Cerita Sebelum Lupa
DAFTAR ISI
Cerita sebelum lupa
Pengantar
kata……………………………………………………… 4
Sebelum
Sekolah…………………………………………………… 5
Sepeda
Tulang ……………………………………………… 8
Sekolah
Dasar……………………………………………………… 11
Musthafawiyah
Purba Baru…………………………………............ 14
Smp IT Darul Hikmah…………………………………………....... 17
MAN
1 Padang…………………………………………………….. 19
Aden
(Yemenia)……………………………………………............ 23
Alamatus
sa’ah…………………………………………………….. 27
Apalah
Artinya Sebuah Nama………………………………........... 31
Kembali
Ke Kampung Joring …………………………………....... 33
Pasport……………………………………………………………... 37
TKP………………………………………………………………… 41
Tembak-Tembak-an ……………………………………………….. 45
Mission
Impossible………………………………………………… 55
Pasrah
Tapi Tak Rela ………………………………………………. 59
Sejarah
Singkat Syi’ah Houthi ……………………………….......... 66
Si
Adu Domba ……………………………………………………... 70
Ahwal
Syakhsiyah …………………………………………………. 73
Aku
dan KABAMSU ………………………………………………. 75
Pemimpin
Oleh Pemimpi ………………………………………....... 77
Judulnya
Tsunami …………………………………………………... 79
Demam
Bola (Sebuah Fiksi) ……………………………………...... 81
Anak
SMK VS Anak MAN ………………………………………... 84
Tentang
Penulis …………………………………………………….. 91
Bolak…. boti takkok do
da amang….
gunung di pasaman…
mangurereng ho amang tu rura-rura
ambubu tu ambubu amang pardalananmu
hancit maccai loja do amang sitaononmu
Nalao pajonjongkon au anakkon mon
gunung di pasaman…
mangurereng ho amang tu rura-rura
ambubu tu ambubu amang pardalananmu
hancit maccai loja do amang sitaononmu
Nalao pajonjongkon au anakkon mon
Dao … boti bidang do da
inang…
dataran di pasaman…
unduk unduk maho inang makkais lokko-lokko i
lndadong parsilonggoman tu tappar mataniari
na lao mangharoppon martitel anak mon
buni do ho inang dihalojaon mi
dataran di pasaman…
unduk unduk maho inang makkais lokko-lokko i
lndadong parsilonggoman tu tappar mataniari
na lao mangharoppon martitel anak mon
buni do ho inang dihalojaon mi
Gogo mi ma da amang
panginjang pikiranku
doa mi ma da inang…
tondi ni sumangotku
burju do au amang di kota bandung on
lao mandapotkon sarjanakku
huingot do sude na da inang
akka sipoda-podamu..
doa mi ma da inang…
tondi ni sumangotku
burju do au amang di kota bandung on
lao mandapotkon sarjanakku
huingot do sude na da inang
akka sipoda-podamu..
Cip:Top
simamora
Pengantar kata
Al-hamdulillah
puji syukur kepada Allah SWT, yang telah banyak memberikan nikmat, karunia dan
hidayahnya. Shalawat
dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda nabi Muhammad SAW, Semoga kita mendapatkan syafa’atnya di akhirat kelak... Aminn ya rabbal alamin.
Setelah
jungkir balik ke sana sini, Tenggelam hampir tak mampu bangkit lagi, mati yang
tak jadi seolah tanah yang belum siap menerimanya Alhamdulillah buku ini siap
juga.
Dari
dulu memang saya punya niat untuk menulis dan bahkan ingin menjadi seorang
penulis seperti andrea hirata dan saya mengidolakannya, tetapi setiap saya mau
menulis saya tidak tahu harus memulai dari mana. Hingga pada akhirnya keinginan
menulis hanyalah sebuah angan-angan belaka, hingga pada akhirnya terbuai dengan
kehidupan yang serba khayalan, hingga pada akhirnya tak satu hurup-pun yang
tertulis.
Di
sini saya sadar betapa pentingnya untuk menulis sebab sudah berapa banyak
moment yang sudah kita buang, berapa banyak orang-orang yang sudah kita
lupakan, berapa banyak kenangan indah yang kita
abaikan...? selagi masih ada kesempatan maka menulislah...! selagi darah masih mengalir maka
menulislah..! selagi
nyawa masih di kandung badan maka menulislah...!
Buku
ini saya hadiahkan kepda kedua orang tua saya, terima kasih saya ucapkan kepada
ibu saya Rosida Siregar yang telah berjuang keras selama ini untuk menyekolah
kami, semoga ibu sehat selalu, murah rezeki dan diberikan Allah umur yang
panjang, tak lupa juga kepada ayah saya (Alm)
yarman yang telah menafkahi kami selama ini semoga amal ibadah yang ayah
kerjakan selama ini di terima oleh Allah SWT. Amiin ya rabbal alamin...
Di
dalam buku ini pasti sangat banyak kesalah sana sini, sangat saya harapkan kritikan,
saran dan masukannya untuk kesempurnaan buku ini.
Selain
sebagai aplikasi moment dalam hidup saya semoga dapat bermanfaat dan menjadi
bahan motivasi buat siapapun yang membaca.Amiin
Bandung, 19 Oktober 2015
Habibunnas
SEBELUM SEKOLAH
Saya
lahir di kampung joring, desa koto
sawah, kelurahan Ujung Gading, kecamatan lembah melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi
Sumatera Barat,
Negara
Indonesia.
Sejak
lahir ke dunia ini sudah berapa moment yang kita lalui, sudah berapa waktu yang
kita buang, dan sudah berapa banyak nikmat tuhan yang kita dustai?
Banyak yang tidak kita ingat peristiwa
apa saja yang pernah terjadi dalam kehidupan kita dan lupa sia-sia, termasuk
mungkin saya, banyak moment-moment penting yang terjadi di dalam perjalanan
hidup ini dan sebagian sudah banyak yang terlupakan “Oleh sebab itu saya menulis”
Pertama
saya bercerita saat saya masih kecil sekali saya tidak tahu umur berapa tahun.
Yang paling saya ingat adalah ketika masih kecil saya sering di bawa ibu ke
kebun,sawah dan ladang. Begitu juga dengan ayah, beliau sering membawa saya
naik ksepeda ontanya atau orang kampung saya menyebutnya kareta jantan karena semasa saya jenis sepeda seperti ini masih
banyak di temukan dan bahkan menjadi kenderaan idola masyarakat kemanapun
hendak pergi.
Ayah
dan ibu sangat sayang kepada saya dan hampir kemana pun mereka pergi mereka
sangat suka memabawaku kemana-mana. Ayah selain suka memabawa saya ke
sawah,kebun dan ladang, ayah paling suka memabawa saya ke warung kopi selain
minum kopi ayah juga sering memperkenalkan kepada teman-teman sebayanya dan tak
jarang saya sebagai bahan candaan.
Tak
kalah penting juga ibu karena sebenarnya saya dan bahkan kami 7 bersaudara
lebih akrab kepada ibu daripada ayah, ibu paling sering membawa saya ke rumah
saudara atau teman-teman ibu sendiri, biasanya
saya di bawa dan sering di bicarakan adalah ada istilah di kampung saya namanya
marsialap ari atau bahasa indonesianya
menjemput hari contohnya begini : hari ini ibu saya bekerja di sawah ibu
fadilah menanam padi, maka besok ibu fadilah yg bekerja di sawah ibu saya tanpa
mempersoalkan gaji,upah ataupun sebagainya lagi tergantung kesepakan berapa
hari untuk marsialap ari.[1]
Dan budaya seperti ini masih melekat dan di lestarikan di daerah saya.
Ibu
saya sebenarnya lebih berpengaruh besar di dalam keluarga kami karena selain
ibu rumah tangga boleh di katakan ibu
juga lebih aktif dari pada ayah karena ayah sejak lama punya masalah penyakit
yang di deritanya. Di sisi lain
ibu juga orangnya pekerja keras dan lebih cerewet di bandingkan ayah, tapi
bagaimanapun juga kedua orang tua saya adalah is the best daripada
segalanya. Begitupun juga saya yakin kepada kita semua siapapun itu pasti
bagaimanapun keadaan orang tua tetap orang tua yang terbaik kini nanti dan
selamanya. Semoga orang tua kita semua sehat-sehat saja di berikan Allah rezeki
yang banyak dan di berikan umur yang panjang.Amiin
Hal
lain yang tidak bisa saya lupakan dari ibu yaitu setiap hari senin adalah hari
pasar di daerah kami yaitu pasar ujung gading. Selama ini saya selalu dekat
dengan ibu dan bahkan hampir tidak pernah ada jarak sedikit pun saya dengan ibu
selalu dalam pangkuan ibu.
Suatu
hari pas hari senin saya terkejut ibu pergi naik mobil yang biasa datang di
hari senin khusus menjemput orang-orang yang hendak pergi ke pasar, karena
memang lokasi pasar yang lumayan jauh -+ 10 km dari rumah kami.
Ceritanya
begini ketika saya asiyk di berikan
mainan oleh kakak dan memang sepertinya sengaja di buat agar saya terlena
dengan mainan saya, supaya ibu bisa pergi tanpa sepengetahuan saya sebab kalau
saya tahu ibu mau pergi maka saya akan nangis yang sekuat-kuatnya. Ketika saya
bangun dan sadar dari permainan yang di berikan kepadaku, saya pun menoleh kiri-kanan depan belakang dan
saya mulai menagis, Semabari saya menangis ternyata saya masih melihat baju
yang memang biasa di pakai ibu. Tanpa basa basi saya pun mengejar ibu ke tepi
jalan yang sedang menunggu mobil datang, orang-orang di sekitar itu-pun
berteriak dan banyak berkata anak
siapa
itu...? Sembari juga kakak sambil mengejar saya, tapi tanpa memperdulikan
apapun akhirnya saya berhasil mendapatkan ibu saya dan memegang erat bajunya
sambil berkta dot au mak yang artinya
aku ikut mak.
Di
tengah itu kakak terus juga menarik saya untuk tidak ikut, orang-orang di
sekitar saya banyak karena orang-orang yang mau ke pasar biasanya lumayan
banyak-banyak karena mobil yang tersedia juga sangat minim dan jarang. Supir
mobil sudah menunggu lama dan bahkan hampir mobil tidak jadi berangkat karena
tingkah saya, pada akhirnya kakak berhasil menarik saya dan lepas dari pangkuan
ibu, teriakan dan jeritan saya-pun semakin keras dan banyak orang-orang memegang
saya untuk kembali ke rumah.
Disitulah
pertama kali saya merasa paling sedih ketika kehilangan dan berpisah dengan ibu
padahal Cuma mau ke pasarlo. Saya
tidak tahu apa yang membuat saya tidak boleh di bawa ? kalau di pikir-pikir
apalah salahnya saya di bawa ke pasar apakah karena saya masih kecil atau seperti
apa saya-pun tidak tahu jawabannya sampai sekarang.
Semasa
usia sebelum sekolah dasar tidak terlalu banyak yang sanya ingat karena selain
sibuk bermain juga pola ingat di masa-masa ini rata-rata manusia memang pola
ingatnya belum secara labil dan banyak yang lupa. Pokonya yang paling banyak
saya ingat adalah kebanyakan berada di pangkuan ibu juga sibuk bermain dengan
mainan yang di berikan, namanya juga masih bayi , iya kan hehe … Saya tidak
tahu mungkin pola ingat kawan-kawan mungkin berbeda...
Saya
anak yang ke enam dari tujuh bersaudara, mulai dari Yandra Gunawan, Eli Efrida, Eva Linda Nuri,
Dedi Wandri, Hari yandi , Habibunnas dan yang terakhir adik saya namanya Arinal
haqqi. Dari 7 orang bersaudara, dapat di katakan saya satu-satunya anak yang
paling manja sama ibu, sekaligus anak yang paling bandel dan sok jago, kenapa
saya katakan begitu, iya karena rata-rata abang-abang dan kakak saya baik-baik
di buktikan dengan banyaknya mereka menorehkan prestasi mereka mulai dari SD
sampai mereka kuliah dan wisuda.
