wilayah daerah teritorial yang
mencerminkan nama daerah yang menjadi
pembeda dengan nama-nama organisasi daerah yang lain yang ada di
indonesia ataupun dunia.
Kemudian daripada itu,
bagi saya pribadi tidaklah terlalu mempertimbangkan masalah nama organisasi ini, karena menurut
hemat saya terpenting adalah
keberadaan kita akan organisasi ini, sejauh mana keseriusan kita mengikuti sebuah
organisasi ini, karena
apapun namanya sebuah organisasi
kalau kita tidak
mau memperjuangkannya nama itu
pun hanya sebuah
nama saja. Seperti
kata pepatah: “apalah artinya
sebuah nama”, tetapi kalau orang-orangnya benar-benar serius
memperjuangkan organisasi tersebut
maka secara otomatis nama itu sendiri yang akan naik dan di kenal orang
banyak.
Walaupun pada
sisi lain hal
itu sangat di
perlukan juga akan keberadaannya. Tetapi
ada indikasi lain
bagi kami waktu itu untuk
tidak menyamakan nama
organisasi ini dengan organisasi
lain. jadi aplikasinya lebih
kepada penekanan bebas
dari
indikasi dan pengaruh
dari luar dan
tidak terikat oleh organisai lain
(netral). Sama halnya
juga seperti yang
tertera di dalam
Anggaran Dasar (AD)
seperti yang tercantum
dalam BAB VI pasal
8, yang bebunyi
bahwa organisasi ini
bersifat independent tanpa dan
tidak berpihak kepada
pihak manapun baik dari
dalam kampus ataupun
dari luar kampus baik dari internal ataupun ekternal.
Semua keputusan
yang di ambil di
setiap mengadakan rapat pasti
sudah berdasarkan dan
pertimbangan matang dan berdasarkan musyawarah mufakat serta
memepertimbangkan akan manfaat dan mudharatnya baikuntuk organisasi sendiri ataupun buat subyek organisasi
tersebut. Walaupun tidak tertutup kemungkinan juga
yang namanya pasti memiliki kekurangan dan
pola wawasan yang terbatas dan
keadaan sesuatu yang memungkinkan dapat di
adopsi sesuatu yang baru ataupun di akomodir atas
dasar berbagai pertimbangan.

Ket : Lampiran kertas asli rapat/musyawarah perdana
50

Ket :Kertas Asli
Berita Acara Tentang Nama Organisasi
51
5.
VISI DAN MISI ORGANISASI
52
Dapat di namakan organisasi selain
memenuhi berbagai unsur, kali ini kita berbicara hal yang lebih penting yaitu
visi dan misi yang ingin di capai sebuah organisasi. Karena kalau tidak ada
visi dan misi yang jelas maka sejatinya organisasi tersebut perlu di
pertanyakan, Karena tidak jelas apa yang ingin menjadi tujuan dan apa yang di
upayakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Sejauh itu kami merumuskan berbagai
penempatan kata yang tepat akan visi dan misi organisasi ini. Begitu juga
dengan saya sendiri, karena berbicara visi dan misi organissasi ini adalah
visinya tentu kala itu bagi kami adalah mengumpulkan mahasiswa/I yang berasal
dari medan dan sumatera utara utara pada umumnya yang sedang kuliah di UIN SGD
Bandung pada khususnya dan Bandung raya.
Kemudian apa usaha yang ingin kita
lakukan untuk mencapai visi tersebut ? tentu dengan memberitahukan secara jelas
kepada mereka akan keberadaan organisasi kita, lalu mengajak mereka untuk
mengikuti berbagai kegiatan yang di adakan organisasi, serta meyakinkan kepada
mereka keberadaan organisasi kita
ini adalah selain
sebagai wadah penjalin
silaturrahmi antar mahasiswa, karena pada sejatinya manusia tidak lepas dari
manusia yang lainnya dan terpenting daripada itu adalah kehadiran organisasi
adalah sebagai wahana proses pembelajaran sebelum mengabdi di tengah- tengah masyarakat.

Ket : Kertas
Asli Visi dan Misi KABAMSU
54
6.
TENTANG LOGO ORGANISASI
Sebuah organisasi sejatinya selain
memiki nama yang jelas seperti telah di tetapkan oleh subyek yang ada di
dalamnya, juga harus memiliki logo/lambang yang jelas selain sebagai bentuk
organisasi juga sebagai ajang pengenalan di kala orang lain mendengar dan
menjawab sebuah pertanyaan ataupun pernyataan.
Sebuah desain logo merupakan
perwakilan sebuah organisasi. Desain logo organisasi adalah pembeda visual
suatu organisasi dengan organisasi lain. Didalam desain logo yang bagus, akan
terlihat filosofi dan misi dari organisasi tersebut. Dan itulah yang kami
kedepankan.
Hal yang sangat penting untuk
memiliki desain logo yang tepat untuk branding dan tujuan komunikasi yang
bertindak sebagai identitas dari organisasi.
Di sisi lain logo adalah sesautu yang
sangat krusial sekali di dalam sebuah organisasi kenapa tidak selain sebagai
bentuk keutuhan sebuah organisasi tersebut, juga sebagai kelengkapan kebutuhan
untuk organisasi, seperti dalam hal pembuatan bendera tentu di dalamnya di
butuhkan logo/lambang tersebut, seperti pembuatan surat-menyurat tentu di butuhkan stempel yang melambangkan
kalau surat tersebut adalah legal dari organisasi, serta contoh lainnya.
Nah atas dasar itu tepat pada tanggal
09 April 2016 kami melakukan rapat kedua kalinya dalam agenda pembahasan
lambang/logo KABAMSU (keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara). Rapat yang di
mulai dari setelah sholat isya tersebut tentu banyak ragam usulan dan instrupsi
dari kawan- kawan yang lain, karena selain kami harus membuat logo tersebut bagus,
elok, dan cantik, kami juga harus melihat bagaimana
kelihatannya agar lebih simple, praktis
dan elegan artinya
biar mudah di kenal orang.
Namun ada yang yang paling urgent dari itu semua adalah tentu logo yang ingin kami jadikan tentu harus
ada berhubungan dengan daerah mulai dari bentuk logo, isi logo, dan warna logo tersebut
karena organisasi ini adalah
organisasi daerah.
Tak kalah penting daripada itu adalah
maksud dan tujuannya apa, arti kata nilai yang terkandung di dalamnya bagaimana
dan estetika dari usulan yang di ajukan tersebut seperti apa. Di samping itu
kami juga harus memepertimbangkan
warna sebagai bentuk yang melambangkan kedaerahan sumatera utara. Itulah
sebabnya kami harus teliti betul dan memepertimbngkan betul
atas usulan yang kami ajukan.
Karena akan menjadi pedoman bagi organisasi untuk kedepannya.
Dari berbagai bentuk ususlan logo
yang di ajukan, pertimbangan yang pertama sekali kami lakukan adalah dari segi bentuknya, ada beberapa contoh
masukan dari kawan-kawan dalam hal bentuk logo antara lain : bulat dan perisai
masing-masing punya rasionalisasi :
bulat, selain bentuknya yang sudah universal pada lambang-lambang atau
logo pada umumnya seperti di kantor swasta ataupun di kantor pemerintahan,
sifatnya juga lebih fleksibel di bandingkan dengan
bentuk- bentuk lainnya, di sisi lain juga sebagai bentuk kebulatan tekat di
dalam persatuan dan kesatuan organisasi ini.
Usulan yang kedua yaitu bentuk
perisai : bentuk perisai yang merupakan usulan saya sendiri adalah melambangkan
sebagai bentuk kekokohan, kekuatan dan keutuhan organisasi dari berbagai aspek,
baik di sisi
internal organissai dan lebih-lebih dari segi
ekternalisasi organisasi, artinya dari segi apapun dia tetap kokoh dan kuat,
dari keadaan bagaimanapun dia tetap teguh dan utuh.
Dari dua bentuk usulan yang di ajukan
kami melakukan banyak pertimbangan salah satunya adalah membandingkan antara
bentuk bulat dengan perisai, di satu sisi memang benar dengan argument yang di
ajukan oleh kawan-kawan yang lain, tetapi kalau kita lihat dari segi bentuknya
sendiri sudah sangat familiyar sekali, bagaimana kalau kita jadikan dengan
bentuk perisai saja supaya berbeda dengan logo/lambang
organisasi yang lain, tentu di dalam sebuah rapat atau musyawarah yang namanya
manusia mempunyai pemahaman dan pola pikir yang berbeda- beda antara satu sama lain.
Di
sinilah kita saling
belajar antara satu
sama lain bagaimana memahami pendapat orang lain,
bagaimana cara menerima pendapat orang lain terpenting dari itu adalah
bagaimana kita dapat menerima kekalahan atas kemenangan pendapat orang lain.
dan memang di dalam organisasilah kita bisa mendapatkan belajar seperti ini,
walaupun di luar kita bisa dapatkan tetapi tentu kulitas orang yang
berorganisasi dengan orang yang tidak berorganisai tentu berbeda, baik dari
cara berbicaranya, pemikirannya dan lain-lain, hingga pada akhirnya berdasarkan musyawarah mufakat pada malam itu maka
di tetapkanlah perisai sebagai bentuk logo organisasi KABAMSU (keluarga Besar
mahasiswa Sumatera Utara)
Kedua adalah isi di dalam logo/lambang tersebut
apa ? apa yang ingin kita
jadikan sebagai isi di dalam bentuk perisai tersebut? Tentu dalam
pembahasan yang kedua ini halnya harus berhubungan
dengan kedaerahan sumatera utara (medan) karena memang ini adalah organisasi
daerah dan memang di sinilah di tampakkan pembeda yang signifikan antara
logo-logo organisai yang lain.
Berbagai macam usulan mulai di
utarakan salah satunya adalah memasukkan
gambar danau toba di dalam perisai dan menjadi bentuk utama di dalam perisai
tersebut, dengan rasionalisasi bahwa
danau toba adalah sebagai salah satu icont pariwisata yang paling terkenal di sumatera utara dan indonesia pada umumnya.
Di sisi lain
adanya usulan memasukkan gordang sembilan di tengah
- tengah bentuk perisai tersebut, dengan rasionalisasi
gordang sembilan adalah salah satu alat musik tradisional sumatera utara dan
keberadaannya pun sudah familiyar di tengah-tengah masyarakat.
Usulan lainnya adalah memasukkan peta
sumut di tengah-tengah bentuk perisai tersebut, dengan rasionalisasi bahwa
orang-orang tau subyek yang ada di dalam organisasi ini adalah berdasarkan satu
wilayah yang sama atau peta yang sama dan tentu gambar peta akan lebih
mencerminkan kedaerah suatu wilayah tersebut.
Tak sampai di situ saya sendiri lebih memilih
memasukkan bukit barisan di
tengah-tengah bentuk perisai tersebut, dengan rasionalisasi bahwa bukit barisan
juga tak kalah familiyar di mata
masyarakat bawah terlebih di kalangan atas.
Dari berbagai masukan yang di ajukan
tentu seperti yang saya katakan
pertama tadi bahwa di dalam sebuah musyawarah pasti ada perbedaan pendapat di
sana dan di sini, tetapi lebih daripada itu bagaimana kita mengambil jalan
tengahnya, bagaimana kita menempatkannya dengan tidak ada yang merasa tersakiti
atas keputusan yang kita ambil, karena tujuannya juga adalah demi kebaikan kita
bersama, bukan untuk kebutuhan perorangan.
Hingga akhirnya di putusakanlah bahwa
untuk mengisi kekosongan di dalam perisai tersebut maka atas dasar musyawarah
dan mufakat pada malam itu maka di
tetapkanlah bukit barisan sebagai bentuk yang melambangkan chiri khas sumatera utara.
Ketiga adalah apa yang menjadi
ciri khas atas orang-orang yang berada di dalam organisasi tersebut..? tentu
yang menjadi sasaran utamanya adalah mahasiswa, dan memang prioritas kita dari
awal adalah supaya lebih terpokus agar kedepannya juga lebih mudah di akomodir
maka di tetapkanlah mahasiswa sebagai sasaran utama orang-orang yang ada di
dalam organisasi ini, namun tidak tertutup kemungkinan juga dari luar mahasiswa
dapat bergabung di organisaasi ini. Apabila ada pertanyaan bagaimana kalau
mahasiswa dari luar UIN SGD Bnadung ? jawabannya adalah semua mahasiswa boleh
masuk di organisasi ini baik ia dari kampus ITB, Unpad, Telkom dll terpenting
daripada itu adalah orang tersebut memiliki darah dan keturunan sumatera utara
dan ada ciri khas lain kalau memang
dia tersebut adalah putra daerah sumatera utara.
Nah selanjutnya adalah apa yang akan
di jadikan ikon atau ciri khas yang melambangkan seorang mahasiswa tersebut?
wacana dan usulan- pun kembali bertaburan ada yang menawarkan pensil, ada yang
menawarkan Al- Qur’ an, ada yang menawarkan buku dan lain-lain. maka atas
berbagai pertimbangan dan musyawarah mufakat maka di tetapkanlah gambar buku di
bawah gambar bukit barisan tersebut sebagai bentuk yang melambangkan mahasiswa.
Keempat penempatan tulisan
di dalam
logo tersebut ?
dalam hal penempatan tulisan di
dalam logo di sepakati malam itu paling atas adalah tulisan keluarga Besar
Mahasiswa sumatera Utara (KABAMSU) dan tulisan paling bawah adalah Universitas
Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung sebagai yang melambangkan wilayah
teritorial kompetensi organisasi ini.
Kelima adalah penempatan
komposisi warna dan keserasian antara
satu sama lain ? dalam hal penempatan warna atas dasar berbagai pertimbangan
dan musyawarah mufakat maka kami di tuntut untuk menentukan warna pilihan untuk
di masukkan di dalam logo/lambang tersebut dengan berbagai pertimbangan dan
rasionalisai juga. Hingga pada akhirnya
yang menjadi warna utama lambang/logo ini adalah :
Warna merah : yaitu warna dasar
bentuk perisai yang melambangkan akan keberanian melambangan akan semangat dan
tindakan. melambangkan kesan energi, kekuatan, hasrat, erotisme, keberanian, pencapaian tujuan, darah, resiko,
ketenaran, cinta, perjuangan, perhatian, kecepatan, dll.
Juga warna merah pada setiap tulisan
di dalam logo/lambang tersebut “ Keluarga
Besar Mahasiswa Sumatera Utara) KABAMSU
dan pada tulisan Universitas
Islam Negeri
Sunan Gunung Bjati Bandung “
Warna hitam : pada bagian dasar pada
setiap tulisan, sisi perisai dan pada gambar bukit barisan, hitam adalah warna
yang melambangkan keanggunan, kemakmuran, percaya diri, kuat, maskulin,
dramatis, misterius dan ketegasan.
Warna putih : Warna putih dikategorikan sebagai warna netral.
Putih melambangkan kemurnian, kesucian, kedamaian dan
kepolosan. Warna putih mampu
menunjukkan rasa permohonan maaf, spiritualitas, kesederhanaan, kesempurnaan
dan keamanan. Warna putih juga memberikan aura kebebasan serta keterbukaan. Penempatan warna putih adalah
mencerminkan akan keberadan orang-orang medan yang selama ini di kenal orang
penuh dengan kebrutalan, kekerasan dan dan ektrime padahal pada dasarnya
orang-orang medan (sumatera utara) pada umumnya orangnya adalah baik-baik,
elok, hatinya lembut, seperti di buktikan tertera pada warna dasar di dalam
keseluruhan lambang/logo dan juga warna putih pada bendera KABAMSU (keluarga
Besar Mahasiswa Sumatera Utara).
Keenam penambahan hal lain
yang di kira di anggap penting untuk di masukkan ? dalam musywarah mufakat
malam hari tersebut di sepakati bentuk tangan di tambah di letakkan di bawah
buku, yang melambang letak keberadaan mahasiswa selalu berjuang demi buku,
berjuang demi mencari ilmu, berjuang dalam hal menjaga segala yang berhubungan
dengan organisasi dan sekaligus sebagai bentuk yang melambangkan watak orang-
orang medan (sumatera utara) yang suka bekerja keras. Juga sebagi bentuk
mengisi
ke kekosongan pada waktu itu karena masih ada ruang dan perlu di masukkan di
dalam ruang kosong di dalam bentuk perisai tersebut.
Dewasa itu walaupun logo/lambang
sudah selelsai di bentuk, tetapi tidak serta merta juga kebutuhan tersebut
secara spontan terelabirasi. Ada satu hal lagi yang membuat kami harus menunggu
waktu sampai saat yang belum di tentukan. Karena walaupun secara real
logo/lambang sudah ada tetapi kali ini kami kesulitan
mencetaknya di dunia maya. Karena bukti nyata yang baru kami buat itu baru
sekedar design dalam bentuk tulis
tangan dan itupun gambar tulis tangannya tidak terlalu bagus, karena sedikit
di antara kami yang bisa untuk menggambar.
Hinnga pada akhirnya ada teman satu
kelas dengan saya, dia mau membantu kami dalam hal mendesign
logo/lambang ini di corel draw. Tidak sampai di situ setelah di design di corel draw itu jadi baru
kami membuat bendera. Setelah itu juga kami membuat stempel untuk memenuh segala
yang di butuhkan
di dalam organisasi.
Tetapi sejauh itu pula tentu tidak secepat yang di
gambarkan, terdapat beberapa kendala di sana sini, selain kesulitan dalam hal
medesign kami juga di halangi akan keungan yang sangat minim sekali, sehingga
tak jarang harus memakai uang saya pribadi dulu atau uang pribadi dari
kawan-kawan yang lain sebelum di ganti.