Dalam
keluarga kami dapat di katakan merupakan keluarga yang sangat disiplin sekali,
ini semua adalah berkat ibu saya yaitu Rosida Siregar, dan juga didikan ayah
saya Yarman, sebab mereka sangat mendidik kami sangat disiplin sekali, tak
ubahnya seperti militer, salah satu contoh mengenai waktu sholat saja, semua
kami anak-anak mereka itu semua harus sholat tepat waktu, tanpa alasan apapun
baik iya yang sudah besar atau bahkan yang sudah berkeluarga, ibu tidak pernah
segan atau sungkan untuk menyuruh kami sholat, jangan coba-coab sekali-kali
untuk tidak sholat, maka sapu akan berjalan dengan sendirinya, apalagi kalau
ibu tahu kalau kita berbohong kalau kita sudah sholat, akan lebih bahaya.
Di
sisi lain kami juga tidak boleh keluar malam, kalau malam sudah menjelang kami
semua harus sholat dan sesudahnya harus membaca Al-qur’an, dan begitulah
kehidupan kami waktu kecil, tetapi dengan seperti itu saya sendiri bersykur dan
besar sekali pengaruhnya terhadap kehidupan di perantauan orang ini, kita
secara otomtis sudah terbiasa dengan kehidupan yang mandiri.
SEPEDA TULANG
Biasanya
Setiap satu kali dalam satu minggu ibu selalu membawa kami sekeluarga ke rumah
nenek yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kami, berkunjung ke rumah
nenek adalah suatu hal yang sangat kami gemari selain banyak buah-buahan yang
disana mulai dari rambutan,durian,salak dll. Karena dulunya kakek dan nenek
suka sekali menanam buah-buahan, juga sebagai ajang untuk menjalin
silaturrahmi, karena umur nenek yang juga sudah lumayan renta dan tua.
Setiap
kami datang nenek hampir selalu bercerita banyak hal pengalaman beliau, mulai
dari cerita asal mula datang dari daerah padang bolak (Sumatera Utara) sampai
ke ujung gading (Sumatera Barat), beliau sering bercerita juga bagaimana mereka
dahulu membuka kampung ini dan bercerita bagaimana perjuangan nenek membiayai
sekolah anak-anaknya dan banyak cerita lagi.
Keluarga
besar dari barisan ibu saya adalah keluarga besar Marga Siregar mereka ada
sepuluh orang kakak beradik lima laki-laki dan lima perempuan dan hampir semuanya
telah punya anak, sebab itulah rumah nenek selalu ramai di hadiri anak-anak dan
cucunya, selain sebagai bentuk kepedulian kami kepada nenek yang sudah lama di
tinggal kakek juga biasanya saling sharing
berbagi cerita dan pengalaman antara satu keluarga dengan keluarga yang
lain.
Pernah
suatu ketika sepulang dari rumah nenek saya di bawa tulang [2]
naik sepeda jantan ( ontel ) ya zamannya
memang baru itu yang ada”, untuk pulang ke rumah.
Kala
itu naik sepeda adalah kesukaan dan andalan saya berhubung juga sepeda motor
kami belum ada. Di tengah perjalanan menuju rumah tiba-tiba saya menangis histeris di atas sepeda itu.
Sentak tulang belum tahu kenapa saya menangis dan berkata,
Muado cok ...? “kenapa cok kata tulang”
Kenapa kamu menangis ?
Saya
semakin menjerit menangis,,,,
“Tulang
mulai memberhentikan sepedanya “
“Sembari melihat
saya”
Ternyata seluruh kaki
saya sudah berlumuran darah yang sangat banyak....
Di
tempat boncengan saya duduk ternyata sudah di gelumuri darah. Orang- orang di
sekitar kejadian itu satu persatu menolong dan berusaha mengambil kaki saya
yang sedang terjepit di anatara jari-jari lingkaran sepeda itu. Darahnya
semakin banyak, kalaitu saya di bawa ke puskesmas untuk di obati.
“Mungkin banyak yang bertanya kan masih
kecil emangnya sudah ingat?”
Kenapa
moment ini paling saya ingat, saya
tidak tahu waktu itu saya berumur beraapa tahun yang penting moment ini saya
ingat di benakku sebab bekas lukanya pun masih ada di kaki saya sampai sekarang “tepat di kaki kanan paling bawah di atas mata kaki”.
Sekarang
kita beralih cerita, Saya cerita sedikit tentang lebaran, terbayang bagaimana
serunya dan banyaknya sudah dari barisan ibu saya 10 orang kakak beradik, dan
mereka semua sudah punya anak, apalagi di tambah apabila keluarga dari barisan
ayah saya ikut juga berkumpul wah
sungguh luar biasa dan ramai sekali, karena jumlah dari barisan ayah saya lebih
banyak lagi yaitu 12 orang kakak beradik. Kebayang
kan gimana banyaknya...
Siapapun
itu lebaran pasti sangat bahagia karena orang-orang jauh yang merantau yang
jarang pulang kampung atau tidak pernah sama sekali datang pasti kita sangat
merindukan kedatangannya. Begitulah tulang saya ( paman) yang nomor satu dari
barisan keluarga ibu setiap lebaran pasti kami keluarga besarnya (marga
Siregar) di kampung selalu menanti kehadirannya, sebab selain beliau jarang
pulang juga beliau sudah dapat di katakan orang yang sudah mapan di rantau
orang hingga setiap beliau pulang beliau selalu banyak membawa oleh-oleh dan
memberi kami THR lebaran.
Nama
tulang saya Arifin Siregar, Setiap Kedatangannya selain banyak bercerita
sejarah beliau selalu mengajak seluruh keluarga dari barisan nenek setiap
selesai shalat idul fitry untuk menjiarahi kuburan kakek dan setiap beliau
datang ke sana beliau selalu menangis. Kebiasaan lainnya adalah beliau selalu
berpesan agar tanah tempat kuburan sekarang supaya jangan ada yang menjualnya
dan belaiu juga mengingatkan kalau masing-masing dari mereka meninggal dunia
agar kuburannya saling berdekatan antara satu sama lain karena tanah pemakaman
yang di gunakan adalah tanah orang tua saya bukan pemakaman umum. Pesan lain
yang selalu beliau ingatkan adalah rumah yang di tempati nenek sekarang agar
jangan ada yang merubahnya apalagi untuk menjualnya, sebab bentuk rumah yang di
gunakan selain unik juga banyak menyimpan nilai-nilai sejarah.
Menurut
saya beliu adalah sosok yang kharismatik selain punya pengalaman banyak, wawasan luas, juga sangat pandai berbicara di
depan orang banyak.
Barisan
keluarga dari ayah saya juga tak kalah luar biasanya, kalau keluarga dari
barisan ayah saya mereka berasal dari padang pariaman dan bersuku jambak. Peran
kakek dari barisan ayah saya ini juga tak kalah penting dalam membuka kampung
kami (Kampung Joring) bahkan dari masa ke masa kakek saya dari barisan ayah ini
selalu di jadikan sebagai ninik mamak ( penghulu kampung ) dan sampai sekarang
pun anak-anaknya masih menggantikan posisinya.
Jumlah
perkumpulan dari barisan keluarga ayah ini selain dengan jumlah yang banyak
juga hampir sama dengan keluarga barisan ibu saya. Lebaran juga adalah moment
penting keluarga besar ini saling berbagi cerita, berbagi pengalaman dan saling
menjalin silaturrahmi antara satu sama lain. Kalau lagi lebaran saya biasanya
banyak makan-makan kue yang di sajikan yang paling saya suka dalah kue
ulame,kobang loyang dan lomang. Juga tak kalah asiyik adalah uang THR yang di
berikan, uang thr biasanya selain saya beli untuk beli makanan juga saya
belikan pistol mainan karena lebaran biasanya senjata ini seolah-olah harus di
miliki anak-anak di kampung saya.
Tapi
sekarang tidak seindah dulu lagi kawan, saya tidak tahu apa hal penyebanya
akhir-akhir ini kedua perkumpulan keluarga besar ini jarang sekali
kumpul-kumpul dan menjalin silaturrahmi, kalau saya lihat bukan hanya dari
barisan keluarga besar saya saja, tapi dari keluarga besar orang lain juga dan
masyarakat indonesia pada umunya, rasa kekeluargaannya sudah sangat renggang
sekali, Salah satu penyebanya adalah setelah kakek dan nenek dari kedua barisan
keluarga ini sudah meninggal dunia dan sudah tidak ada lagi yang menggerakkan
untuk berkumpul dan mejalin sialturahmi antara satu sama lain, di tambah juga
di bawa-bawa oleh perkembangan zman yang semakin individualistik, hedonis dan mementingkan
diri sendiri daripada kepentingan bersama dan pasti nilai-nilai kebudayaan yang
dari dulu kental sekarang sudah sangat longgar sekali dan bahkan tidak pernah
di terapkan lagi.
Rata-rata
mulainya ada sebuah kelonggran itu sejak tahun 2014 dan seterusnya di tambah
juga da beberapa faktor konflik antara satu keluarga dan keluarga lainnya.
Di
sisi lain adanya sebuah interfensi dari aspek perkembangan pengaruh arus
globalisasi mulai berkembangnya teknologi menjadikan generasi muda itu sudah
tidak peduli dengan lingkungannya, keluarganya dan bahkan tidak peduli dengan
dirinya sendiri.
Di
sisi lain juga kurangnya pengawasan dari orang tua terhadap anak-anaknya,
sehingga kelonggaran yang di beriakn justru berdampak pada pengaruh negatif dari
internalisasi itu sendiri dan juga ekternaklisasi dari pergaulan bebas, di
buktikan banyaknya anak-anak muda yang suka minum-minum, main judi dan memakai
narkoba, dahulu dapat di katakan jenis-jenis yang seperti ini sifatnya masih
tersembunyi-sembunyi tetapi sekrang ini hal tersebut bukan lagi sebuah aip tapi
justru sudah menjadi trend dan seolah menjadi hal yang sudah biasa saja.
Sekejam
itulah perkembangan dan pengaruh globalisasi sekarang tergantung pandai-pandai
kita memilah dan mimilih. Boleh menerima pengaruh dari luar tapi yang positif
saja dan sekedarnya saja agar nilai, budaya, dan adat yang kita punya sendiri
tetap juga kita jaga dan kita lestarikan.
SEKOLAH DASAR
Meranjak
usia tujuh tahun saya mau di sekolahkan ibu untuk masuk SD “di sini saya baru ingat umur saya”,
karena teman-teman seumuran saya rata-rata sudah masuk sekolah dasar. Jarak
sekolah dengan rumah saya -+ 1 km dan rata-rata semua berjalan kaki karena kalau
untuk mengantarkan kami adalah hal yang mustahil pada zaman saya. Kenapa ? Karena
pada rata-ratanya ibu-ibu di kampung saya masih memasak dan mempersiapkan bekal
juga untuk mau di bawa ke sawah, Sedangkan orang tua laki-laki pagi-pagi
bisanya di warung kopi sambil menikmati siaran TV biar gk di bilang ketinggalan
informasi gitu ....
Masa
kecil saya waktu Sekolah dasar ini seolah–olah saya sengaja di jauhkan dari ibu
dan di biarkan untuk hidup lebih mandiri. Walaupun setiap kali saya mau
berangkat ke sekolah ibu selalu berpesan untuk hati-hati di jalan rajin-rajin
belajar dan pesan yang terakhir yang tak kalah penting adalah kalau sudah
pulang dari sekolah jangan lupa untuk datang ke sawah/ladang/kebun nanti ya nak
“kata ibu”...
Hari
Pertama sekolah saya paling ingat ketika saya datang ke sekolah itu saya
menemukan orang yang sedang bermain volly. Saya mendapatkan mereka melihat dan
sibuk melihat yang sedang bermain volly. Ditengah keasikan saya hampir lupa
tujuan saya ke sekolah. Ketika saya sadar saya melihat tema-teman saya sudah
hilang ntah kemana mereka menghilang,
saya-pun mencari mereka dan ternyata mereka sudah berda di dalam kelas. Saya
terkejut dan merasa takut karena hari itu adalah hari pertama saya melihat guru
di sekolah. Satu persatu saya melihat orang-orang maju ke depan kelas, sambil
menyebutkan nama mereka dan alamat mereka.
Ditengah
perkenalan tersebut ada hal aneh yang tidak biasanya saya pandang yaitu ada
salah satu siswa yang maju ke depan sambil menangis dan kencing di celananya.
Rasa was-was dan cemas sayapun semakin menjadi-jadi, tak lama kemudian ibu guru
itu pun menunjuk saya dan menyuruh saya untuk memperkenalkan diri, tapi syukurnya
Alhamdulillah saya tidak sampai menangis dan kencing di dalam celana.
Hari-haripun
saya lalui untuk sekolah ini walaupun pada umumnya saya lebih banyak teringat
ketika bermain-main dengan teman-teman sekolah, “Saya rasa kalian juga seperti
itu “
Semasa
saya sekolah saya lebih banyak aktif bermain-main daripada di dalam kelas. Saya
lebih banyak ikut bermain dengan teman-teman dan sangat banyak model-model
permainan yang saya sukai seperti main kelereng, main karet, main gambar, main petak umpat, dan banyak lagi, Karena memang saya sebelumnya tidak
sekolah TK/Paud karena memang
juga
belum ada TK/Paud di kampung saya waktu itu.
Permainan
semasa kecil sungguh banyak sekali kita temukan dan rata-rata sistem permainan
yang saya jumpai di daerah kampung saya sifatnya musiman seperti permainan
layang-layang itu musimnya ketika siap panen padi, karena para petani baru siap
panen dan biasanya lahan pemotongan padi tersebut di jadikan sebagai arena
bermain layang-layang dan Permainan meriam bambu ketika bulan puasa ramadhan,
sebab pada bulan ramadhan ini masyarakat biasanya banyak memanfaatkan bambu,
bambu tersebut selain sebagai obor pada malam hari kami juga biasanaya
memanfaatkannya sebagai meriam bambu, serta banyak lagi macam-macam permainan yang
sifatnya berdasarkan musiman.
Disela-sela
istirahat sekolah biasanya kalau saya dan teman-teman yang lain itu main bola
di tengah lapangan sekolah. Biasanya bola yang kami gunakan adalah bola kaki
yang di curi di sekolah atau kalau tidak bola yang sengaja di beli oleh salah
seorang teman kami. Tidak peduli cuaca panas, tidak di hiraukan baju merah
putih yang kotor, tidak di hiraukan larangan dari guru-guru untuk tidak bermain
bola tapi kami tetap bermain bola bahkan tidak jarang kaca-kaca pentilasi jendela
sekolah ikut pecah kami buat.
Didalam
kelas saya biasanya tidak terlalu banyak mengikuti kegiatan karena selain saya
anaknya agak pendiam saya juga tidak terlalu suka belajar dan saya lebih banyak
aktif di luar kelas dari pada di dalam kelas.
Pulang
sekolah biasanya kami tidak langsung ke rumah kami biasanya pergi ke
ladang-ladang milik orang, karena jalan menuju ke rumah saya, kita akan banyak
menemukan sawah-sawah dan ladang yang berbagai macam jenis tumbuhan dan tanaman
yang di tanam dan bisanya kami mencuri buah-buahan atau apapun yang di temukan
di sawah dan ladang tersebut.
Ini
sebenarnya bukan kehendak saya tapi memang rata-rata teman saya tingkah dan
prilakunya seperti ini da memenag rata-rata watak dan karater orang-orang
kampung saya keras dan extrim. Tetapi walaupun begitu saya senang berteman
dengan mereka dan saya banyak mandapatkan pengalaman dari mereka, tidak jarang
kami di kejar-kejar oleh orang yang punya kebun akan tingkah kami bahkan orang
tua kami harus berurusan dengan yang punya kebun.
Pernah
suatu kejadian selepas pulang sekolah saya dan teman-teman melihat makan buah
semangka di ladang petani yang tidak kami tidak tahu milik siapa, ditengah ke-
asikan kami memakan semangka di pondok tempat persinggahan sambil menikmati
angin sepoi-sepoi tiba-tiba datang orang yang punya kebun itu, tiba-tiba datang
sambil membawa parang. Satu persatu-pun kami pontang panting berlari tak tau
arah dan tujuan, yang aku ingat waktu itu saya masih sempat membawa satu buah
semangka yang lumayan berukuran besar sambil di bawa berlari kencang. Dan masih
banyak lagi sebenanrnya kejadian yang saya alamai tapi saya sudah lupa-lupa
ingat.
Pulang
sekolah saya jarang sekali di rumah biasanya Cuma ganti seragam sekolah makan
dan main lagi atau pergi ke sawah atau kebun untuk membantu orang tua, kalau
saya pergi ke sawah/ladang bisanya saya ikut menolong orang tua berdasarkan
letak atau ladang/sawah yang sedang apa di tanami.
Kalau
lagi musim menanam padi biasnya saya ikut juga menanam padi. Tapi yang paling
saya suka adalah ketika panen padi selain semua kakak2,abang2 dan orang tua
ikut semua ke sawah di sana juga saya biasanya ikut naik ke atas tumpukan padi
yang baru dipotong lalu loncat-loncat dari atas ke bawah. Tak jarang juga saya
ikut mengantarkkan padi yang sudah di panen dari sawah ke rumah karena jaraknya
lumayan jauh.
Kalau
seandainya lagi musim jeruk saya bisanya menolong ayah menyemprot hama atau
rumputnya menggunakan mesin semprot yang pakai selang besar lalu di seret-seret
dari satu pohon jeruk ke pohon yang lain. Tak kalah serunya juga ketika panen
jeruk, saya dan teman-teman sengaja di
ajak ayah untuk ikut panen dan nanti akan di kasih uang. Masa-masa ini adalah
era yang paling bahahgia bagi kami selain jeruk di daerah kami memang
mani-manis kuning dan lumayan besar-besar kami juga berkesempatan makan jeruk
dengan sepuasnya, juga dapat di katakan dengan keberadaan kebun jeruk ini sudah
banyak sekali mengantarkan kami perubahan dan kakak serta abang saya hingga
mereka bisa melanjutkan kuliah mereka.
Semasa
kecil saya di hiasi banyak permainan juga dan permainanya jauh berbeda dengan
anak-anak jaman sekarang (zaman now) yang Semua
Permainan saya suka kecuali main meriam bambu kenapa tidak saya suka
karena pernah suatu hari ketika kami sedang bermain yang terbuat dari bambu
yang di libangi di tengahnya ini, kemudian di letakkan minyak tanah di dalamnya
kemudian di tiup sembari menggunakan api kemudian nanti akan meledak dengan
suara yang sangat keras dan bisanya di ujung bambu di letakkan sesuatu
seolah-seolah seperti peluru.
Nah, ketika itu kami istilahnya main
perang-perangn ni, satu persatu kawan-kawan saya meniup lobang bambu yang telah
di sediakan dan meletakkan api ke dalam lobang tersebut...
Satu
per satu Suaranya pun mulai menggeletar
Bummm/...Boommm.....Bbmmmm.......
Ditengah
keasikan saya dan kawan-kawan yang lain saling menyerang antara atu sama lain, tiba-tiba
ketika giliran saya yang meniup lobang meriam tersebut tiba-tiba apinya
menyambar dari dalam lobang dan membakar wajah saya. Saya-pun menjerit sambil
menangis dan meminta tolong kepada kawan-kawan saya tapi apa boleh buat karena
kami jauh dari kampung jadi saya tidak terlalu banyak di berikan pertolongan, hingga
pada akhirnya kami pulang ke rumah. “Itulah sebebnya permainan ini tidak saya
suka”
MUSTHAFAWIYAH PURBA BARU
Setelah
tam’at sekolah dasar pada tahun 2006 saya melanjutkan sekolah ke pesantren
mustafawiyah purba baru di kabupaten Mandailing Natal, Propinsi Sumatera Utara.
Sebelumnya ibu pernah menanyakan kepada saya “kalau sudah tamat dari SD kamu mau
nyambung kemana kata ibu...?” ketika itu saya belum tau mau ke mana dan
fokusnya kemana karena memang juga tidak ada paksaan dari orang tua harus sekolah ke sini atau
ke situ. Berbagai hal pertimbngan juga saya ingin sekolah ke pesantren terkenal
dan terbesar ke dua di indonesia ini salah satunya :
1. karena
di pesantren ini sudah ada abangku yang sedang sekolah sudah kelas 4 atau
setingkat keas 1 SMA di sana.
2. Latar
belakang pesantrenku lumayan signifikan, sebab sebelumnya saya ikut madrasah
diniah awaliya atau setara dengan TPA dari kelas dua SD sampai kelas enam SD
3. Memang
ada niat dan cita-cita ingin menjadi ulama, karena sering mendengar
cerita-cerita nabi dan shabat nabi ketika MDA/TPA.
4. Keinginna
ibu agar saya tidak terpengaruh terhadap lingkungan yang bebas
Saya
rasa empat alasan inilah yang paling mendominasi alasan saya ingin sekolah di
purba baru.
Satu
hari sebelum hari keberangkatan saya masih ingat ketika itu kami masih memikat
burung di sawah. Dan hampir saya tidak tahu kalau besoknya adalah hari
keberangkatan dan saya pun masih santai-santai saja. Sore menjelang malam saya
sampai ke rumah saya terkejut tiba-tiba ibu memarahi saya tanpa sedikitpun basa
basi
Kamu dari mana ...?
Kamu
gk taukalau besok itu kamu mau berangkat ke purba ..?
“Gk tau bu”....
Jawab saya, “sambil menundukkan kepala”
Karena
memang dari jauh hari saya tahu kalau saya sudah fixsassi akan berangkat ke
sana tapi hari dan tanggalnya saya tidak tahu.
Ke-esokan
harinya kami-pun
berangkat naik mobil family di temani ibu,
adik
dan sepupu saya. Di perjalanan saya tida terlau banyak tahu sebab waktu itu
saya lagi muntah mabuk perjalanan lagi pula ini adalah perjalanan jauh pertama
dalam hidup saya.
Sesampainya
di pesantren mustafawiyah purba baru itu sore hari menjelang makrib, “Karena
memang biasanya jaraknya dari kampung saya -+ satu harianlah”, Saya dikejutkan
melihat tempat tinggal abang saya walaupun sebelumnya ada bocoran kalau anak
purba itu tinggalnya di dalam pondok gubuk kecil. Kurang lebih berukuran 2x3
dan hanya di lapisi tikar untuk tempat tidur.
Kedatangan
kami di sambut hangat dan penuh kegembraan oleh abang saya nomor lima yaitu
abang Hari yandi
atau biasa dipanggil abang andi.
Pagi
harinya Bang andi mengajak kami mandi ke sungai aek singolot yaitu sungai satu
satunya yang airnya sangat pekat dan sangkin pekatnya di dalam sungai ini tidak
ada ikannya. Konon katanya sungai ini sengaja di do’akan oleh tuan guru
ayahanda Mustofa Husein Nasution sebagai pendiri pondok pesantren ini agar
santrinya tidak terlena untuk memancing di sungai hingga lupa untuk belajar.
Setelah
saya puas mandi di sungai ini saya pun kembali ke gubuk abang saya yang tidak
terlalu jauh dari sungai, sembari makan siang ibu pun bercerita kalau sore
nanti ibu adik dan sepupu saya akan pulang kembali ke kampung. Mendengar cerita
ibu saya-pun
merasa sedih dan hampir menangis.Tak lama kemudian sore-pun hampir menjelang
sambil menunggu bus yang biassanya lewat jam 3 atau jam 4 dari arah padang
sidimpuan tujuan ujung gading.[3]
Ketika
mobilnya datang ibu-pun naik ke atas mobil saya-pun menangis tersedu sedu sambil mengejar
mobil yang di naiki ibu. Tak lama kemudian abang-pun membawa saya ke pondok dan
memberikan saya motivasi untuk belajar hidupa mandiri.