Ket : Berita
Acara Pembentukan Logo KABAMSU
64
7.
PERUMUSAN AD/ART
Dalam
pembahasan Anggaran Dasar (Ad) dan Anggaran
Rumah Tangga (Art) ini tentu bukan perkara hal yang mudah setelah
berbagai kebutuhan organisasi di penuhi, mengingat ini adalah hal yang sangat
sakral sekali karena kali ini kita akan berbicara tentang aturan main
organisasi/konstitusi organisasi. Dalam hal perumusan Ad/Art ini kami lakukan di tengah-tengah dalam
proses merangkul kawan-kawan yang
lain untuk ikut bersama kami.
Nah ketika itu untuk perumusannya
sendiri kami harus lebih berhati- hati lagi dalam hal penempatan kata dan ektra
kerja keras dalam hal merumuskan Ad/Art ini. Selain kata dasarnya yang jelas
juga makna dan sasarannya juga harus
lebih jelas, karena
apabila salah sedikit
maka akan merugikan kita
sendiri yang ada di dalam organisasi tersebut.
Perlu di ketahui juga untuk perumusan
Ad/Art ini cukup banyak memakan waktu bagi kami waktu itu, karena selain memang
belum ada contoh dan gambarannya secara umum jadi kami harus memulainya dari
nol. Hanya berdasarkan logika berfikir dan tak kalah penting adalah berdasarkan
pengalaman masing-masing di antara kami mengikuti organisasi lain baik di dalam
kampus ataupun di luar kampus. Kemudian kami menyesuaikannya dengan keberadaan
apa yang di butuhkan oleh organisasi.
Atas berbagai pertimbangan dan
berdasarkan musyawarah mufakat, maka di tetapkanlah rumusan
Ad/Art KABAMSU (keluarga
Besar Mahasiswa Sumatera Utara)
kala itu sebagai
berikut :
66

67

68

69

70

71

72

73

74
8.
AWAL STRUKTURAL ORGANISASI
Setelah sebelumnya kebutuhan
organisasi terpenuhi, komposisi kali ini kita akan membahas format struktural
organisasi, sebab sama-sama kita ketahui yang di namakan organisasi itu sendiri
adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam
suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Nah tentu untuk
mencapai tujuan yang telah di tetapkan di awal maka perlu sebuah sistem
formatur kerjasama antara satu subyek dengan subyek yang lain dalam hal ini sebagai motor utama yang kita anggap
mampu membawa, mengarahkan, mengendaliakan obyek yang ada agar tujuan tersebut
bisa tercapai.
Tentu untuk menentukan orang yang
kita anggap mampu dan bisa memimpin
kita juga tidak
sembarangan dan segampang
membalikkan telapak tangan, kita harus cari dulu orang yang kira-kira
mapan dari segala bidang karena selain dia nantinya sebagai pemegang kendali
organisasi juga akan menjadi panutan bagi yang lain, nah atas dasar musyawarah mufakat pada awalnya belum ada sebuah indikasi
tersendiri dalam hal perumusan pengangkatan struktur ketua umum dan jajarannya.
Awalnya penentuan format struktural
sifatnya masih menggunakan sistem siapa yang mau di angkat jadi ketua, belum
secara pemilihan ketua pada organisasi-organisasi pada umumnya, sehingga
berdasarkan sitem aklamasi atau sistem tunjuk berdasarkan musyawarah mufakat
maka saya sendiri di tunjuk oleh kawan-kawan yang lain sebagai ketua umum.
Dalam hal pengangkatan ini tentu
berdasakan berbagai pertimbangan juga, salah satunya karena sumber daya
manusianya sendiri yang sangat
masih
sedikit sekali. Namun dalam hal dengan penempatan posisi jabatan
76
sekretaris umum dan bendahara umum yaitu di pilih oleh ketua
umum, yaitu saya sendiri.
Sejauh itu setelah formatur ex
officio terpenuhi tentu kami juga butuh
menentukan orang-orang di departemen bidang lain. sebagai penunjang dan
memenuhi kekosongan formatur organisasi, karena pada hakikatnya keterkaitan
antara satu bidang
dengan bidang yang
lain itu sangat di tentukan. Nah
dalam hal ini kami harus menentukan kira- kira bidang apa saja yang di butuhkan
di dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan di awal.
Maka daripada itu berdasarkan
musyawah mufakat maka di tetapkanlah struktur organisasi Keluarga Besar
mahasiswa Sumatera Utara (KABAMSU) periode dengan batas waktu yang belum di
tentukan. Kenapa kita menggunakan sampai batas waktu yang tidak di tentukan,
karena kita sejauh itu belum ada pelantikan dan sebuah pengukuhan. Kapan
pelantikannya ? “nanti ada BAB Khusus tentang pelantikannya”.
Karena pada dasarnya begini fokus
tujuan utama kami waktu itu adalah bagaimana caranya mengajak orang-orang yang
berasal dari sumatera utara terutama yang berdomisi di daerah sekitar UIN SGD
bandung agar dapat kita rekrut dan di ajak kumpul bersama. Itulah yang menjadi
tugas utama kami waktu itu, jadi tidak terlalu
mempertimbangkan keberadaan jabatan yang di pegang. Karena pada dasarnya semua kita adalah sebagai
pemimpin dan tiap- tiap kita akan di minta pertanggung jawabannya atas apa yang kita pimpin.