Hari
hari-pun saya lalui di pesantren ini walau hidup di gubuk tetapi pola
pengawasan dari senior sangatlah disiplin dan tegas. Selain sebagai bentuk
kaderisasi dari re-generasi juga sebagai bentuk mendidik pribadi santri yang di
siplin. Setiap malam kami belajar.
Pertama-tama
bagi santri baru akan di kenalkan untuk belajar aljurmiah (nahwu) sebagai ajang
langkah untuk bisa belajar kitab kuning. Di pesantren ini saya lumayan banyak
hafal kitap-kitap seperti kitab aljurmiah, kitab arba’in nawawiyah dan
kitab-kitab lainnya.
Dari
kelas satu saya sangat di siplin sekolah dan banyak ilmu yang saya dapatkan. Di
pesantren ini hampir tidak saya kenal main-main karena selain kami terus di
bina untuk belajar orang abng-abang kami kami juga harus membagi waktu untuk
memasak, menjemput air, mencuci dan kegiatan mandiri
lainnya.
Setiap
hari selasa adalah hari libur hari libur santri biasanya kami manfaatkan selain
mencuci pakaian kami juga bermain bola di tepi sungai singolot. Walaupun
lapangannya yang penuh dengan batu, kerikil dan banyak kayu-kayu tetapi hal
seperti ini-pun sungguh suatu hal yang bahagia bagi para santri lainnya. Tidak
perlu sepatu seperti pemain bola lainnya cukup pakai kaki ayam kami sangat
bahagia, tidak perlu pakai costum seperti pemain bola aslinya kami cukup pakai
kain sarung yang di ikat di pinggang kami sangat senang, tak ketinggalan pula
peci yang selalu melekat kemanapun kami pergi. Tidak jarang di antara kami
ketika hendak pulang banyak yang cidera seperti terkilir, berdarah, patah
tulang dan sebagainya. Ya kira-kira seperti itulah hidup santri.
Kelas
satu dua dan tiga hampir saya selalu juara antara 1 sampai tiga.Di pesantren ini
saya dapat juara kelas dan saya sendiri tidak menyangka kalau saya bisa dapat
juara kelas setiap tahunnya, karena pada waktu sekolah dasar mulai dari kelas
satu SD sampai kelas enam SD sama sekai saya tidak pernah dapat juara, jangan
kan untuk juara sepuluh besarpun tidak pernah saya dapatkan, bahkan jangankan
untuk juara, justru angka merahlah yang biasanya selalu mampir di lapor saya
setiap tahunnya.
Ada
satu hal yang membuat saya tertekan dan down ketika sedang sekolah di
pesantren ini, yaitu Ketika saya di pesantren ini saya dan abang saya waktu itu
mendapat kabar kalau kakek dari ayah saya meninggal dunia, saya-pun langsung
menangis mendengar berita itu karena kakek saya ini sangat baik, hampir setiap
beliau ke pasar dia selalu membelikan makan-makan dan membagikannya kepda kami
cucu-cucunya,tak jarang juga beliau sering memberikan kami cerita-cerita
perjuangan beliau waktu beliau muda dulu dan hampir setiap hari minggu kami di
beri tugas oleh beliau untuk memungut uang kas kampung dan nanti sebagia uangnya
di berikan kepada kami, dan masih banyak lagi kebaikan beliau yang sangat luar
biasa.
Disinilah
saya merasa tertekan dan merasa kehilangan orang-orang yang saya sayangi,dan
yang paling menyedihkan lagi adalah saya dan abang saya tidak bisa pulang ke
kampung untuk melihat beliau untuk yang terakhir kalinya.
“Hari
hari pun kembali saya lalui di pesantren ini,,,”
Moment yang paling berkesan bagi saya ketika pesantren
adalah saat datangnya waktu liburan, sebab libur di pesantren kami ini kalau
ada liburan itu gk tanggung-tanggung bisa 1 bulan atau 2 bulan lebih,
kenapa bisa seperti ini, sebab selain para santrinya rumahnya pada jauh-jauh
dan rata rata berasal dari luar provinsi dan bahkan dulu katanya ada santrinya
dari malaysia juga ajang libur biasanya ketika moment mau ramadhan dan biasanya
ramadhan tersebut di jadikan sebagai ajang pengabdian kepada masyarakat. Di
sisi lain juga pertimbangan dari guru-guru kami adalah untuk lebih banyak
menolong orang tua di kampungnya masing-masing, itulah sebanya liburnya lumayan
lama.
Kelas
tiga saya tidak berlangsung lama
di pesantren ini, kurang lebih
Cuma satu bulan saya-pun
di ajak kakak saya dari kampung untuk pindah sekolah ke daerah simpang empat (ibu
kota pasaman barat) karena kakak saya kebetulan di terima sebagai guru honorer di sana. Disamping karena saya
yang masih polos di tambah juga karena saya juga masih punya rasa terlalu
tertekan oleh sitem belajar setiap malam dari senior sembari ingin menikmati
dunia luar seperti orang banyak.
Pada
tahun 2009 akhirnya sayapun pindah sekolah, padahal sebenarnya cukup menempuh
-+ 1 tahun lagi maka saya sudah jadi senior dan akan lebih bebas dari pada
kelas satu dua dan tiga. Ketika saya mau pindah saya sebenarnya merasa sedih
karena akan berpisah dengan teman-teman senasib seperjuangan, akan berpisah
dengan sekolah saya dan yang paling sedih adalah saya akan berpisah dengan guru-guru
yang saya sayangi begitupun sebaliknya banyak juga guru-guru yang kenal dan
sayang kepada saya. Memang berat juga rasanya saya mau meninggalkan pesantren
ini tetapi saya tidak tahu dan saya-pun
akhirnya pindah
sekolah
SMP IT DARUL HIKMAH
SMP
IT Darul Hikmah Adalah nama sekolah tempat saya pindah. Salah satu sekolah
perpaduan antara materi pembelajaran umum dan agama, yang terletak di simpang
tiga ophir, simpang empat, Pasaman Barat, Sekolah ini ternyata baru di bangun
satu tahun, yang seharusnya saya pindah ke sekolah ini sudah kelas 3 tingkat
SMP kini saya harus mengulang lagi kelas 2, karena memang belum ada kelas 3
nya,dan sebelumnya saya tidak tahu kalau
keberadannya seperti ini, dan mau tidak mau saya-pun harus mengulang ke kelas
dua kembali.
Hari
pertama saya masuk ke sekolah ini saya sangat ingat sekali kala itu masuk
kelas, saya malu-malu karena selain watak saya juga yang pemalu di tambah di
pesantren saya sebelumnya saya jarang bahkan tidak pernah melihat perempuan.
Tapi
justru di sekolah ini antara laki-laki dan perempuan di gabung. Saya masih
ingat ketika saya maju ke depan memperkenalkan diri saya tidak sanggup melihat
perempuan dan mereka-pun menertawakan saya.
Dan
waktu itu juga-lah aku baru mengenal manisanya pandangan pertama, cie
asiiikkk… karena memang pandangan pertama tidak akan ada duanya, pandangan
kedua menurut saya si dia sudah tidah manis lagi sebab setelah kutanya si dia
ternyata sudah ada yang punya ,,, hahaaha... nyeri hate euy mun di ingat2 mah...[4]
Mau
tidak mau di sekolah ini harus saya lalui, enak tidak enak harus saya hadapi,
karna saya tidak mau mengecewakan kakak saya terutama saya tidak mau orang tua
marah kalau saya mau pindah lagi ke pesantren musthafawiyah purba baru.
Hari
hari di SMP IT DH Pasaman Barat yang berbasis pesantren ini lumayan agak bebas
walaupun kami di tempatkan di asrama tetapi kami juga di berikan kelonggaran
untuk keluar masuk pesantren. Selain karena sekolahnya yang masih baru masih
minim pengawasan terhadap anak-anak yang menginap di asrama sehingga kami
sering keluyur malam dan main-main. Setiap teman saya mengajak untuk keluar
saya pasti mau saja, karena saya selama ini selalu di hambat untuk keluar
malam, biasanya kami keluar untuk main palystation ( ps) dan berkeluyuran tanpa
tujuan.
Jelas
jauh bertolak belakang dengan pesantren waktu di purba, disini saya merasa baru
lepas dari penjara dan menikmati kehidupan luar. Walaupun demikian kami juga
tetap banyak melakukan kegiatan-kegiatan seperti menghafal Al-qur’an karena
memang pada dasarnya sekolah ini lebih mengedepankan agar siswa siswinya banyak
yang hafal Al-Qur’an.
Aktifitas
lainnya yang paling saya suka adalah di malam hari menjelang larut malam, saya
biasanya pergi menembak ikan kalau di kampung saya biasnaya di sebut mametok
atau memburu ikan dengan besi runcing dengan cara di tembakkan. Kegiatan ini
sebenarnya di larang keras oleh pesantren karena area tempat berburu ikan itu
sendiri adalah merupakan kolam ikan milik sekolah kami, tetapi walaupun begitu
saya tetap melakukannya karena aktifitasnya di malam hari dan jarang sekali
orang mengetahuinya, tetapi juga walaupun demikian masih banyak juga
kawan-kawan yang mau menenmani saya , sebab kadang saya tidak berani keluar
sendirian di malam hari sebab lokasi sekolah ini juga dapat di katakan masih
banyak pohon-pohonnya dan masih mnim penerangan.
Murit
di sekolah ini dapat di katakan masih sangat sedikit sekali, kami yang kelas
dua waktu itu hanya sekitar 15 orang dan kebetulan juga kami adalah angkatan
pertama sekolah ini, serta adek kelas di bawah kami lumayan banyak -+ 25 orang.
Tetapi setelah kami naik
kelas tiga kami hanya tinngal 9 orang saja, tetapi walaupun sedikit dapat di
katakan kelas kami paling ribut dan sering di bilang sama guru-guru kalau kelas
kami paling ributnya.
Alhamdulillah
di sekolah ini saya mampu menghafal Al-qur’an sebanyak -+ 3 jus. Disekolah ini
saya juga pertama kali menemukan pelajaran-pelajaran umum seperti
kimia,fisika,biologi dll, yang sebenarnya pelajaran yang paling saya tidak
suka. Sering sekali saya merasa kesulitan apabila bertemu dengan makhluk
semacam ini. Kegiatan-kegiatan di pesantren ini-pun jauh bertolak bekalang
dengan apa yang saya temukan sebelumnya karena sekolah saya yang sekarang ini
lebih kepada sistem pesantren modern.
Tahun
2011 saya lulus dari sekolah ini, dari awal jumlah kami memang sangat minim
lulusan tahun kami hanya berjumlah 9 orang, diantanya adalah akrimullah mubai, ifan syafriman, lovely
humaira najah, sumayyah, mega, dewi, ayu-winda (sikembar) walupun kami sedikit
kalau ributnya di dalam kelas tak
tanggung mengalahkan ributnya pasar di simpang empat [5]....hahahaha
Saya
adalah angkatan pertama sekolah ini, tapi walaupun demikian saya sangat bangga di
sekolah ini dan banyak pengalaman yang saya daptkan, terutama bisa berteman
dengan kawan-kawan lainnya seperti tio, ifan, fadil, ikbal, aziz, hizbullah dan
lainnya. Walaupun dulu
kami sedikit tetapi kami tetap semangat belajar dan kami tidak berkecil hati
dengan keadaan jumlah kami.
Sejauh ini sekolah kami kabarnya bahwa adek-adek kami dari tahun ke tahun selalu
meningkat dan akhir-akhir ini saya mendengar sekolah ini sudah sangat
berkembang pesat mulai dari prestasi dan sudah sangat mashur di masyarakat
Pasaman Barat pada umumnya.
MAN 1 KOTA PADANG
Jauh
jauh hari sebelum hari pendaftaran saya
pertama maunya masuk di pesantren Arrisalah kota padang ”salah satu pesantren
termashur di sumatera barat” atau gk di MAN 2 padang karena kalau boleh
jujur sekolah ini menjadi favorit saya dan bertekat kuat akan masuk ke sana. Selain
sudah familiyar di mata masyarakat juga karena kualitasnya dan sekolahnya yang
bagus kata orang-orang sih...walaupun pada akhirnya saya tidak jadi
mendaftar di arrisalah karena saya telat dapat informasi.
Akhirnya
saya ikut tes masuk di sekolah Madrasah Aliyah Negeri yang ada di kota padang salah
satunya saya daftar di MAN 1, MAN 2, dan
MAN 3 kota padang. Walaupun harapan saya semoga di terima di MAN 2 padang, tetapi
harapan tidak sesuai yang di inginkan saya justru tidak di terima di MAN 2 padang, tapi jutru di terima di MAN 1 dan
Man 3 kota padang. Berbagai banyak pertimabangan saya-pun akhahirnya memilih
MAN 1 Kota padang.
Pertama sampai di kota padang saya tinggal bersama abg
dedi wandri yang merupakan anak nomor empat dari 7 orang kami bersaudara,
tinggal di rumah yang di kontrak mereka bersama sepupu kandung saya dan kakak
sepupu saya juga, di rumah ini dapat di katakan sangat ramai selain juga
rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah saya.
Sebelum
hari menjelang MOS (masa orientasi siswa) kami di suruh untuk membawa berbagai
macam aksesoris seperti pita,topi karton dll. Moment yang tidak saya lupakan
ketika itu adalah setiap siswa di suruh siapa yang memberanikan diri untuk
menampilkan bakatnya masing-masing. Saya sendiri ntah kenapa saya
mengangkat tangan, sesampainya di depan saya di suruh memperkenalkan diri dan
ditanya mau menampilkan bakat apa..? sebenarnya saya tidak ada bakat seperti
orang –orang sbelumnya ada yang bernyanyi,
menari
dan ada yang main sialat dan lain-lain. “Tiba-tiba saya maju ke depan“ Sembari
berpikir apa yang mau saya tampilakan, saya teringat karena
memang saya mengacungkan tangan hanya karena saya ingin menguji mental dan
keberanian saya. Dan akhirnya saya hanya bisa berpidato di hadapan mereka
Disekolah
ini saya mulai mengenal pergaulan agak bebas karena tidak lagi seperti
sebelum-sebelumnya dan kebebasan itu-pun seolah di berikan kepada saya karena
selain jauh dari orang tua juga tidak ada yang mengawasi saya. Yang sebelumnya
saya rajin belajar sekarang tidak lagi, yang biasanya saya rajin sholat dan
tepat waktu sekarang sudah bolong-bolong, yang biasanya menghafal Al-qur’an
sekarang sudah mulai jarang sekali. Karena memang rata-rata teman saya
orang-orangnya jahat-jahat walaupun tidak semuanya.
Dikelas
saya sudah mulai berbicara dan tidak pendiam lagi dan bahkan saya sering terlambat
ke sekolah tak jarang juga saya cabut dan melompat pagar sekolah. Sifat-sifat
bandel itu-pun hari-hari semakin menjadi-jadi pada diriku di tambah pengaruh
dari pergaulan teman-teman sekolah.
Ditengah
sifat saya yang berubah 180 derajat, dan sering melanggar aturan sekolah. Pernah
suatu hari saya tidak terlambat sekolah dan gurunya-pun sempat heran dan
berkata kepada saya “tumben kamu tidak terlambat hari ini”...
kira-kira
seperti itulah sanking nakalnya saya dulu, tapi kenakalan saya tidak terlalu
saya nampakkan dan saya selalu berusaha agar guru-guru kenal kepada saya dengan
selalu memberikan yang terbaik di mata mereka. Salah satunya dengan selalu mengerjakan
tugas yang di berikan, “walaupun orang lain yang mengerjakannya sih” juga sering bertanya dan menjawab pertanyaan
yang di berikan guru.
Prestasi
saya walaupun tidak tiga besar tetapi masih bisa saya pertahankan sepuluh
besar. Karena memang saya akui juga saya saat ini sangat pemalas dan lebih
banyak main-main yang tidak jelas arah dan tujuannya, semuanya sih karena
pergaulan sama teman-teman.
Menjekang
kelas dua saya fokuskan di jurusan ke agamaan karena memang besit saya
di sana.
Di
sini juga saya dan sebagian teman-teman membuat grup futsal yang kami beri nama
santanek (santai tapi nekat) saya-pun banyak kegiatan-kegiatan futsal
baik mengikuti turnamen atau-pun hanya sekedar sparing dengan sekolah
yang lain di kota padang.
Sebenarnya
banyak lagi moment saya waktu sekolah aliyah ini tapi rata-rata yang
bernilai negatif, saya di sini merasakan seperti di dalam sa’ir nyayian lagu
yang mengatakan tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolah tiada masa
paling indah masa-masa di sekolah dan di sinilah saya baru merasakannnya.
Terakhir
yang paling saya terkesan dan ingat sekali adalah ketika mau pulkam ( pulang kampung) dari padang ke
Pasaman Barat. Kebetulan waktu itu adalah bulan suci ramadhan dan memang kami
sudah libur juga.
Saya
pulang biasanya menggunakan sepeda motor, ketika itu motor saya masih Vega-R
warna biru.
Jadi
begini ceritanya saya pulang sendirian gk punya teman,di tengah
perjalanan sebenarnya saya sudah merasakan ada sesuatu hal yang tidak enak
timbul di benak saya, tapi karena sudah setengah perjalanan dan dan hampir
sampai di rumah, kejadiaannya di sarik simpang tiga ophir sebelum simpang empat
dari arah kota padang, Ketika itu saya melaju dengan kecepatan tinggi dari arah
padang, tak tau tiba-tiba ada seorang bapak-bapak tanpa ada arah lampu sent dan
tidak ada tanda-tanda kalau di ingin menyeberang ke arah pertamina yang
kebetulan berada disebeah kanan dari arah padang, tanpa bisa di hindari lagi
saya-pun menginjak rem secara mendadak dalam kecepatan tinggi, dan saya pun
akhirnya terguling-gulung di atas aspal tersebut, tidak banyak yang saya ingat
waktu itu kaetika saya bangun dari kesadaran ternyata orang-orang sudah banyak
menyaksikan saya yang tergeletak di pinggir jalan.
Kemudian
saya mulai mencari bapak-bapak yang tadi tapi saya tidak menemukannya, soalnya
rasa dendam saya masih ada dan ingin rasanya saya mau menghajar dia, atau
setidaknya dia mau tanggung jawab atas insiden ini, saya juga sempat menoleh ke
arah pertamnina di seberang jalan bapak-bapak yang meneyeberang tadi tidak ada.
Begitulah apa boleh buat dia menghilang tak meningglkan jejak, yang paling saya
benci ketika waktu itu adalah sebenarnya di sisi jalan itu ternyata ada seorang
polisi yang lagi enak minum kopi tapi dia tidak mau tau atas insiden apa yang
terjadi.
“Dasar ini polisi dalam benakku”
sebelumnya
saya sempat berfikir sebelum saya jatuh kecelakaan ini, “imajinasinya seperti
ini”
“Kalau sepeda motor ini saya arah
kan ke-arah Bapak itu otomatis propes perkara akan semakin panjang lagi,,,”
“Kalau saya arahkan ke arah kiri
jalan maka saya akan menabrak warung-warung di tepi jalan”, akhirnya saya rem mendadak dan
saya pun masih ingat kurang lebih tiga kali sepeda motor saya berbolak balik di
atas jalan raya.
“Sembari
orang-orang melihat saya”
“Saya menghampiri polisi yang tadi duduk di warung kopi itu,
dan
bertanya kepada polisi itu”
“Bapak
lihat tadi gak Bapak-Bapak yang menyebarang..?”
Ngak dek
...”jawabnya”
“Dan dia bertanya balik”
Emang adek dari mana tadi...?
Dari padang pak “jawab saya”
“Mau kemana kata polisi itu lagi”
Mau ke ujung gading pak
Sembari
kami sedang ngobrol jengkel dengan polisi itu tiba-tiba teman sekampung
saya namanya rudi dia datang dan menyapa saya kebetulan dia juga ada urusan
lain.
Muado ? [6]
Gmana kamu baik-baik saja..? “tanya
beliau”
Tanpa
banyak tanya dia pun membawa saya mencari rumah sakit untuk mengobati luka-luka
saya.
Rupanya
rumah sakit letaknya sangat jauh dari tempat kejadian perkara, sambil menahan
rasa pedih kami terus melanjutkan perjalanan hingga sampai di rumah sakit RSUD
jambak.
Setelah
selesai dari situ ternyata saya masih bisa membawa motor dan kami-pun
melanjutkan perjalanan ke rumah. Sesampai di rumah ternyata saya ucap salam.
Assalamualaikm
wr.wb
Wa’alaikum
salam,suara itu ternyata suara ibu sembari keluar dari kamar. Saya langsung
saja masuk dan salam tangan ibu, ternyata ibu lihat tangan dan kaki saya yang
berdarah.
Ibu pun bertanya
Kamu kenapa nak ???
Gk
ada apa-apa kog buk Cuma luka sedikit saya jatuh di jalan tadi buk,
Saya
kira ibu waktu itu akan marah besar kepada saya rupanya tidak terlalu besar
marahanya, saya tidak tahu apa karena lagi puasa ramadhan itu atau seperti apa,
saya rasa sih karena puasa karena biasanya kalau ibu marah itu sangat galak
sekali.
“Kira kira begitulah ceritanya”
Banyak
lagi cerita menarik lainnya yang saya alami di kota padang ini tetapi
kebanyakan ada mengandung unsur negatifnya dan menurut saya tidak penting untuk
di ceritakan.
Tidak
terasa-pun saya sudah kelas tiga di Sekolah Maadrasah Aliyah Negeri 1 padang
ini dan kelas tiga ini kami sudah di fokuskan untuk menghadapi ujian nasional
nantinya. Tetapi rutinitas dan kegiatan tidak jelas saya di luar tetap saya
jalankan. Dan pada akhirnya saya dan teman-teman angkatan 2014 lulus 100 %.
Setelah
saya tamat dari MAN 1 kota padang rencananya saya mau ngambil jurusan
politik di UIN syarif kasyim pekan baru dan saya sudah daftar lewat jalur
UMPTKIN dan Alhamdulillah lulus. Awalnya saya tidak tahu apa yang membaut saya
tertarik dan mengisi formulir pendaftaran jurusan ini, Tetapi di tengah itu
saya dapat tawaran dari Bapak aidia nurfitra selaku guru wali kelas saya di
kelas keagamaan. Kebetulan MAN 1 dapat jatah beasisiswa untuk ikut kuliah ke
timur tengah tepatnya di yaman yang bekerja sam dengan MAN koto baru Padang
Panjang, dengan syarat hafal Al-qur’an minimal 2 jus, kebetulan dua jus masih
saya hafal yaitu jus 30 dan 29. Saya-pun
minta pertimbangan kepada ibu dan keluarga dan pada akhirnya saya di bolehkan
ibu untuk pergi. Segala bentuk adminitrasi-pun saya urus termasuk mengurus
pasport.
Dalam
urusan pasport ini sebenarnya sudah saya
sediakan bahasan khusus karena momentnya sangat luar biasa sekali perjuangannya
bagi pengalaman hidup saya.
ADEN (YEMENIA)
Aden
adalah salah satu kota yang terletak di yaman selatan yang ibu kotanya adalah
san’a, aden merupakan tujuan saya setelah lulus sekolah Aliyah, beberapa cerita
katanya aden adalah berasal dari kata ayat Al-qur’an yang di sebutkan nama
sebuah surga yaitu surga aden, tapi itu cerita-orang-orang, kata aden berbeda
lagi kalau aden dalam bahasa minang itu artinya saya.
Sekitar
bulan september 2014 ketika itu saya masih ingat beberapa hari setelah lebaran
idul fitry, saya
dan kawan –kawan dari padang berangkat menuju jakarta dan menginap satu hari di
jakarta, kami berangkat dari indonesia menggunakan pesawat yemenia air line.
Saya
dari rumah bersama keluarga dan family kami berangkat dari rumah menggunakan
mobil yang sengaja di rental oleh ibu, di tengah perjalanan tepatnya di ulakan (pariaman)
tiba-tiba kami mendapatkan telepn dari kampung kalau tetangga di belakang rumah
kami ada yang meinggal dan kebetulan pula adalah family dekat kami juga, Istilahnya
keberangkatan saya juga dalam keadan duka di kampung halaman.