Ket : Lampiran
formatur kepengurusan perdana
78
Seiring bergulirnya waktu, kami
mencoba menceritakan keberadan
kami kepada orang-orang. Pertama-tama tentu kami menceritakan kepada
teman-teman dekat kami senidiri termasuk kepada kawan-kawan kelas juga. Di sisi
lain kami tetap
mengkhabarkan kepada anak-anak
medan dan sumatera utara pada umunya
yang kami kenal tetapi ia tidak
mengikuti organisasi juga kepada kawan- kawan lain yang ikut di organisasi
daerah yang cakupannya se sumatera. Kalau saya bayangkan kala itu keberadaan
kami persis bagaimana perjuangan rasulallah Muhammad SAW pas pertama kali
menyebarkan islam secara sembunyi-sembunyi yaitu dari orang orang terdekat
beliau termasuk keluarga beliau sendiri. dan sama juga yang kami tempuh dalam
hal ini kami hanya menyampaikan kepada mereka masalah mau tidak mau mereka
bergabung itu adalah hak prerogatif mereka, terpenting daripada itu telah kami sampaikan.
Dewasa itu berlahan satu persatu ada
yang mau ikut gabung, dan tidak sedikit yang menolak ikut bergabung salah satu
pertimbangannya adalah karena keberadaan kami yang sangat masih baru sekali. Di
lain sisi juga kami juga mulai melebarkan sayap kami mulai masuk
di fakultas perfakultas dengan metode mencari nama-nama mahasiswa yang
berinisial berdasarkan marganya. Itulah saya rasa salah satu kelebihan
orang-orang yang memiliki marga yaitu bisa menguntungkan untuk lebih mudah di
data. Di lain sisi marga adalah hal yang sangat krusial sekali bagi orang
batak, selain sebagai alat pengenal baginya terlebih daripada itu adalah
keberadaannya akan selalu ada dan di perhitungkan kemanpun dia pergi.
Di dalam proses perjuangan tentu
tidak mungkin berjalan mulus terus seperti apa yang di bayangkan, seringkali
terjadi hambatan di berbagai aspek,
selain terkadang di sibukkan dengan tugas kuliah yang
menumpuk, juga di hambat dengan berbagai bentuk kegiatan organisasi lain yang
di ikuti oleh kawan-kawan yang lain termasuk saya sendiri. tetapi keadaan itu
tidak membuat semangat kami surut. Karena bagi saya apabila sudah di ambil
suatu kesepakatan pantang mundur sebelum pertarungan selesai dan saya rasa
itulah yang di terapkan oleh anak-anak perantauan pada umumnya.
Sejauh itu waktu berjalan hampir
setengah tahun, namun sejauh itu pula keberadan kami kala itu hanya sekitar 20 orang an. Jumlah kami
yang sangat minim ini tidak membuat kami lelah, sembari saya juga harus bisa meyakinkan kawan-kawan yang
lain dengan selalu memberikan motifasi dan dukungan kepada setiap kawan-kawan
yang baru ikut bergabung dengan kami.
Setiap hari sabtu kami selalu ngumpul
di depan rektorat UIN SGD Bandung bersama kawan-kawan KABAMSU (keluarga Besar
Mahasiswa Sumatera Utara) yang lain, walaupun terkadang hanya di hadiri oleh 3
sampai
5 orang saja. Tetapi hal ini kami adakan rutin dan bahkan
walau hanya untuk
ngopi
bareng dan saling bertukar pikiran.
Keadaan seperti ini dapat di katakan
lumayan berjalan lama, hingga pada akhirnya awal tahun 2017 setelah melihat
keadaan yang sudah memungkinkan untuk mengadakan sebuah pelantikan bagi
kawan-kawan pengurus. Salah satu tujuannya selain sebagai aspek legalisasi organisasi juga agar ada sebuah pengukuhan
akurat demi bekerja untuk lebih penuh tanggung jawab lagi kedepannya.
9.
PELANTIKAN & MUSYAWARAH KERJA
Dalam hal penentuan pelantikan
awalnya kami sendiri harus mencari seorang pembina. Karena memang sejauh itu
kita belum memiliki pembina. Dalam proses pencarian pembina ini kami melakukan
kunjungan ke berbagai fakultas yang ada di sekitar UIN SGD Bandung tentang keberadaan dosen yang berasal dari sumatera utara.
Sebelumnya memang ada sebagian dosen
yang berasal dari sumatera utara juga, kami ketahui dari inisial namanya yang
memiliki marga, tetapi sejauh itu dosen tersebut tidak mau menjadi seorang
pembina kami, sehingga kami harus mencari
dosen yang lain/orang
lain untuk menjadi pembina kami.
Hingga pada akhirnya akibat kegigihan dan kerja keras dari kawan- kawan
yang lain kami menemukan dosen yang bersedia menjadi pembina kami yaitu Bapak Dr.H.Reza Pahlevi Dalimunthe, LC,M,Ag.
Setelah di konfirmasi dan Bapak itu mau menjadi pembina kami maka agenda
selanjutnya adalah membentuk
panitia perdana dalam
hal pelantikan sekaligus
musyawarah kerja selama periode 2017-2018.
Sejauh itu perlu apa yang di inginkan
sebenarnya tidak bejalan semulus dan segampang yang di bayangkan. Kerap terjadi
sebuah indikasi yang membuat problem yang menjadikan masing-masing di antara
satu sama lain. baik yang sifatnya masalah antara satu anggota dengan anggota
yang lain antara problem sifat pribadi dan masalah dari luar uyang kemudian di
bawa- bawa ke dalam organisasi.
Sejauh itu juga sempat terjadi sebuah
ketimpangan akan tugas dan fungsinya dari masing-masing bidang organisasi. Seperti
sebelumnya ketua bidang olahraga yang di hendel oleh saudara faisal azmi namun
terjadi sebuah indikasi yang berbeda akan penempatan tugas dan fungsinya dengan
bidang yang lain. tetapi sejauh itu juga masalah berlalu dengan sendirinya dan dapat di selelsaikan, dan bagi saya sendiri perkara yang demikian adalah hal yang
wajar dan lazim saja kita dan bagi yang di alami oleh sebuah organisasi.
Tepat pada tanggal 19 Maret 2017 adalah hari pelantikan kami yang
terkumpul di organisasi ini kurang lebih sekitar 25 orang, di hari pelantikan
kami itu sangat di dukung penuh oleh Bapak reza di buktikan dari argumennya
waktu penyampaian kata sambutan di depan para anngota KABAMSU dan para tamu undangan
dari organisasi daerah yang
lain yang ada di wilayah
UIN SGD Bandung.
Hari itu agenda musyawarah kerja
(musker) menjadi hal yang sangat urgent (penting)bagi
kami semua, karena selain sebagai aplikasi untuk memenuhi adminitrasi
organisasi juga sebagai bentuk legalisasi untuk menjamin keseimbangan jalan
organisasi.
Di kala itu ada beberapa yang menjadi
pembahasan dalam musyawarah kerja tersebut, yaitu masing-masing bidang yang ada
mulai dari bidang PAO (pengembangan Aparatur Organisasi), PI (pengembangan
Intelektual), Pers (Humas), Kewirausahaan, Seni daerah (Sendrah) dan bidang
Olahraga. Masing-masing harus memaparkan apa yang akan menjadi progaram kerja
mereka satu tahun kedepan setelah sebelumnya di sampaikan oleh masing-
masing
bidang ex officio (Ketua umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum).
Di dalam literatur prosesi pemaparan
apa yang ingin menjadi program kerja (proker) tentu tidak serta merta dapat di
konsumsi oleh para hadirin dan anggota yang ada di forum itu. Beberapa tawaran
yang di ajukan terkadang
mendapat kritikan dan saran yang
sifatnya membangun dan menjatuhkan. Dan itu adalah hal yang wajar saja dalam
perbedaan pendapat terpenting bagaimana kita menanggapi perbedaan tersebut.
Selain melihat situasi dan kondisi
juga memperhatikan akan manfaat dan mudharatnya ke depan untuk membangun
organisasi ini seperti yang kita harapkan bersama. Kala itu tak jarang
masing-masing asumsi yang di tawarkan secara universal adalah bersifat subyektif
sehingga banyak sekali perubahan dari apa yang telah di rumuskan sebelumnya.
Program kerja ini adalah suatu hal
yang paling urgent sekali di dalam sebuah
organisas, karena sejatinya sebuah organisasi akan berjalan karena ada program
kerja yang ingin di laksanakan dan
di capai dalam satu tahun
periode, jadi perlu banyak pertimbangan serta masukan dan kritikan yang
seharusnya mana yang kira-kira dapat di aplikasikan dan mana yang di anggap
tidak mungkin dapat di realisasaikan.
Pada waktu itu yang paling
saya
tekankan adalah bukan sekedar
program sekedar program kerja yang di
tulis di atas kertas , tetapi bagaimana kawan-kawan dapat merealisasaikan
program kerja tersebut, biarlah program kerja tersebut sedikit tetapi dapat di
laksanakan dengan tuntas.
Adapun beberapa lampiran-lampiran
berita acara pelantikan dan program kerja
dari masing-masing bidang
adalah antara lain :
![]() |
Ket : Berita
acara pelantikan pengurus 2017-2918