Tapi
bagaimana-pun juga saya tetap berangkat dan dia antarkan ke bandara
international minangkabau.
Sebelumnya
banyak teman-teman saya yang tidak percaya kalau saya akan ke timur tengah dan
banyak yang tercengang sebab selama ini orang-orang taunya kalau saya itu orang-nya
tidak terlalu banyak prestasi di bandingkan dengan teman-teman yang lain, di
balik itu juga guru-guru juga kebanyakan kenalnya bukan karean kepintaran yang
saya miliki tetapi karena ke bandelan dan ke-nakalan saya, percaya tidak percaya
yakin tidak yakin akhirnya saya pun sampai di negeri seribu wali Allah itu, negeri
yang gersang, panas di hiasi padang pasir.
Pas
pertama samapai di negeri yaman ini, sangat jauh sekali perbedaan hawa yang di
rasakan, di bandingkan indonesia, padahal waktu itu masih di bandara tapi
cuacanya sanagat panas sekali.
Walaupun
begitu ada satu hal yang membuat saya terkejut kepada negari yang panas, gersang, hanya di tanami batu dan padang
pasir, tapi mata uang mereka lebih tinggi
dari pada kita indonesia. Indonesia yang katanya tanah surga tongkat dan kayu
jadi tanaman tapi justru mata uang kita lebih rendah dari mereka. Ada apa gerangan ?
Sesampainya
di sana kita semua di tempatkan di asrama kurang lebih berukuran 7x8 m di huni
kurang lebih sepuluh atau dua belas orang. Mula-mula sampai di sana kami di
kasih makan khas daerah tersebut yaitu khubs ( roti ) yang di celupkan ke dalam
kuah yang bercampur kacang kedelai ( kacang buncis ) dan bawang merah atau
orang setempat menyebutnya basoliya .[7]
Makanan
itu sebenarnya tidak sesuai dengan perut kita orang indonesia yang biasa makan
nasi bahkan kalau orang indonesia kalau belum makan nasi maka itu belum dapat
di katakan makan, rasanya yang agak-agak hambar dan kuahnya yang kental saya
pun tidak terlalu tahu itu terbuat dari apa tapi walaupun demikian itulah
makannan pokok mereka, walaupun terkadang bisanya ada menu nasi hidangan yang
bisanya di temani menu ayam atau kambing tapi biasanya menu ini hanya satu kali
dalam seminggu yaitu setiap hari jumat.
Hari
jum’at adalah hari libur kami dan setiap pagi bisanya pergi ke lapangan bola di
daerah tempat itu. Kalau mau bermain bola pagi-pagi sekali kita harus sudah
berangkat sebelum matahari terbit karena kalau di sana matahari terbit saja
sudah panas sekali apalagi sampai tengah hari bisa bisa kita tidak kuat dengan
cuacanya yang sangat panas sekali biasnya cuacanya itu -+50 derajat celcius
sampai ke atas.Keseharian kita dan teman-teman memang selalu belajar dan belajar
selain dari guru-guru juga dari senior-senior yang terdahulu.
Mahasiswa
di sini kita lumayan cukup banyak dari indonesia kurang lebih 100 orang lebih, dari malaysia setengahnya dan ada
dari juga dari patani (thailand ).
Di
sini rata-rata kami jarang sekali keluar karena selain sibuk belajar di tambah cuaca
yang sangat panas sehingga tidak memungkinkan kita pergi kemana-mana walaupun
biasanaya sore hari kami pergi ke pasar daerah aden ( yaman) untuk membeli
sesuatu yang di butuhkan.
Kalau
kita pergi ke pasar atau ke mall di sini kita tidak heran kita akan
banyak menemukan bebagai macam jenis produck buatan indonesia seperti indomie, sabun-sabun, alat-alat dapur alat tulis dan
lain-lain kebanyakan adalah produck indonesia, yang paling familiyar adalah
indomie bahkan seolah-olah produck mie tersebut adalah buatan negara mereka
padahal itu adalah buatan indonesia,
tak jarang juga masyarakat yang ramah sering menyapa orang-orang indonesia
dengan menyebutkan nama pahlawannya seperti soekarno, soeharto, sebab nama itu sangat
familiyar di telinga mereka di tambah adanya hubungan baik antara indonesia dan
yaman.
Banyak lagi hal-hal lain yang kita temui justru jauh
bertolak belakang dengan apa yang selama ini kita temui di Indonesia, salah
satunya adalah segi bahasa selain bahasa Arab resmi yang yang ada di buku dan
kita pelajari (Fushahhah) dan kita ketahui selama ini di indonesia, di sana
kita akan menemukan bahasa arab yang (amiah) atau biasanya di sebut dengan
bahasa pasar.
Ket : photo
bersama di bandara padang sebelum keberangkatan
Ket : photo di salah satu café di yaman
Ket : photo di
atas kota aden (yaman)
ALAMATUS SA’AH
Berapakah
rukun agama ? Pertanyaan pertama yang muncul dari sosok guru besar kami, yang menjadi favorite, menjadi intrapreneurship, menjadi proklamator segala sumber
proplematika kami, yaitu
ustadz ridwan.
Siapa yang tahu?acungkan tangan !!!
“Ana
ustadz!” Suara itu terdengar dari sudut pojok bagian belakang,ternyata suara
itu adalah suara tantowi,
Ada
tiga macam ya ustadz yaitu islam,iman dan ihsan jawab santri asal NTB itu.
“Kemudian
ustadz ridwan menyuruh dia untuk duduk kembali” kemudian lekas kembali bertanya
kembali kepada kami semua.
Antum
hafal hadist Arba’in Nawa’wiyah bagian ke dua ?? Masing-masing kami menjawab
Na’am ya ustadz.
Perhatikanlah
oleh kalian hadits tersebut denagn seksama dan teliti
HADITS
KEDUA
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ
شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ
أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى
النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ
وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ
اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ
تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ
الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا
لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ :
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ
وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي
عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ
تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ:
مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ
أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ
الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ
انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ
السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ
أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ
[رواه مسلم]
Dari
Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang
laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam,
tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun
diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu
menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku
tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “
Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain
Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat,
menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia
berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula
yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang
Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan
engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia
berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku
tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada
Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia
melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat
(kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari
yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “,
beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau
melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba,
(kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu
berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “
Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih
mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian
(bermaksud) mengajarkan agama kalian “.
(Riwayat Muslim)
Kemudian
ustadz ridwan bertanya lagi ,berapa kali laki-laki itu mengajukan pertanyaan ?
“masing-
masing kami ada yang menjawab tiga dan ada yang menjawab empat kali”
Kemudian
ustadz ridwan menjawab dengan lantang , jelas sekali di dalam hadist yang di
riwayatkan oleh Muslim itu yang tidak di ragukan lagi ke shahihannya hadistnya
tersebut adalah empat kali mengajukan pertanyaan.
Yang
pertama laki-laki itu(jibril) bertanya tentang
islam. Mengenai islam yang mungkin sudah sering kalian dengar penjelasannya-penjelasannya
baik di waktu sekolah ataupun mungkin dari ustadz yang lain,yang
kedua bertanya tentang iman, yang ke tiga bertanya tentang ihsan dan
sudah menjadi pembahasan yang biasa dan menjadi hal yang tidak asing lagi bagi
kalian.Namun ada satu hal yang sering orang lupakan yaitu mengenai point yang
ke empat ,di dalam hadits di atas laki-laki itu menanyakan tentang fa’akhbirni anissa’ah. Kemudian meminta
penjelasan mengenai tanda-tandanya kemudian rasullah SAW berkata:
jika
engkau melihat sudah datang masanya seorang budak wanita yang kemudian
melahirkan anak, yang anaknya itu nantinya akan menjadi tuannya sendiri.”Dan apabila budak perempuan telah melahirkan
tuannya” (HR.muslim).
Imam
nawawi menjelaskan bahwa maksud budak melahirkan tuannya adalah jika seorang
laki-laki memiliki budak wanita, lalu berhubungan dengannya dan budak itu
melahirkan anak. Anak tersebut berstatus sebagai tuannya, maknanya adalah jika
seorang laki-laki memiliki budak wanita dan mendapatkan seorang anak darinya, maka
anak itu bagaikan tuan bagi ibunya sendiri, karena ia adalah anak tuannya.Tetapi
perlu di ketahui bahwa sistem perbudakan sudah tidak ada lagi sekarang ini.
keadaan
seperti ini juga bisa akan menimbulkan sikap
hilangnya
rasa hormat kepada orang tua. Yang mana seharusnya seorang ibu yang melahirkan
harus kita jaga dan kita pelihara kehormatannya, tapi
justru bertolak belakang bila seorang anak yang berbuat semena-mena terhadap
orang tuanya. Maka jangan heran banyak peristiwa-peristiwa kejadian, hikayat ataupun legenda bersejarah
dampak murka tuhan terhadap orang yang durhaka terhadap ibunya. Maka semestinya
bagi kita orang yang hidup sekarang untuk dapat mengambil hikmah setiap
kejadian, dan itu Allah nampakkan adzabnya yang pedih selama masih di dunia dan
bagaimana nantinya di akhirat.Na’udzubillahiminzalik.
kemudian
tanda-tanda selanjutnya adalah apabila kalian meliahat orang-orang badui yang berjalan kaki tidak memiliki sendal
(bertelanjang kaki) dan sangat miskin yang kerjanya adalah hanya sebagai
pengembala domba, Kemudian mereka nantinya akan berobah secara dramatis dan
mengherankan, mereka
akan menjadi manusia-manusia yang kaya raya
(millioner)
serta berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.
Dewasa
ini maka antum-antum semua jangan heran
”ujarnaya
kepada kami semua”, kalau
bangunan tertinggi di dunia sekarang itu ada di tanah arab.
Gedung
tertinggi pertama dunia ada dimana? “Kami menjawab di tanah arab”, tepatnya
berlokasi di uni emirat arab burj khalifa (abu dhabi).
Negara
yang dulunya tidak memiliki apa-apa hanya tanah yang tandus, gersang, kambing
dan domba, tapi sekarang dia menjadi negara yang kaya raya dan menjadi negara
yang bangunannya paling tertinggi di bandingkan negara-negara lainnya di dunia. Subhanallah
memang benar tidak ada satupun perkataan rasullah SAW yang sia-sia, hadits ini berbicara kepada kita
dan sekarang kita sudah mendapati apa yang di katakan oleh Muhammmad SAW
dulunya, dan kini sudah jelas di depan mata kepala kita sendiri.
“Kemudian
beliau bertanya kembali kepada kami
”Bangunan
tertinggi ke dua dunia ada dimana? Diantara kami ada yang menjawab menara
eiffel.
Jawaban kalian salah !! “pungkas beliau...”
Gedung
tertinggi ke dua di dunia masih di tanah arab, kalian gk usah jauh-jauh di luar
arab dulu. “Kita berbicara hadits nabi yang mengatakan orang arab badui yang
dulunya adalah orang yang sangat miskin dan kerjaannya hanya sebagai pengembala
kambing dan domba tapi kini menjelma
dalam sekejap mata”.
Gedung
tertinggi ke dua di dunia adalah Abraj Al-bait, yang
berlokasi tepat di mekkah saudi arabia. Atau yang biasa di kenal dengan nama
Mecca Royal Hotel Clock. Gedung
setinggi 601 m itu mengalahkan gedung-gedung yang lain. Kita ketahui bagaimana
kondisi mekkah yang dulunya hampir sama,
hanya
sebuah negara yang sangat miskin. Kota mekkah adalah kota suci yang seharusnya
di pelihara kesuciannya.”lagi-lagi hadist di atas memang benar”.