Ket : SK
penetapan pengurus periode 2017-2018
86

Ket : program
kerja sekretaris umum periode 2017-2018
87

Ket : program
kerja PAO ( pengembangan aparatur organisasi)
88

Ket : program
kerja bidang olahraga
89

Ket : program
kerja bidang pers (humas
90

Ket : photo bersama pelantikan dan
musyawarah kerja 19 maret 2017 di
gedung lecture
hall (LH)
![]() |
Ket : penyerahan cendramata kepada pembina
KABAMSU 2017- 2018
10.
PEMBEKALAN
PENGURUS BARU
Setelah pelantikan dan musyawarah
kerja pada tanggal 19 Maret 2017, kemudian ada beberapa agenda yang langsung
kami selenggarakan dan ini merupakan program kerja dari bidang pengembangan
aparatur organisasi (PAO).
Dalam hal ini kami melakukan
pembekalan pengurus baru (PPB) di salah satu villa di manglayang tepatnya di
villa merah.. Sembari melakukan makrab di antara masing-masing anggota KABAMSU
juga di barengi sebuah pembekalan bagi pengurus yang baru di lantik kemaren.
Adapun latar belakang di adakannya acara ini adalah
sebagai wadah pebelajaran dan penambah wawasan bagi para pengurus tentang tugas
dan fungsinya di dalam organisasi dalam satu tahun ke depan. Karena kala itu
masih ada beberapa anggota yang tidak tahu apa tugas dan fungsinya ada di dalam
organisasi ini. Demi menjalankan roda kepengurusan organisasi kedepannya untuk
lebih baik.
Adapun tema yang di usung kala itu
adalah “ mewujudkan jiwa kepemimpinan yang intelektual, kritis, kreatif dan
relegius ” dengan hadirnya tema ini, harapan kita agar dapat bagaimana agar
setelah mengikuti acar ini nantinya akan memberikan perubahan yang siknifikan adanya jiwa kepemimpinan yang serbaguna,
serba bisa, dan serba mampu, di masing- masing anggota. Selain itu supaya
lahirnya di dalam raga anggota tersebut akan jiwa yang kritis seperti apa khakikatnya
sebagai seorang mahasiswa yang sangat di kenal akan sikap ke kritisannya dalam
hal apapun itu, artinya adanya sebuah
sikap responitas yang tinggi di dalam masing-masing anggota tersebut.
Terpenting daripada itu adalah kita
juga berharap agar keberadaan kita sebagai mahasiswa yang jauh dari rumah
(perantauan) agar benar-benar dapat memenafaatkan kesempatan yang ada dapat di
buktikan dengan jiwa yang religius dalam diri setiap-tiap anggota. Artinya
sebelum berkecimpung di tengah-tengah masyarakat para mahasiswa tersebut sudah
di latih kian agar nantinya tidak canggung lagi terjun di tengah-tengah
masyarakat.
Selain dari beberapa point yang telah
di sebutkan ada beberapa hal yang menjadi tujuan utama di selenggarakannya
acara tersebut antara lain :
1.
Mempererat
silaturrahmi antara pengurus KABAMSU
2.
Menumbuhkan, meningkatkan dan
memantapkankesadaran dan tanggungjawab sebagai pengurus
3.
Agar setiap anggota mempunyai kemampuan dalam suatu
kepemimpinan dan bersamaan untuk mengelola suatu organisasi dengan baik dan bijkasana
Acara yang di adakan pada tanggal 30
April-1 mei 2017 tersebut juga langsung di hadiri oleh penasehat KABAMSU yaitu
abanganda Muslim siregar dan juga
abanganda Hulaimi siregar
sekaligus sebagai pemateri tentang kepemimpinan dalam acara tersebut.
Tidak sampai di situ saja banyak
beberapa agenda yang di lakukan dalam acara yang di lakukan selama
2 hari tersebut, di sisi lain bagaimana keseruan kawan-kawan yang lain serta
antusias yang tinggi dalam mengikuti berbagai macam acara yang di agendakan,
mulai dari makan bareng, senam bareng, main game bareng
dan lain-lain.

![]() |
Photo waktu
pembekalan pengurus baru 30 April- 1 mei 2017
95
11.
RECRUITMENT
ANGGOTA
Adapun latar belakang yang menjadikan
kami waktu itu sebagai pengurus tentu punya tabggung jawab besar terhadap
organisasi ini termasuk saya pribadi selaku ketua umum sangat besar tanggung
jawabnya. Begitu dekat akan tahun ajaran baru yang sudah di depan mata
setelah beberapa waktu lalu kami mengikuti ujian akhir semester (UAS).
Perhatian besar kami kali ini adalah keberadaan adek-adek kami yang berasal
dari daerah sumatera utara yang ingin kuliah di bandung dan khususnya yang
ingin kuliah UIN SGD Bandung, tentu harus mempunyai perhatian khusus dari kami
selaku (senior) orang yang duluan menempati wilayah ini, mengurus dan mencari
segala yang berkaitan dengan adminitrasi pendaftaran, informasi-informasi,
kosannya dan lain sebaginya.
Tentu sejauh itu kami tidak serta
merta melakukannya dengan sendiri atau hanya beberapa orang saja. Dalam hal
ini kami membentuk panitia selaku
eksekutorial atau penanggung jawab dalam hal recruitment mahasiswa baru yang
berasal dari medan sumatera utara pada umunya.
Adapun deskripsi kegiatan ini adalah
meruapakan bentuk dari penyambutan mahasiswa sumatera utara (medan) yang ingin
kuliah di UIN Bnadung.
Tujuan dari
egenda ini adalah
sebagai bentuk aplikasi
kegiatan juga merupakan
ajang menjalin silaturrahmi antar satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain yang
berasal dari sumatera utara juga sebagai
ajang parameter sejauh mana kami mampu dan bisa merangkul orang untuk ikut di organisasi KABAMSU ( keluarga
besar mahasiswa sumatera
utara).
Dan sebenarnya di situlah salah satu
pentingnya keberadaan organisasi yaitu sebagai wadah berkumpulnya
orang-orang yang berasal dari satu daerah. Dan masih banyak
lagi manfaat dan kegunaan mengikuti sebuah organisasi.
Di dalam proses recruitment mahasiswa
yang baru tersebut, terdapat beberapa kendala
dan hamabatan di kala itu. Salah satu hal yang paling menonjol adalah sedikitnya
mahasiswa yang sudah senior mau menetap di bandung alias tidak pulang ke
kampung halaman masing- masing sebab waktu itu adalah merupakan hari setelah
mengikuti UAS dan tentu semua mahasiswa libur panjang selama 2 bulan lebih.
dari indikasi tersebut maka lahirlah
sebuah problem baru yang mana ketiak recruitment mahasiswa baru yang bertepatan
pada tanggal 23 agustus
2017,
semenatar berbagai kekurangan kami rasakan mulai dari kurannganya
persiapan
peralatan yang matang di dalam stand recruitment mahasiswa yang baru termasuk
juga kurangnya sumber daya manusia yang ikut berpartisipasi.
Sebab acara Pengenalan Budaya
Akademik Kampus (PBAK)
kala itu yang merupakan
proses pengenalan kepada mahasiswa baru yang di adakan oleh kampus. Biasanya
berbarengan langsung dengan berbagai organisasi organisai lain yang ikut serta
memeriahkan hari-hari tersebut. Makanya tidak jarang kalau kita melihat banyak berdiri stand dan tenda- tenda
organisasi yang mengenalkan akan organisasi tersebut. Termasuk juga kami kala
itu ikut berpartisivasi sekaligus mengenalkan kepada khalayak umum akan
keberadaan organisasi ini.

Photo waktu di stand penerimaan mahasiswa baru
![]() |
Photo bersama pembina KABAMSU setelah recruitment anggota
12.
PEMBEKALAN KELUARAGA BARU
Pembekalan keluarga baru adalah
merupakan salah satu kegiatan yang di lakukan KABAMSU (keluarga besar mahasiswa
sumatera utara) Uin Sgd bandung setelah beberapa minggu sebelumnya mahasiswa/I
yang berasal dari sumatera utara berhasil kami data dan kami kumpulkan.
Jauh sebelumnya sudah di tentukan
beberapa anggota yang di tugaskan untuk mengakomodir semua jalannya rekrutment
anggota baru dan sekaligus pembekalan keluarga baru.
Acara yang di adakan pada tanggal
23-24 september 2017 tersebut adalah sebagai bentuk pengenalan akan seluk beluk
keberadaan organisasi ini kepada adek-adek mahasiswa
yang baru saja tiba beberapa waktu lalu di kota bandung. Di
sisi lain sebagai bentuk ajang menjalin silaturrahmi antara masing-masing
mahasiswa yang berasal dari sumatera utara lainnya.
Acara tersebut di lakukan di villa
cipulus tepatnya di gunung manglayang letaknya tidak
terlalu jauh dari lingkungan UIN SGD Bandung. Acara tersebut di ikuti kurang
lebih 70 orang yaitu anggota yang baru -+ 45
orang dan para pengurus waktu itu sekitar
25 orang.
Acara tersebut di buka
langsung oleh pembina
umum KABAMSU yaitu ayahanda
Dr.H.reza pahlevi dalimunthe,Lc.M.Ag. juga di hadiri oleh berapa hatobangon8 dari
sumatera utara yang sudah lama tinggal di kota bandung. Waktu itu pembina sendiri
sangat bersterima kasih kepada seluruh panitia yang telah berkorban dan
berjuang untuk mensukseskan acara pembekalan keluarga baru tersebut, di sisi
lain beliau juga menekankan
kepada seluruh masyarakat KABAMSU waktu itu untuk
mempertahankan
8 Orang yang di tuakan (sesepuh)
suasana keadaan seperti ini, karena saya sangat bangga
sekali dengan keberadaan seperti ini, karena organisasi yang baru seumur jagung
ini tetapi anggota sudah lumayan banyak dan sangat antusias sekali mengikuti
kegiatan ini “ucap bapak lulusan Al-azhar ini”.
Acara yang di ikuti oleh
masing-masing kami yang ada waktu itu sangat antusias sekali untuk
mengikutinya, karena selain berbagai
materi yang di berikan kepada mahasiswa yang baru, mulai dari materi
tentang kepemimpinan, materi keagamaan, materi kedaerahan dan juga banyak
bercerita tentang ke KABAMSU an. Mulai dari sejarah lahirnya KABAMSU, bagaimana
awal mula keberadaan kabamsu, bagaimana eksistensi kabamsu sampai keadan
kabamsu pada waktu itu.
Di sisi lain banyak sekali agenda
yang di laksanakan oleh bidang acara dan beberapa panitia lainnya waktu itu.
Antara lain adalah agenda makan bersama, sholat berjamaah setiap waktu, dan
beberapa macam game yang di agendakan. Antara
lain adalah permainan bola antara masing-maing anggota, perlombaan memasukkan
kain sarung, lomba berenang dan perlombaan lainnya. pokoknya waktu
itu seru bangeeet dah.
Di
penghujung acara tersebut
masing masing kami
semua di kumpulkan di aula utama.
Masing-mmasing kami harus memberikan pemaparan juga kesan pesannya selam
mengikuti acara pembekalan keluarga baru ini, dan terpenting daripada itu
adalah ilmu apa yang telah di dapatkan selama mengikuti kegitan yang di adakan
dua hari tersebut. Semoga apa yang di dapatkan di dalam acara tersebut menjadi
pengalaman berharga buat
hidup kawan-kawan untuk
kedepannya…Amiin

Prosesi pelantikan mahasiswa baru di villa cipulus 23-24 September
2017
![]() |
Photo bersama
setelah kegiatan pembekalan keluarga baru
terlaksanakan
13.
JUARA 2
FESTIVAL SENI BUDAYA
Pada
tanggal 11 desember 2017 ada sebuh festival yang di adalakan oleh dewan mahasiswa fakultas syari’ ah dan hukum. Kegiatan tersebut berupaya kami
manfaatkan sebaik-baiknya kareana moment tersebut jarang sekali di ikut sertakan
organisasi daerah baik di internal
kampus maupun di ekternal kampus.
Seluruh organisasi daerah
yang ada di lingkungan
kampus UIN SGD bandung di ikutsertakan untuk memeriahkan acara yang bertajuk “
festival of academic culture and
academic”(face) tersebut.
Moment ini tentu suatu hal yang
sangat krusial bagi kami kala itu, sebab kami sendiri tau betul akan keberadaan
organisasi yang sangat masih baru ini dan masih sedikit di kalangan kampus yang
mengetahui akan keberadaan organisasi KABAMSU ini. Oleh sebab itulah kami ingin
memanfaatkan kesempatan yang langka ini untuk ikut serat dalam berfartisifasi.
Satu sisi keberadaan organisasi lain
juga dominan banyak yang ingin ikut
berkompitisi dalam acara carnaval, pentas seni budaya daerah ini. Ketika itu
format yang menjadi aturan bagi oragbnisasi yang ingin ikut berpartisifasi
boleh menampilakan tarian khas daerah masing-masing dari sabang sampai merauke,
terpenting adalah ada kaitan daerah tersebut
dengan penampilan tarian
yang di tampilkan daerah tersebut.
Karena kalau kita lihat indonesia
adalah negara yang kaya akan tarian, adat istiadat dan budaya yang melimpah
ruah, tentu kami berasumsi akan banyak juga di tampilkan berbagai bentuk tarian
daerah yang berasal dari seluruh indonesia dari aceh sampai papua karena memang
di UIN SGD
Bandung
banyak berasal dari berbagai daerah jawa barat termasuk kami dari daerah
sumatera utara.
Kala itu
kami tidak terlalu berpikir akan hadiah yang di tawarkan oleh pihak
panitia, karena memang
dari awal niat
dan maksud dan tujuan
kita untuk ikut didalam festival
organisasi darah tersebut
adalah sebagai ajang untuk eksistensi saja bukan untuk mecari kemenagan atau untuk juara.
Namun sejauh itu juga kami menemukan
komposisi mendasar yang harus kami penuhi, yaitu pertama siapa subyek yang akan
menari nantinya di pagelaran fentas seni tersebut ? inilah hal yang pertama
sekali harus kami cari solusi dan bagaimana caranya. Setelah di diskusiakan
dengan beberapa anggota KABAMSU lainnya akhirnya sumber daya manusianya
terjawab dan terpenuhi, kebetulan ada beberapa anggota KABAMSU bisa dan sudah
terbiasa menari dulu waktu sekolah di kampung.
Sehingga keberadaan ini bagi kami
tidak terlalu di problemkan dan beberapa di antara mereka masih ingat betul
bagaimana gerak gerik dalam tarian yang ingin di tampilakan. Tari salak adalah
tari yang akan kami tampilkan waktu itu, tari salak merupakan salah satu tarian
khas daerah sidimpuan (sumatera uatara). Yang menceritakan bagaimana keberadaan
salak yang begitu banyaknya kita temukan kalau kita pergi ke kota sidimpuan sehingga karena
keberadaan itu maka kota ini juga disebut sebagai kota salaknya di sumatera
utara.kemudian tarian yang kedua adalah tarian sigale- gale yang juga merupakan
tarian khas daerah sumatera utara. Adapaun yang menjadi penari
waktu itu adalah
: nurul rafidhah harahap, anggina
situmorang,
yulia kasih, mirna mifta khairoh rambe, yeni apriliya nasution dan muhammad
islah siregar.
Setelah kebutuhan tari apa dan siapa
yang akan menjadi penari terpenuhi kali ini kami harus melatih mereka untuk
bisa menari seperti tarian yang layaknya biasa di tampilakn dalam berbagai
pertunjuan.
Sejauh itu pula bukanlah hal suatu
hal yang sederhana untuk di aplikasikan, karena di antara kami sendiri tidak
ada yang benar-benar bisa dan pandai untuk menari apalagi dapat di katakan sebagai
seorang pelatih.
Namun hal itu kami manfaatkan dengan
melihat di youtube kemudian kami coba untuk menyesuaikan dan berlahan kami
serasiakn antara satu penari dengan penari lainnya
Latihan rutin selalu kami lakukan,
yang menjadi penanggung jawab dan sebagai promotor dalam hal ini adalah bidang
seni dan daerah yang di komandoi langsung oleh saudari Maisaroh Ritonga sebagai
ketua bidang seni dan daerah juga beberapa jajaran lainnya.
Siang dan malam dan bahkan setiap
hari mereka melakukan latihan untuk menari ini. Sejauh itu waktu untuk
penampilan sudah semakin dekat sejauh itu pula kami belum terpikirkan akan
baju, perlengkapan dan kebutuhan lainnya dalam penari ini.
Sehingga pada waktu itu kami harus
mencari ke berbagai tempat dan banyak bertanya kepada orang-orang untuk bisa
mendapatkan pakaian tari dan aksesoris yang di perlukan untuk menari ini.
Tentu jhal ini ternyata bukan hal
begitu mudah untuk terpenuhi, berbagai macam kendala
dan halangan yang kami temukan,
karena selain tempat dan
jaraknya yang jauh, juga di batasi akan keberadaan perlengkapan yang di
sediakan kerap sekali terbatasi karena kita tahu sendiri ini bukanlah daerah
kita seperti di kampung halaman yang memang kalau kita ingin membutukan seperti
hal sekarang ini adalah suatu hal yang mudah dan gampang karena pusatnya di
daerah kita sendiri.
Setelah banyak bertanya ke sana sini
dan banyak mengunjungi tempat tempat
meminjamkan berbagai baju dan
perlengkapan berbagai pakaian adat daerah di daerah kota bandung. Sejauh itu
kami banyak terkendala akan harga yang acapkali mahal dan jauh harapan akan terpenuhi oleh keungan
kami. Sehingga pada kahirnya bapak reza
selaku pembina KABAMSU mencoba mewarkan untuk meminjam baju tarian dan
aksesoris yang di butuhkan untuk di pinjam/di sewa ke suatu perkumpulan
orang-orang kita yang ada di daerah cibaduyut9.
Perkumpulan tersebut adalah tapian tolong menolong halak hita 10yang
memang mebutukan. Sehingga akhirnya kami ke sana dan alhamdulilah mau
menyewakan berbagai perlengkapan yang di butuhkan di dalam penampilan tari ini.
Walaupun pada dasarnya tetap membayar tetapi setidaknya lebih murah daripada
tempat-tempat yang telah kami tanyakan sebelumnya.
Setelah kebutuhan ini terpenuhi, ada
satu PR lagi yang harus kami kerjakan,karena di dalam pertunjukan festival ini
juga ada sebuah arakan dan di pertontonkan di jalan raya, tentu selain kita
membutuhkan massa yang
9 Nama daerah di
bandung
10 Orang
kita
banyak agar kelihatan banyak dan kompak juga ternyata
menjadi penilaian penting bagi panitia yang menyelenggarakan. Di dalam arakan
tersebut juga tentu harus meriah dan tentu di butuhkan berbagai aksesoris yang
harus di pakai oleh masing masing kami yang berkaitan dengan daerah kita,
seperti memakai ulos, dan berbagai lainnya yang berkaitan dengan daerah
sumatera utara.
Hari yang telah di tetapkan kahirnya
datang juga dan berbagai kebutuhan dan perleukan perlengkapan sebelumnya telah
kami penuhi dan laksanakan sebaik dan sematang mungkin.
Dari jam 8 pagi sudah banyak berbagai
organisasi daerah yang sudah menunggu di depan gedung student
centre (SC), waktu itu juga masing- masing orda di
perkenankan untuk melakukan perjalaannnya sesuai dengan rute yang telah ditetapkan
oleh panitia sebelumnya. Sebelum nantinya akan berhenti di depan gedung nawar
musaddad sebagi gedung pertunjukan festival pentas seni budaya ini.
Ketika itu selain memaki berbagai
bentuk aksesoris yang telah di sediakan sebelumnya, masing-masing kami sembari
berjalan kaki kami juga banyak menyanyikan berbagai nyayian daerah sumatera
utara seperti sinanggar tullo, anak medan, dan beberapa yelyel dan nyayian
lainnya.
Hingga pada akhirnya waktu
masing-masing organisasi daerah di persilahkan untuk menampilkan tarian khas
daerahnhya. Satu persatu orda menampilkan tariannya sementara giliran KABAMSU
waktu dapat nomor antrian nomor 6 dari 12 organisasi daerah yang ikut
berkompitisis.
Giliran kita pun akhirnya datang
juga, di awal penampilan tarian pertam
kami selaku penonton
begitu antusias memberikan semanagat kepada kawan-kawan kami yang sedang
tampil di panggung.
Tak sampai di situ kami para penonton
juga ikut menari, karena kami sendiri tidak tahan untuk ikut menari ketika
alunan musik asal daerah sendiri yang jarang di dengar tiba-tiba di lantunkan
di acara yang sangat besar seperti ini. Dan tak kalah juga berbagai organisasi
daerah yang lain juga ikut menari
dan bahkan jurinya
sendiri pun ikut menari.
Hingga pada akhirnya setelah penampilan berakhir kala itu kami
.merasa sangat senang dan bahagia sekali begitu juga
dengan para penari. Karena selain
momentnya di dapatkan
juga bagi mereka
ini adalah suatu hal yang
sanagat penting karena akan menjadi pengalaman tersendiri bagi mereka.
Sehingga pada akhirnya tepat pada tanggal 11 desember 2017 adalah hari di mana hari pengumuman siapa yang menjadi
pemenang dari masing- masing
organisadi daerah yang ikut berkompetisi. Ketika masing-masing kami menunggu
siapa yang menjadi pemenangnya, sebelumnya memang sudah ada bebrapa bisiskn
kepad kita bahwa sanya nama KABAMSU terdaftar
di salah satu juara yang telah di tetapkan paitia. Dan kakhirnya memang benar berkat
perjuangan dan kerja keras dari semua anggota KABAMSU alhamdilillah KABAMSU
mendapat juara 2 dalam acara pentas seni budaya daerah tersebut.
Setelah mendengar berita gembira
tersebut kami pun sorak-sorak dan bergembira karena tidak menyangka bahwa kita
akan menajdi juara.

Photo bersama setelah penampilan tari dalam acara pestival seni dan
budaya
organisasi daerah
![]() |
KABAMSU Juara 2 dalam acara festival seni dan budaya organisasi daerah 11 Desember 2017
14.
PLENO
TENGAH
Di dalam agenda pleno tengah ini
merupakan suatu bentuk evaluasi kepengurusan tiap-tiap bidang dalam menjalankan
roda organisasi selama setengah periode ini.
Latar belakang agenda ini adalah
sebagai bentuk laporan dan pertanggung jawaban dari program kerja yang telah di
tetapkan dalam musyawarah kerja sebelumnya.
Adapun deskripsi kegiatan ini berupa
sidang pleno dan sidang komisi yang di adakan oleh panitia pelaksana sidang
pleno tengah.
Sementara itu yang menjadi obyek dan
segmentasinya adalah seluruh pengurus Keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara
(KABAMSU) dan seluruh anggota lainnya.
Parameter keberhasialan adalah
terwujudnya visi dan misi organisasi serta menjadi bahan evaluasi kedepan untuk
menjalankan roda organisasi lebih aktif lagi.
Adapun waktu dan tempat di laksanakannya
cara ini adalah
pada tanggal 12 November 2017 di gedung
lecture hall (LH).
Dalam acara pleno tengah ini terdapat
beberapa program kerja
yang belum terlaksana dari pemaparan berbagai bidang. Tidak
sampai di situ kendala tersebut di latar bekangi akan
berbagai macam alasan tersendir dari berbagai bidang termasuk banyaknya anggota
yang tidak ikut ketika program kerja tersebut di landingkan. Atas permasalahan tersebut maka di harapkan setengah periode
kedepan agar dapat di manfaatkan untuk lebih baik lagi dan itulah yang menjadi
obyek di adakannya acara ini.