Bangunan
ini adalah bangunan yang seharusnya menjadi perhatian kita sebagai ummat islam,
bahwa kita mengunjungi masjid al–haram adalah untuk melaksanakan ibdah dan
merendahkan diri di hadapan Allah, tapi orang-orang sekarang ini sudah berobah
niat dan tujuannya hanya untuk rekreasi, jalan-jalan dan berhura-hura. Maka tak
heran nama banunan di sana namanya adalah Royal. Dan
yang paling-paling ironis adalah coba kalian liat dengan jelas itu bangunan
dengan mata kalian!! “kata beliau”
Arsitekture
bangunan yang menjulang tinggi itu ada satu pemandangan yang aneh, tepat di ujung paling atas bangunan
terdapat bentuk tanduk dua yang sangat–sangat besar .
Maksudnya
apa ini ? Tanah lahirnya islam, tanah
para nabi, tanah
yang suci dan tidak bernoda. Maka juga tidak heran sekarang warna Hajarol aswad
itu suda berubah yang dulunya hitam pekat sekarang berangsur-angsur pudar, di sebabkan banyaknya tangan-tangan
jahil yang memegang batu tersebut.
Ka’bah
yang dulunya dibangun hanya terbuat dari percikan-percikan batu bata di lapisi
tanah liat yang basah dan sangat sederhana. Tapi sekarang menjadi bangunan yang
sangat meawah dan terdapat bangunan tinggi menjulang tepat di atas kaabah
(Abraj Al-bait).
“Apakah semua ini sebagai bentuk
persiapan manusia untuk menyambut dajjal”?
Karna
bentuk bangunan tersebut tak ubahnya bagaikan tanduk dajjal. Padahal di
bawahnya ada masjid Al–haram yang suci lagi mulia.
“Maka
teguhkanlah iman kalian jaangan kalian terlena dengan semua penomena ini”
“kita
sebagai ummat islam harus berhati-hati terhadap dunia islam karena mau tidak
mau itu adalah tetap kiblatnya kita orang islam”
Begitupun
juga dengan negara-negara lain di daerah timur tengah banyak yang menjadi
negara-negara jelmaan seperti Qatar,
Bahrain, Kuwait dll.
Kemudian
beliau sedikit mengungkit bagaimana kondisi ummat islam sekarang ini yang di jajah.
Negara-negara
islam yang miskin dan tidak mau taat kepada kaum kapitalisme maka akan menjadi
tempat lahan pertempuran.
Banyaknya negara-negara islam yang di jajah oleh kaum
zionis, semoga dapat menjadi lahan untuk amal ibadah kita, baik itu berupa
bantuan dana (materi) atau paling tidak do’a kita panjatkan untuk
saudara-saudara kita di sana semoga tetap berada di bawah lindungan Allah Swt
dan syahid di jalannya. Amiin
"
Kami sedang duduk-duduk berbincang di bayang-bayang salah satu kamar
Rasulullah. Kami berbincang tentang hari kiamat, dan suara kami pun menjadi
meninggi. Lalu beliau bersabda: ‘Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga muncul
sepuluh tanda; yaitu terbitnya matahari dari sebelah barat, munculnya Dajjal,
munculnya asap, keluarnya binatang, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Isa
putra Maryam, dan tiga khusuf (terbenam ke dalam bumi), satu di timur, satu di
barat dan satu di Jazirah Arab, dan api yang keluar dari arah Yaman dari
dataran terendah ‘Adn yang menggiring manusia ke tempat mahsyar’.
[H.R Muslim ]
APALAH ARTINYA SEBUAH NAMA
Sedikit alay....
Hy, kawan-kawan kan udah tau kan nama
saya atau mau saya perkenalkan lagi ni ,,,,
perkenalkan
nama saya Habibunnas. Biasa di panggil lee min ho kalau gk steven, tapi kalu
ibu saya manggilnya annas double n
artinya dalam b.arab adalah manusia, karena ibu saya pengen akuh itu memang benar benar jadi manusia
gk kayak manusia-manusia yang lain, karena sekarang itu banyak macam-macam
manusia, ada yang manusia setengah dewa lah, manusia-manusia an lah, ada juga
yang fisiknya manusia tapi kelakuaannya kayak
binatang, emang ada gitu ? ”banyak!!!
”
Tapi
kalau kawan-kawan saya di sekolah manggil saya gk pake double n loh,anas doank
berarti sama dong sama mantan ketua umum demokrat itu ? beda keles gantengan akuh
atuh iya gk ,dari segi tempat tinggal aja beda, dia tinggal di suka miskin
sedangkan saya tinggal di suka kaya...becaaaanda
Banyak
orang yang mengira bahwa saya itu keturunan ahlul
bait, atau habaib alias keturunan para aulia’ yang bersambung garis lurus
sampai kepada rasullah SAW. pengennya sih gitu iya gk ?atau di sebut juga para habaib
atau habib, kan nama gue juga
habib,eeehhh bisa dong.
kalau
ngomongin masalah nama nih ye nama
saya itu paling banyak ada juga yang manggil saya abi,ada bun,ada bibun ada
juga yang manggil kim bum.hehe emang sih agak mirip-mirip banyak ama actor
korea itu.”teman-teman terserah mau manggil nama saya siapa” asalkan sesuai
dengan name-name salah satu sebelumnya.
Saya
paling tidak setuju tuh sama istilah yang di atas “ apalah artinyasebuah nama “ini hanyalah pernyataan singkat oleh
william shakespeare “what’s in a name? Benarkah nama tidak penting?
Allah
berfirman dalam Al-Qur’an “dan dia
mengajarkan kepada adam nama-nama semua benda,kemudian mengemukakannya kepada
mereka yang di berikan kendali,lalu berfirman:” sebutkanlah kepada-ku nama
benda-benda itu jikakamu memang orang-orang yang benar!”(Al-Baqarah[2]:31)
Kita
contoh kan ya : Coba bayangkan seandainya sebuah kaleng biskuit coklat di beri
tempelan nama “kotoran ayam” sebagai mereknya,tentu biskuit coklat itu akan di
tolak ramai-ramai oleh calon pembeli, akan banyak protes keapada pabrik
pembuatnya.
Itu
berarti pentingnya sebuah nama yang baik dan benar, dan justru nama itu
sangatlah berpengaruh terhadap orang yang menyandang nama itu, nama itu adalah
do’a,harapan agar hidup yang akan di jalaninya itu sesuai dengan namanya. Makanya
orang tua jangan main-main dalam pemberian nama terhadap anaknya, apalagi orang
yang ngasih nama pada seseorang yang orang tersebut tidak suka terhadap
pemberian nama itu.
Kalau
menurutmu seberap besar nama itu itu berarti bagimu...? di jawabnya nanti aja
ya, mau jawab sekarang juga boleh, gk usah jawab juga boleh kog.
Dari
Abu Dardaa’ ia berkata : telah bersabda rasullah SAW : “sesungguhnya kalian akan di panggil pada hari kiamat dengan nama kaliandan nama bapak-bapak kalian.maka
baguskanlah nama-nama kalian” [HR.abu dawud no.4948,Ad-daarimiy
no.2736,Al-Baihaqi 9/306.]
Nama
teman-teman pasti pernah di jelek-jelekkin sama orang lain iya gk ? Sama dong, saya juga pernah kog
bahkan sering loh. Contoh saya punya teman namanya abdurrahman di panggilnya
sumbing,kan kasihan orang tuanya ngasih nama udah bagus ,eehh di tukar
gara-gara hidungnya agak sumbing dikit. Gk
boleh kayak gitu lo Menyakiti
peasaan satu muslim dengan muslim yang lain itu hukumnya dosa. Masuk neraka emang ente mau asup neraka ?
Intinya
nama mah itu sangat penting, apapun nama yang telah di berikan orang tua pada
kita maka syukurilah, berarti itulah harapan orang tua kepada kita ,seperti
saya ne ye nama saya-kan Habibunnas
artinya itu kekasih manusia berarti mama saya pengen saya itu di cintai banyak
orang,di sayangi banyak teman,tidak ada musuh hidup aman sejahtera dunia dan
akhirat.Amiin
"Wahai
orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain,
(karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka
(yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan)
perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih
baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu
sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman.
Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang
zalim."(QS.Al-Hujurat:11)
KEMBALI KE KAMPUNG JORING
“Dao
pe au mangalakka, mulak do au tu tano hatubuatki”[8]
Statemen
inilah yang membuatku untuk tetap semangat di rantau orang mencari bekal (ilmu)
dan nanti pulang membawa manfaat bagi orang banyak, Saya ini orang kampung
tinggal di desa koto sawah yang di hiasi gunung malasiro antara Ujung gading
sebelah barat berbatasan dengan samutera hindia yang terbentang luas kenangan,
kegembiraan dan mimpi di atas pohon joring.
Kampung
joring, ntah siapa yang membuat nama itu?
Barangkali dulu nenek moyang kami bingung untuk menamai kampung ini. Kemudian karna banyaknya pohon-pohon
joring (jengkol) yang tumbuh di sekitar kampung maka
jadilah kampung joring.
Jujur
saja ketika dulu masuk sekolah menengah yang nota bene sebagian orang bearasal
dari kota, membuat
saya malu ketika di tanya mengenai asal daerah. Sebab nama tempat tinggal mereka
terdengar keren, bahkan
waktu itu ada teman yang mengejek nama kampung saya.tak jarang di antara mereka
yang tertawa akan nikmatnya kala mendengar kata ini. “Barangkali teman-teman
juga pernah begitu”.
Mendengar
kata kampung kebanyakan orang langsung berasumsi su’udzhan dan memberikan penilaian negatif terhadap seseorang itu, yang
bilang orang kampung itu jorok-lah, culun-lah, gaptek–lah dll. Padahal kalu
menurut saya justru sebaliknya.
Kampung
saya yang panjangnya kurang lebih antara 1,5 km itu, kampung kecil yang
berpopulasi sekitar 200 kepala rumah tangga. Letak goegrafis yang stategis
serta topogarafi daerah yang datar dan sedikit bergelombang ditambah variasi
perairan persambungan sungai dari batang
aek siorbo.[9] keberadaan
ini menjadikan semua orang yang lahir di desa ini menjadi betah dan bangga
menjadi orang kampung .
sarana
dan prasarana alami yang di citakan tuhan sangat kami syukuri mulai mandi bersama
di aek rata,[10]
menatap luasnya koto sawah yang hijau, membabat setiap perairan untuk mencapai
ikan-ikan di sana mulai dari sungai mesjid sampai ke samutera indonesia sebelah
barat (sikobo).
Potensi
daerah yang di dominasi padi dan jeruk manis adalah pertanian kebanggaan petani
kami. Padi menjadi komoditas pendapatan
terbanyak dari pada
daerah-daerah lain, tidak salah memang kelurahan kami bernama koto sawah. Disamping
itu jeruk manis menjadi paporit andalan masyarakat yang tak seorangpun sanggup berkata apa-apa
ketika mencoba buah asli daerah kami ini. Ketika itu berbeda memang dengan kualitas
hasil perkebunan kebangaan milik kami seolah ada rasa tersendiri yang tidak
bisa dipungkiri.
Deawasa
itu tak bisa memang untuk di bohongi potensi ekonomi kami, menjadikan suasana
masyarakat sejahtera Alhamdulillah. Bukan berarti menjadi sebuah kesombongan
bagi kita yang menikmati masa itu, Antusias datang bukan hanya dari daerah
terdekat saja tetapi kami juga me-eksport ke luar daerah kabupaten, hingga ke
pekan baru, medan, jambi, palembang dan bahkan ke jawa.
Sumber daya alam yang melimpah ruah, nikmat tuhan mana lagi yang kmi dustakan. Selain itu juga tak kalah hebatnya
dengan potensi, perikanan, pertumbuhan dan budaya yang kental
terhadap adat istiadat
ke-solidaritasan.
Masyarakat
yang mayoritas penduduk kami adalah pendatang dari tanah seberang daerah utara. Membentuk sebuah kebudayaan baru
dan harus bisa menempatkan posisi di tengah-tengah demi mendapatkan keselarasan
dari berbagai individualistik.