Sidang pleno tengah sedang berlangsung 12 november 2017
di gedung
lecture hall (LH)
![]() |
Photo bersama setelah acara sidang pleno
tengah periode 2017- 2018
15.
MILAD
KABAMSU KE 2
Seiring berjalannya waktu, tak terasa
baru kemaren kita saling kenal antara
satu sama lai, si waktu teryata tidak memandang siapa yang dulu datang dan
siapa yang akan datang, semua di lalapnya habis tak bersisa memakan tanpa pandang bulu, itulah waktu begitu seram
bila tidak di pakai, dan begitu anggun kalau dia di manfaatkan di tempat yang
elok.
Tak terasa Sudah tiba saat organisasi daerah
kita KABAMSU (Keluarga
Besar Mahasiswa
Sumatera Utara) genap berumur 2 tahun.
Tentu di dalam penyambutan hari lahir
organisasi ini perlu diadakan sebuah agenda/acara sebagai bentuk rasa syukur
dan terimakasih kepada tuhan yang maha esa.
Sejalan daripada itu ini adalah agenda
yang sangat krusial
dan akan menjadi historis
tersendiri bagi kami waktu itu, melihat momentum yang terjadi satu kali satu
tahun ini yang mana satu tahun
sebelumnya tidak terlau di gadang-gadangkan akan hari lahirnya, tentu tahun ini
kita ingin sesuatu hal yang berbeda dari 1 tahun sebelumnya.
Adapun yang menjadi latar belakang di
adakannya acara ini adalah berdasarkan anggaran dasar (AD) Keluarga Besar
Mahasiswa Sumatera Utara (KABAMSU) UIN SGD Bandung pada BAB II, tentang tempat,
kedudukan dan waktu pasal 3 yang berbunyi organisasi ini di dirikan di bandung
pada tanggal 9 maret 2015. Maka perlulah di sini untuk memepringatinya.
Adapun deskripsi kegiatan ini adalah
berupa perayaan atau peringatan milad yang di adopsi dan di meriahkan oleh
beberapa program kerja pada tahun sebelumnya.
Obyek dan segmentasinya adalah seluruh anggota KABAMSU di haruskan
untuk ikut berpartidifasi dalam mensukseskan acara ini. Bahwa pada darnya yang menjadi parameter keberhasilan di adakannya
acara ini adalah adanya
kesadaran bagi setiap anggota bahwa ia adalah bagian dari organisaisi ini.
Ketiaka itu ada beberapa program
kerja dari masing-masing bidang yang di aplikasikan ketika hari milad ini.
Salah satunya adalah agenda seminar jurnalistik dari bidang pers, pementasan
seni dan budaya dari bidang seni dan daerah, seminar dari bidang intelektual
dan turnament futsal antar organisasi daerah.
4 poit besar inilah yang di harapakan
waktu itu dapat memeriahkan acara milad KABAMSU ke 2 ini di tambah berbagai
bentuk agenda yang telah di canangkan oleh bidang acara.
Dua bulan sebelum di jadwalkannya
acara ini, kami sudah melakukan persiapan termasuk mengkondisikan apa yang akan
menjadi program yang di laksanakan di dalam agenda akbar tahunan ini.
Langkah pertama yang kami lakukan
kala itu adalah membuat proposal untuk dana kegiatan ini. Karena melihat dari
banyaknya program kerja yang akan di
landingkan, tentu di sana kita tidak
serta merta memakai dana yang sedikit. Kita berupaya agar semua program yang
akan di ikut sertakan di dalam acara ini dapat terlaksana dengan baik dan
lancar, di sisi laian tentu ini akan menjadi hal yang sangat krusial (penting)
sekali karena agenda ini adalah agenda akbar tahunan organisasi Keluarga Besar
Mahasiswa Sumatera Utara)KABAMSU UIN SGD Bandung yang harus kita sukseskan bersama.
Seiring berjalannya proposal yag di layangkan
ke berbagai tempat tujuan baik ke
pemerintah daerah ataupun ke instansi swasta lainnya telah kami sebarkan. Terdapat beberpa kendala
yaitu orang-orang yang telah
di tugaskan untuk menjadi penanggung jawab kegiatan tersebut tidak berjalan
sebagaimana mestinya, sehingga mengakibatkan beberapa proposal tidak terluncurkan ke tempat yang akan di tujukan.
Sejatinya sebagai seorang manusia
hanya dapat merencanakan akan apa yang ingin dia lakukan, tetapi untuk
persentase keberhasilan yang sesungguhnya tergantung pada yang di atas, sejauh itu hari waktu yang telah di tentukan semakin dekat di depan mata, Semua yang
telah di agendakan secara matang
dan akurat ternyata tidak sesuai dengan apa yang menjadi ekpetasi sebelumnya.
2 minggu sebelum acara di laksanakan,
ternyata dari berbagai proposal yang di layangkan belum satupun yang jebol dan
membuahkan hasil, justru sebaliknya yang terjadi, sudah banyak uang pribadi
yang terpakai, sudah banyak waktu yang terbuang di sana ke sini, bahkan
sebagian kami dan termasuk saya sendiri
sering tidak masuk kuliah demi mencari dana
untuk acara MILAD KABAMSU KE 2 ini. Tetapi sejauh
itu pula mungkin tuhan belum berkehendak untuk mengabulkan permintaan kami.
Atas berbagai pertimbangan
berdasarkan realita yang di temukan, kemungkinann akan ada beberapa program
dari masing-masing bidang yang harus di tangguhkan untuk sementara waktu.
Sementara itu waktu pelaksanaan sudah semakin dekat.
Hingga pada akhirnya kami melakukan
rapat dan musyawarah dengan anggota KABAMSU lainnya. Bagaimana solusi dan jalan
keluar yang akan di tempuh atas problematika yang sedang melanda.
Dari hasil rapat tersebut, maka di
ambil kesimpulan bahwa dari 4 point besar yang menjadi agenda milad kabamsu ke
2 kali ini, untuk sementara waktu di tangguhkan dulu, namun ada satu program
yang tetap di jalankan yaitu turnament futsal anatar organisasi daerah, setelah
sebelumnya juga di sepakati oleh saudara Samsul Bahri Hasibuan selaku ketua
bidang olahraga dan jajarannya waktu itu.
Ada beberapa pertimbangan kenapa
turnament futsal yang jadi di laksanakan, salah satu alasannya adalah karena
futsal sendiri lebih banyak peminatnya di tambah kala itu suasana pertandingan
futsal sering juga di lakukan
oleh berbagai organisasi daerah lainnya.
Tetapi sejauh itu berhubung tanggal 9
maret itu adalah hari jum’ at maka
waktunya di geser ke hari sabtu dan hari minggu, semenatara itu lapangan yang
sudah di boking sebelumnya, namun belum kami berikan uang muka, sehingga
tanggal yang telah kami tentukan tersebut ternyata di ambil oleh orang lain.
Sehingga mau tidak mau untuk pelaksanaan turnamen futsal antar organisasi
daerah ini, harus kami ganti ke hari yang lain lagi.yaitu pada tanggal 18 maret 2018.
Akhirnya hari-hari yang di tunggu
tiba juga, setelah sebelumnya berbagai kebutuhan yang di butuhkan di dalam
agenda turnamen ini terpenuhi, mulai dari fixsasi lapangan, wasit, kostum dan
segala kebutuhan lainnya.

![]() |
18 Maret 2018, Photo bersama setelah kegiatan turnamen
antar organisasi
daerah milad
KABAMSU ke 2
Di dalam turnament tersebut di ikuti
16 team yang ikut serta berpartisifasi dan KABAMSU sendiri mengirimkan 2 team
yaitu team A dan team B. walaupun kedua team tersebut kalah dan salah satu team
masuk ke dalam babak delapan besar dalam acara tersebut, selain sebagai ajang
olahraga untuk menyehatakan jasmani (kompetisi) terpenting daripada itu adalah
sebagai wadah menjalin silaturrahmi antara masing-masing organisai daerah yang
ada di lingkungan UIN SGD Bandung.
Setelah kegiatan turnament futsal
tersebut selesai terlaksanakan ada banyak pembelajaran yang bisa kami dapatkan,
walaupun sebelumnya ketika di dalam pertandingan terdapat beberpa perseteruan
antara masing-masing pemain yang sedang berlaga, tentu itu adalah hal yang
wajar saja bagi anak- anak muda yang lagi buming-bumingnya. Namun sejauh itu
bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah kita alami
sebelumnya untuk lebih baik lagi untuk kedepannya.
Agenda yang di canangkan selanjutnya
kala itu adalah memotong tumpeng di penghujung acara milad KABAMSU ke 2 ini.
Sebagai puncak acara dan sekali gus menutup acara Milad ini, walaupun kegiatan
tersebut tidak jadi di laksanakan berdasarkan dana yang tidak mencukupi.
Sejauh itu dari berbagai kegiatan
yang di anulirkan tentu terdapat moment tersenidiri begitu juga dengan saya
pribadi, moment ini akan menjadi pengalaman berharga bagi pribadi sendiri
untuk dapat meimipin sesuatu
lebih akurasi lagi sehingga menadatangkan
hasil yang lebih maksaismal lagi.
16.
PLENO
AKHIR
Tidak terasa masa kepengurusan saya
sudah mau berakhir di depan mata, karena sejatinya keberadaan kepemimpinan saya
dapat di katakan sejak berdirinya organisasi ini yaitu 9 maret 2015, tetapi
karena belum ada bentuk bentuk legalisasi secara resmi jadi belum dapat di
katakan dalam satu periode, dalam bentuk legalisasinya adalah setelah kami
dilantik yaitu pada tanggal 19
Maret 2017 yang lalu yaitu periode 2017-2018.
Latar belakang di adakannya pleno
akhir ini adalah berdasarkan anggaran dasar (AD) Keluarga Besar Mahasiswa
Sumatera Utara(KABAMSU UIN SGD Bandung pada BAB XI pasal 19 tentang musyawarah
besar oleh sebab itu perlu adanya sebuah evaluasi pertanggung jawaban
kepengurusan dan evaluasi perganian kepengurusan.
Deskripsi kegiatan ini berupa sidang
pleno dan sidang komisi yang di adakan oleh panitia pelaksana sidang pleno
akhir.
Yang menjadi objek dan segmentasinya
adalah seluruh pengurus keluarga besar mahasiswa sumatera utara (KABAMSU) dan
seluruh anggota yang lainya.
Adapun parameter keberhasilanya
adalah untuk mendapatkan pemaparan akan apa yang telah
berhasil di capai dan apa kendala yang di
hadapi serta apa saja yang menjadi program kerja yang belum terlaksana di dalam
program kerja yang di tetapkan
sebelumnya.
Di
sisi lain di adakannya acara
pleno akhir ini adalah sebagai
bentuk musyawarah besar untuk mencari dan menetapkan siapa yang akan
menjadi pemimpin di periode selanjutnya.

![]() |
Photo bersama pembina dalam acara mubes 21 -22 April
2018 di aula
ma’had
Al-jami’ah Uin Sgd Bandung

![]() |
Photo setelah
terpilihnya ketua umum KABAMSU yang baru
125

Penanda tanganan penyerahan jabatan oleh ketua umum periode
2017- 2018
oleh saudara
Habibunnas, 12 Mei 2018 di gedung lecture hall (LH)
![]() |
Prosesi penanda tanganan terima jabatan oleh ketua umum terpilih
2018-2019 saudara Damean Rambe, 12 Mei 2018 di gedung lecture hall (LH)
17.
KESAN
PESAN
kesan dan pesan yang ingin saya
sampaikan pada kesempatan ini adalah pertama saya sampaikan terima kasih banyak
kepada kawan- kawan yang telah ikut berpartisifasi dalam hal segala bentuk hal
kegiatan dan agenda yang saya
lakukan dan apa yang telah di programakan oleh Keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara (KABAMSU) sejak
2016-2018.
Jujur pertama sekali saya
menginjakkan kaki di tanah pasundan ini, yang pertama sekali saya cari adalah
di mana letak perkumpulan halak hita (orang-orang kita) tetapi sejauh itu saya
tidak menemukan keberadaan itu, adapun itu adalah cakupan sepulau. Yang
sejatinya jiwa dan raganya orang- orang kita itu saya tahu bagaimana akan jiwa sarohanya, sahuta dan saoloan
sebagai bekal yang di tanamkan sejak kecil, keberadan
itu rata-rata sifat yang sudah ada walaupun ia pergi jauh merantau dan saya
tahu betul akan keberadaan itu.
Saroha, yang berarti satu hati :
tentu kalau berbicara dengan anak- anak medan (sumatera Utara) ini adalah bukan
sesuatu yang aneh di telinga mereka dan mereka tahu betul akan maknanya. Satu
hati, tentu apabila sudah sampai di tanah perantauan maka apabila sudah saling
kenal antara satu sama lain maka mereka cepat saling berkenalan dan langsung
dekat tidak perlu menunggu waktu lama.
Sahuta, yang berarti satu kampung :
tentu keberadaan ini lebih kental dan lebih melekat lagi kalau kita sedang
berkenalan dan kita mengatakan bahwa kita berasal dari medan (sumatera Utara)
maka tanpa ada basa basi maka kita dengan
sendirinya akan menjadi
bagian darinya.
Terlebih daripada itu apalagi kalau
kita miliki marga maka jiwa emosionalnya akan semakin akrab lagi terlebih-lebih
kalau sandainya orang yang berkenalan dengan kita tersebut adalah
satu marga dengan kita (sesuku) maka dengan sendirinya
kita langsung di ajak ke rumahnya beliau dan spontan menjadi
bagian dari keluarga
mereka.
Kemudian yang terakhir
adalah saoloan, yang
berarti sependapat, dalam hal ini ketika
melakukan sebuah musyawarah mufakat, karena orang- orang kita terkenal akan budaya
bicaranya yang etis, keras dan bijaksna dan keberadaan itu di kenal oleh
seluruh dunia. Jadi sebenarnya makna kata saoloan ini lebih kepada sependapat dalam hal bagaimana kita menyatukan
suara untuk kemajuan kita bersama walaupun pada dasarnya setiap-tiap orang
memiliki argument yang berbeda-beda.
Nah atas beberapa poin di atas saya
tahu betul akan keberadaan
tersebut serta akan aplikasinya di dalam kehidupan sehari- hari. Karena menurut
sepengetahuan saya jarang sekali orang-orang kita yang ingin pergi merantau
jauh tanpa di bekali dengan berbagai sipaingot 11dari
natua-tua 12 baik dari orang tua sendiri
atau dari sesepuh adat yang ada di dalam kampung tersebut.
Segmentasi ini hampir di tanamkan
di dalam diri setiap anak-
anak medan (sumatera utara) pada umumnya, mulai dari batak karo, toba,
simalungun, mandailing, pak-pak, dan angkola.
11 Nasehat
12 Orang
yang di tuakan
Kalau seandainya jiwa tersebut tidak
ada di
dalam jiwa mereka itu adalah
hal lain yang tidak perlu
di perdebatkan.
Setidaknya atas sedikit dasar rasa
cinta akan kedaerahan itulah yang membuat jiwa saya dulu terpanggil untuk
meciptakan suasana baru, karena ibu saya sendiri adalah berasal dari tapanuli
bermarga siregar, dan kami tinggal
di wliayah teritorial orang-orang yang berimigran dari utara menuju ke barat.
Keberadaan kami di kampung itu juga di dasari oleh orang-orang kita walaupun
tinggal di suatu daerah yang pada dulunya daerah tersebut
adalah daerah orang-orang minangkabau.
Nama
ibu saya adalah
Rosida siregar, dari kecil saya sudah terbiasa akan kehidupan yang keras, di
tambah watak dari sang fower of mother adalah jiwa yang keras dan pantang menyerah dan tak kalah penting
adalah ibu saya dengan gaya bahasanya yang to the
point atas permasalahan atau bentuk apapun
yang di bicarakan tanpa basa basi dan memang seperti itulah siregar yang sesungguhnya.
Kemudian di sisi lain, seorang ayah
saya yang tidak kalah hebat, father of strong ayah tercinta saya yaitu Yarman Jambak, seorang saudagar sejati yang
berasal dari padang pariaman. Beliau banyak mengajarkan kami akan dunia
perdagangan di buktikan
setelah ayah tidak sanggup lagi pergi ke sawah dan ke ladang
ayah langsung membuka
toko buat kami.
Suasana kampung saya yang sangat
kental akan budayanya, walaupun mereka sendiri berasal dari daerah yang
berbeda-beda ada yang dari toba, ada yang dari tapanuli, sidimpuan,
panyabungan, daerah minangkabau,jawa dll.
Kemudian mereka membentuk sebuah
kehidupan yang baru sehingga menyatulah mereka atas perbedaan latar belakang
tersebut. Hari-hari yang di lakukan di kampung kami ini sering sekali
mengadopsi berbagai bentuk bahasa, adat dan budaya yang di bawa dari daerah masing-masing kemudian
mereka mengaplikasikannya menjadi satu, keberadaan itu mereka bangga dan saya
sendiri jujur sangat bangga walaupun kami tinggal di daerah minangkabau
tersebut. Justru keadaan seperti membuat kebanggaan tersendiri
bagi kami, sebab selain kami memiliki
jaringan silaturrahmi yang bayak, mengetahui bagaimana akan adat dan budaya
mereka, kami juga bisa belajar sedikit banyaknya tentang bahasa mereka.
Kenapa saya bercerita itu semua,
sebab selama ini masih ada sebagian orang yang tidak percaya akan keberadaan
saya saat ini, ketika saya katakan saya berasal dari padang, maka secara
spontan akan lahir pertanyaan baru , jadi kenapa kamu bisa menjadi seorang
ketua dari orang-orang medan (sumatera utara) ini dan membuat organisai buat
mereka ?
Pertanyaan ini menurut saya hal ini tidak perlu kita perdebatkan lagi, hanya membuang-buang waktu kita, karena walaupun pada dasarnya rumah kami sekarang ada di
padang, tetapi jiwa dan raga saya sebenarnya lebih kental dengan batak walaupun
saya tidak punya marga seperti orang
pada umunya.
Sejauh itu saya mencoba mengumpulkan
jiwa-jiwa orang kita yang saya lihat waktu itu terpecah pecah tidak jelas akan
keberadaannya, membuat sebuah wadah yang baru yang di beri nama KABAMSU (keluarga
besar mahasiswa sumatera utara) bersama kawan-kawan yang lain, joni, irwan,
maya, maisaroh, alfin, azni, ana, incek dan kawan yang lainnya terima kasih
telah menerima keberadan saya, terima kasih telah mau berjuang bersama- sama
semoga apa yang kita lakukan mendapatkan ridho oleh allah SWT. amiin…
Sejauh itu jujur dari awal tidak ada
niat lain selain bagaimana caranya agar anak-anak medan (sumatera uatara) ini
dapat berkumpul ntah bagaimanapun caranya.
Cuma itu dan itu saja, satu hal yang membuat saya terus termotivasi adalah saya
melihat nama jalan yang sedang saya tempati ini adalah jalan A.H. Nasution,
tetapi sejauh saya cari mencari saya tidak menemukan di mana orang-orang kita,
yang katanya terkenal akan jiwa persaudaraannya yang solid di manapun dana
kapanpun.
Dari situlah saya coba banyak bertanya dan mengajak kawan- kawan
yang lain untuk membentuk sebuah wadah untuk menyatukan keterpecahan tersebut.
Selain sebagai ajang silaturrahmi terlebih-lebih bagaimana kita saling belajar
atas wadah tersebut.
Setidaknya seperti itulah sedikit
gambaran umum awal mula keinginan saya pribadi dan kawan-kawan yang lain untuk
membentuk organisasi daerah khusus sumatera utara ini.
Sejauh ini, atas berbagai kendala dan
pertimbangan dari sana –sini, menurut saya itu adalah hal yang lumrah dan tidak
bisa kita pungkiri, apalagi
akhir-akhir ini adanya informasi bahwa sumatera utara
akan melakukan pemekaran, itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita paksakan,
kalaupun seandainya keberadan itu terjadi, itu tergantung pada siapa yang menjadi pemimpin di kala
itu, dan bagaimana pendapat dari masing-masing anggota berdasarkan musyawarah
mufakat, artinya saya tidak pernah memaksakan harus ini dan harus itu,
terpenting mana yang lebih baik bagi kita semua
berdasarkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi.
Terpenting sejauh ini saya sangat
terkesan sekali atas keberadaan yang telah di perjuangkan, begitu juga dengan
adek-adek yang lain saya sangat bangga akan keberadaan kalian, yang tidak bisa
saya sebutkan satu persatu, terimakasih atas pengalaman yang telah kita lalui
semoga kelak kita semua menjadi orang-orang yang sukses. Amiin
Pokoknya saya sangat senang sekali
berada di sisi kalian, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, sudah bisa
berkenalan dengan kalian, bisa bercengkrama dengan kalian, bisa bertukar
pikiran dengan kalian, sudah banyak waktu kita habisakan bersama mulai dari
makan bareng, mandi bareng, olahraga bareng, dan berbagai kegiatan lainnya yang
kita lalui selalu bersama, semoga
suatu saat nanti kita di pertemukan oleh Alloh kembali. Amiin
Pesan terkahiur kalau kawan-kawan
sekarang sedang di berikan amanah di dalam KABAMSU maka saya harap
kerjakanlah hal tersebut dengan ikhlas hati dan semata-mata karena
Allah SWT, untuk pembelajaran dalam kehidupan ini. Semoga kita dapat menjadi
manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya. Amiin Ya robbal a’lamin.
18.
TAMBAHAN
DAN LAMPIRAN
Dari berbagai program dan kegiatan
yang di laksanakan Keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara (KABAMSU) UIN SGD
Bandung itu adalah baru sebagian dari banyak agenda lainnya yang di jalankan
dan di ikuti oleh KABAMSU sendiri,
namun dari pemaparan yang telah di tuliskan
itu adalah merupakan program-program yang menjadi
prioritas dari literatur organisasi secara formal, dan masih banyak lagi
kegiatan yang di lakukan yang cakupannya informal tetapi itu juga termasuk di
dalam agenda roda organisasi, dan mengharumkan nama KABAMSU di masyarakat luas
seperti beberapa contoh sebagai berikut :
1.
Melaksanakan camping
bareng di batu kuda (Gunung
Manglayang)
Acara ini di laksanakan pada
tanggal 01 september 2017ini, yang merupakan
hari ulang tahun
saya, selain sebagai
hari perayaan hari
ulang tahun, juga sebagai ajang refresshing bagi mahasiswa baru yang baru datang dari
kampung halman (Sumatera Utara). Tepenting daripada itu adalah sebagai sarana silaturrahmi untuk dapat saling
kenal mengenal antara satu
sama lain.
![]() |

![]() |
Acara camping di Batu kuda (manglayang) 01 september 2017
136
2.
mengikuti berbagai turnament futsal
Turnament yang di adakan
oleh organisasasi daerah
yang lain yang ada di wilayah UIN SGD Bandung,
sebab waktu itu agenda semacam ini adalah momok
yang sangat berharga
sekali bagi kami,
bukan karena ingin mencari
kemenangan tau hadiah yang di tawarkan tetapi terpenting daripada itu adalah
bagaimana kami dapat memanfaatkan kesempatan tersebut
sebagai ajang eksistensi didepan organisasi daerah yang lainnya.
![]() |
Turnament futsal
ikamtra 10 desember 2017 di lapangan mayasari
futsal

![]() |
18 Desember 2017 dalam
acara turnament kamuning
futsal cuf yang di
adakan lapangan
futsal daerah ujung berung.
3.
Mengikuti
acara pentas seni dan daerah
Pada tanggal 23 Desember 2017,
kegiatan yang di laksanakan oleh fakultas sain dan teknologi dalam memperingati
milad mereka itu, adalah merupakan salah satu kegiatan yang hampir sama kami
ikuti pada acara festival organisasi daerah sebelumnya, namun ketika itu ada
sedikit ke salah pahaman anatra pihak kita dengan pihak panitia pelaksana, yang
mana ternyata ketentuan yang di canagkan oleh panitia tersebut harus ada
penampilan satu kali menari dan satu kali bernyanyi berdasarkan tarian dan
nyanyian masing-masing daerah, tetapi waktu itu karena ada sedikit kesalah
pahaman, penampilan dari kita (KABAMSU) kedua-duanya menampilakn tari
saja.
Sehingga pada waktu itu sebenarnya
penampilan dari kita sangat bagus, mantap dan heboh, tak kalah penting juga
waktu itu kita mampu membuat acara tersebut semeriah mungkin, mulai dari
arak-arakan, berbagai aksesoris yang di pajangkan di satnad, seperti ulos13,
arsitektur rumah adat sumatera utara, dan berbagai pajangan lainnya.
Tidak sampai di situ kami mampu
membuat orang-orang yang ada di situ waktu itu ikut bergoyang bersma kami
dengan berbagai macam tarian dan nyayian yang kami bawakan termasuk juri
sendiri ikut manortor14 dan seluruh peserta dan
masyarakat di situ.
Acara yang di laksanakan di depan
gedung anwar musaddad tersebut, sebelumnnya dari berbagai kegiatan yang telah
kami lakukan, dan berupaya
13 Pakaian
adat sumatera utara berupa selendang
14 Tarian
khas daerah sumatera utara
semaksimal mungkin karena ingin mengulang sejarah
sebelumnya yang mana KABAMSU
berhasil mendapatkan juara 2, kali ini kami berharap kesempatan yang sempat
mampir tersebut ingin rasanya agar juara tersebut dapat di pertahankan atau di
tingkatkan, sehingga jauh- jauh hari segala yang di perlukan, yang di butuhkan
dan berbagai macam aksesoris dan latihan menari yang sangat kami persiapkan
dari jauh-jauh hari. Seperti pakaian adat daerah sumatera utara, latihan menari
setiap hari, dan melengkapi segala kebutuhan lainnya.
Sehingga pada waktu itu kami sangat
optimis sekali akan menjadi juara pada kesempatan dan moment yang langka
tersebut. Melihat semenjak di mulainya acar dari jam 08:00 WIB sampai sore
tersebut kami ikuti dengan baik dan kami laksanakan se-akurasi mungkin, karena segala yang bekaitan dengan agenda yang
telah di wacanakan akan menjadi penilaian bagi panitia, mulai dari banyaknya
massa yang hadir, bagaimana kekompakan team dari masing-masing organisasi daerah, sampai kepada penampilan
menari dan bernyanyi itu semua menjadi
penilaian bagi panitia dan juri.
Tetapi ketika pengumuman hasil juara,
usaha telah di upayakan semaksimal mungkin, namun hasilnya hanya Allah SWT
yang tahu, kita hanya bisa berusaha, sehingga
KABAMSU waktu itu pada urutan ke 4 sementara juara
yang di tawarkan
hanya sampai 3
besar. Setelah pengumuman juara,
kami mendatangi pihak panitia tentang apa sebenrnya yang terjadi, di situ baru kami tahu jawabannya.
Ternyata KABAMSU tidak menampilkan
bernyanyi, kedua-dua yang kita tampilankan hanya menari saja, semenata itu
penampilan bernyanyi
tersebut menjadi penilaian tersendiri bagi juri,
dari pemaparan persentase poin dengan
beberapa organisasi daerah lain yang menjadi pemenang waktu itu hanya berbeda beberapa
angka saja.
Tetapi
setelah kejadian itu, saya sempat marah-marah bersama kawan- kawan
yang lain kepada
panitia, karena merasa
tidak adil dengan keputusan yang telah di tentukan baik
pihak juri ataupun
panitia. Karena satu sisi
kita merasa sudah maksimal dan sebaik mungkin mengikuti acara tersebut
dan bahkan kita
mampu membuat semua
orang yang ada di sekitar tempat itu mampu kita
buat mereka menari bersama kia(manortor) semenatara dari penampilan yang lain
tidak ada yang seperti itu.
Dari kejadian itu dapat diambil
pembelajaran untuk kedepan, bagaiaman sebelum kita ingin mengikuti sesuatu
pastikan dulu apa yang menjadi aturan main dan ketentuan yang mereka canangkan,
supaya tidak ada kesalah pahaman dan kekecewaan dari masing-masning pihak.
Dari kejadian itu sebenarnya sudah
banyak kita dapatkan manfaatnya, salah satunya adalah tanpa kita sadari nama
kita sudah semakin terkenal di mata masyarakat umum termasuk di lingkungan UIN
SGD Bnadung, juga tanpa kita sadari bahwa kita telah mampu mengenalkan adat dan
budaya daerah kita di mata mereka (di tanah pasundan), secara spontan mereka
telah tahu apa itu ulos, apa itu manortor, dan siapa itu orang sumatera utara.
Oleh sebab itu saya rasa kita tidak usah menangisi yangtelah berlalu, jadikanlah
itu sebagai pelajaran untuk masa dan kesempatan kedepan untuk lebih baik lagi.

![]() |
23 Desember 2017 di depan aula anwar musadad dalam acara
pentas seni
budaya daerah
yang di adakan oleh saintek
19.
STRUKTUR ORGANISASI
Sturuktur
Organisasi Keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara
( KABAMSU) Universitas Islam Negeri
Sunan Gunung Djati
Bandung Periode 2017-2018
Pembina : Dr.H.Reza Pahlevi Dalimunthe,Lc,M.Ag. Penasehat I : Muslim Siregar
Penasehat II :
Hulaimi Siregar
Ketua Umum :
Habibunnas
Sekretaris
Umum : Aprida Mayasari Nasution Bendahara Umum : Kesuma Dana Novia Siregar
Bidang Pengembangan Aparatur Organisasi ( PAO)
1.Joni Iskandar
2. Satriana Endang
Siregar 3.Damean Rambe
4.Ade
Sara Huzaifah Purba 5.Ega Hidayani
6. Ihsan Diapari Nasution
7. Farhan Auliya Hasibuan
8.
Nabila
Ivani Daulay
9.
Tantawi
Azhar Nasution
10.
Ayu
Lara Santi
11.
Heru
Salim Nasution
Bidang
Pengembangan Intelektual (PI) 1.M.Alfin
2.Ilham
Kumala Simanjuntak 3.Fitroh Nasution 4.Saraswati
5.Agung
Arinanda 6.Alliya Shauma Raffiu
7.
Fizri Mawaddah
8. M. Chaidir
9. Said Hafizham
10. M. Agung Prasetyo
Bidang
Pers (Humas) 1.Irwan Syahputra 2.Mifta Khairoh
Rambe
3.Lidya
Nurhasanah Nasution 4.Jhon Michael Siregar
5.
M.
Khaidir Sufi Lubis
6. Sarifah Hanum Pasaribu
7. Rahmayani Malik
8.
Nasrun Silalahi Bidang Seni dan
Daerah 1.Maisaroh Ritonga 2.Siti Nurjannah 3.Solida
4.
Harrival
Iswal Fauzi Rinfa
5. Nur Hikmah Sormin
6. Yenni Aprilia
7. Ahsanul Fuad Hutagalung
8. Rahmalemta
9.
Rizka
Ania Rahmi
Bidang
Kewirausahaan 1.Syahroini Aznian Ritonga 2.Nurhidayah Lubis 3.Faisal Azmi
4.
Arifin
Ahmad Siregar
5. Anggina Situmorang
6. Vini Yolanda
7. Septi Asih
8.
Sarah Syakira
Bidang Olahraga
1.Samsul
Bahri Hasibuan 2.Agus Salim Siregar 3.Zikri Pulungan
4.
Akbar
Nikmal Hamdi Nasution
5. Farlita
Ardiyanti Rangkuti
6. M. Azizi Al-Fuadi Dalimunthe
7. M.Islah Siregar
8. Nurul Rafidah Harahap
9.
Chairil
Akmal Hia
Tentang
Penulis :
Habibunnas atau biasa
di kenal anas, adalah seorang anak kelahiran Kampung Joring, 01 September 1994,
kelurahan Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang,
Kabupaten
Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Ayahnya Yarman
Jambak, adalah seorang saudagar berdarah Minangkabau berasal dari Padang
Pariaman. Ibunya Rosida siregar, adalah seorang wanita berdarah Batak dari
tapanuli.
Anak nomor 6 dari 7 bersaudara ini,
pernah sekolah di SDN (koto sawah) Ujung Gading,
lalu melanjutkan pendidikan di
pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal (Sumatera Utara),
kemudian pindah ke SMP IT DH
Pasaman Barat, baru sekolah ke MAN
(Madrasah Aliyah Negeri) 1 Kota Padang, sempat mengenyam pendidikan di daerah
timur tengah beberapa bulan tepatnya di negeri yaman, karena ada konflik negara
tersebut akhirnya beliau di pulangkan ke tanah
air.
Sekarang ia sedang menempuh
pendidikan S1 di Universitas Islam
Negeri Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Ahwal Syakhsiyah (Hukum Keluarga)
semester VI.
Selain sibuk mengerjakan tugas
kuliah, beliau juga pernah mengikuti berbagai organisasi baik di internalisasi
maupun ekternalisasi kampus, seperti HMI, LDM, KMM dll.
Selain itu beliau juga adalah sebagai
penggagas dan pendiri organisasi daerah KABAMSU
(Keluarga Besar Mahasiswa Sumatera Utara)
Uin Sgd Bandung, sekaligus sebagai ketua umum perdana periode 2017-
2018.
















Komentar
Posting Komentar