Semua
itu ternyata tidak selamanya abadi, sejak datangnya bentuk komoditas baru
seperti sawit misalnya, menjadikan tanah perairan ini lambat laun menjadi tanah
yang keras dan kering. Keluhan itu datang sejak beberapa tahun berdirinya
pabrik kelapa sawit, kalau tidak salah antara tahun 2008-2009 adalah tahun di
mana akhir-akhir kami menikmati indahnya suasana masa-masa yang sebelumnya. Kebahagiaan
yang tak bisa di ungkapkan oleh kata-kata itu tiba-tiba pupus lenyap di telan
waktu. Apakah ini bentuk teguran tuhan kepada kami, karena mungkin kami yang
melupakannya, ataukah
alam yang sudah mulai tua..?
Tak
bisa di khianati memang, juga oleh pesatnya perkembangan zaman, didukung juga
pengaruh arus budaya barat yag tidak bisa di bendung itu, yang dulunya semua
bentuk kegiatan apapun yang di lakukan selalu di barengi rasa keagamaan, kebersamaan, dan adat istiadat, tapi kali ini
keaadaan itu berubah dramatis.
pohon
yang dulunya hijau sekarang di tumbang sampai akarnya, sawah yang dulunya basah
dan luas, kini di hantui oleh kegersangan dan kekeringan, sungai yang dulunya
berwarna biru indah tapi sekarang di hiasi sampah-sampah yang berenang, rasa
kekeluargaan yang selama ini kita bangun mati-matian di atas janji apapun yang
terjadi kita akan selalu bersama, tapi solidaritas itu dalam sekejap mata hilang
redup di telan zaman, yang ada kini hanyalah hedonisme, apatistisme dan
individualistik alias tidak mementingkan kebersamaan lagi.
Kampungku
apapun yang terjadi padamu aku akan tetap selalu berada untukmu walaupun
sekarang jarak yang sedang memisahkan kita, suatu saat saya akan kembali dan
berharap masa-masa indah itu akan datang kembali, begitupun juga dengan
teman-temanku dimana pun kalian berada jangan sampai rupiah mengalahkan cinta kepada
tanah kelahiran kalian.
Sejarah kampung joring.
Kampung
joring adalah sebuah desa yang terletak di kelurahan Ujung gading, kecamatan
Lembah Melintang, kabupaten Pasaman Barat,
provinsi
Sumatera Barat.asal kata kampung joring sendiri banyak para ahli sejarah dan
para leluhur kami berbeda pendapat tentang penamaan kampung joring sendiri.
Menurut
oppung hasyim, beliau
adalah orang ternama yang pertama ikut membuka kampung ini ketika dulunya
masih hutan belantara, sekaligus sebagai pemuka masyarakat (datuk). Menurut beliau nama kampung joring
berasal dari kata kampung yang berarti kumpulan individu dari satu sama lain
yang memiliki latar belakang, ideologi, ras dan golongan yang berbeda .
Dulunya
orang-orang itu banyak datang dari wilayah tapanuli selatan, tapanuli utara,
padang bolak, panyabungan, panti dan lain sebagainya. kemudian mereka bembentuk
suatu komunitas baru yang memiliki suatu tujuan tertentu, dan kata joring
sendiri berasal dari bahasa Batak Mandailing, yang berarti adalah jengkol.
Sebab
dahulu kala di tengah perkampungan ini ada sebuah mesjid yang di bangun bernama
Al-muhajirin, dan di samping mesjid tersebut ada sebuah pohon joring (jengkol)
yang sangat besar dan banyak bermamfaat buat orang sekitar, selain di ambil
buahnya orang orang juga jadikan pohon tersebut sebagai tempat berlindung dari
panasnya terik mentari, sebab di bawah pohon ini juga sekaligus jalan
alternatif warga untuk melintas yang ingin pergi ke sawah dan ladang ketika itu
desa ini belum ada secara resmi di berikan nama.
Suatu
ketika datanglah angin yang sangat kuat dan badai yang nenyebabkan pohon joring
tersebut tumbang dan roboh. Dewasa pristiwa itu masyarakat seolah-olah
ada kehilangan sesuatu dan mereka bersedih, pohon yang selama ini dapat
menaungi mereka dari panas dan hujan, pohon yang selama ini yang dapat di ambil
buahnya walaupun kebanyakan orang tidak suka, tapi kali ini sudah tiada lagi.
Suatu
ketika seiring mulai bertambahnya penduduk baik yang datang ke kempung ini
ataupun sebaliknya, mereka pun mengadakan musyawarah untuk memberikan penamaan
kampung ini secara formal sebab banyak orang yang bertanya ketika mereka
melewati daerah ini, di sepakatilah desa ini di beri nama kampung joring, sekaligus
untuk mengobati kesedihan mereka kehilangan pohon tersebut, katanya bukan
berarti ide mereka vakum dan tidak sama sekali tidak ada usulan nama lain, tapi
sebagai bentuk kehilangan sesuatu yang di anggap selama ini banyak memberi
manfaat di jadikan sebagai kenangan untuk tetap mengingat pohon tersebut .
Atas
latar belakang inilah para opung kami (kakek) menamakan kampung ini adalah
kampung joring. Sebab
orang orang dulu untuk memberikan suatu nama, tempat
dan daerah tertentu itu tidak sembarangan juga dan harus di fikirkan matang
demi kemaslahatan bersama.
"tuturoppungku".
Dewasa
itu ada juga pakar sejarah yang mengatakan "oppung
siregar" menurut beliau penamaan gelar kampung joring itu adalah ketika
pembukaan lahan kampung ini dulunya banyak sekali pohon -pohon jengkol yang
mereka temukan, dan sanking banyaknya mereka menemukan pohon joring yang mereka
tebang masyarakat setempat-pun menamakan kampung ini kampung joring.
Lain
halnya lagi menurut puddin hasibuan,
menurut
kakek ini nama kampung joring berasal dari karena kegemaran masyarakat setempat
makan pinang dan jengkol. Sebab trdisi kuliner itulah mereka menamakan desa ini
kampung joring.
Karena
banyaknya pendatang ke daerah kampung ini, dapat di katakan rata-rata adalah
imigran mulai dari barat, timur dan utara, sehingga membentuk suatu kultur yang
baru, salah satu contoh dari segi bahasa, kalau kita datang ke daerah Ujung
Gading dan sekitarnya, kita akan menemukan paling tidak ada tiga bahasa yang di
pakai oleh masyarakat di sini, kenapa bisa demikian salah satu penyebabnya
adalah di tentukan oleh letak geografis, sebab Ujung Gading itu letaknya selain
berada di dekat pesisir pantai, yang notabene adalah penduduk melayu
pesisir, serta perbatan langsung antara
sumatera utara dan sumatera barat, yang
notabene memakai bahasa batak, dan para penduduk masyarakat minang yang
notabene daerah tersebut memakai bahasa minang, jadi terkolaborasilah perpaduan
tiga bahasa yang di pakai masyarakat setempat.
Keberadaan inilah yang membuat daerah ini unik, serta
adat dan budaya juga yang bersatu padu, bertambah semakin elegan menabah
sensasi tersendiri kalau kita mengunjungi daerah ini.
Pasport
Waktu
itu bertepatan dengan hari perpisahan sekolahku di MAN 1 padang, semua teman-temanku sangat
berantusias sekali untuk mengikuti agenda acaranya.Because hari itu adalah hari yang akan menjadi history bagiku dan
teman-teman yang lain. Hari
yang terakhir sebelum meninggalkan sekolah yang kami cintai ini, setelah tiga tahun mengenyam
pendidikan, susah
senang yang di rasakan
Tapi
lain halnya denganku dan Bapak Aidia nur firta, beliau adalah guru besarku sekaligus
menjadi wali kelas XII IPK yang kebetulan juga waktu itu aku adalah leader
kelas.
Kami
berdua harus beranjak dari tempat duduk kami, menuju
kantor imigration I cabang padang
untuk
menindak lanjuti pasport yang kami urus dua hari sebelunya.
Hari
itu benar-benar adalah hari yang i don’t
like, yang mana seharusnya aku berada di tengah-tengah auditorium
perpisahan, menikmati jalannya acara, serta enjoy photo
selfie bersama teman-teman, tapi harus menghilang dari kenyataan itu amat sedih
perasaanku waktu itu.
Saya
akan bercerita sedikit, ada apa dengan kantor imigration itu saya adalah
termasuk orang yang beruntung bisa mendapat kesempatan untuk bisa study ke
timur tengah tepatnya di yaman, yang kebetulan bekerja sama dengan sekolah MAN
koto baru padang panjang dan sekolahku sendiri sangat men-support karena selama ini masih minimnya siswa yang bisa
mendapatkan kesempatan emas ini.
Sesampainya
di kantor imigrasi, ternyata pasport atas namaku itu belum juga selesai adanya setelah
sebelumnya tahun lahirku yang tidak sesuai antara identitas yang di Kartu Tanda
Penduduk (KTP), berbeda dengan yang ada di Kartu Keluarga(KK).
Kini
pihak kantor imigrasi tersebut menyuruhku untuk kembali lagi ke Pasaman Barat, untuk
memperbaiki Nama ibu yang ada di Acte kelahiran tidak sesuai dengan identitas nama
yang ada di Kartu Keluarga (KK). Ternyata kesalahannya terletak pada: nama ibu
yang di acte kelahiran adalah Rosida Siregar, sementara itu di dalam Kartu
keluarga (KK) tidak tercantum siregarnya hanya rosida saja.
Bagi kawan-kawan semua ini menjadi
pelajaran bagi kita semua ya ! jangan pernah
menganggap sepele terhadap sesuatu apapun apalagi hal yang berkaitan dengan
identitas, baik iya nama tanggal lahirnya ,tahun,bulan dan lain sebagainya.
Karna
pribadi sendiri sudah merasaknnya bagaimana susah dan capeknya, hanya berbeda
satu angka antara identitas dengan identitas yang lain harus mengulanginya
kembali dari awal.
Mendengar
Statement tersebut saya-pun langsung down
dan patah semangat untuk take care of
is problem. bersugesti bahwa mungkin tuhan belum mengizinkanku untuk berangkat
ke tanah padang pasir itu, tapi Bapak Aidia nurfitra terus memberikan motivasi, walaupun beliau sendiri paham
dengan keadaanku yang hari kemaren baru back
dari kampung sekarang harus kembali lagi pulang kampung.
Keesokan
harinya aku pun berangkat menuju kampung kembali, mengendarai
sepeda motor Satria FU, satu-satunya
harta pemberian ibu yang aku miliki. Tak banyak memory yang aku ingat waktu itu
sebab perasaan kesalku sama petugas kantor imigrasi itu belum juga hilang. Ditengah
perjalanan sambil menikmati indahnya pantai kata[11]
yang membuatku tak sanggup berkata apa-apa, sesekali berhenti sejenak
menghilangkan rasa letih badan ini.
Sesampainya
di rumah aku belum bisa langsung mengurus acte kelahiran yang bermasalah itu, sebab
selain aku sampai di rumah sudah sore di tambah juga menimbang jarak letak
kantor yang jauh dengan jarak rumahku, sehingga kuputuskan untuk mengurusnya
besok hari saja.
Aso
mulak mang ?[12]”
tanya ibu saya”
“Wajah ibu sedikit terkejud “
Nda
dong mak e da
Nda
dong baen sanga mangua do kan mang?[13]
Nda
mak,
Adong
dope na uruson mak ,
“Ibu sedit terkejut melihat
kedatanganku”
Mengenai
nama ibu yang di Acte kelahiran,
harus
di urus kembali dan masih berbeda dengan Nama yang ada di kartu keluarga kita
bu,”Ucapku”
Karna
sebelumnya saya tidak ada kasih kabar kalau saya akan pulang hari ini, sebab saya hanya tidak mau
mengecewakan hati ibu sebab baru dua hari yang kemarin aku pulang dan sekarang
udah pulang lagi.
Dengan
banyak kesal, bukan
berarti tidak senang melihat kehadiran anaknya dan saya juga sudah banyak paham
bagaimana kondisi keungan ibu.
Setelah
saya tanya sama ibu , ibu sendiri tidak tahu kenapa bisa jadi begitu, soalnya
waktu pendataan nama, baik ia pendataan kartu keluarga (KK) ataupun yang
lainnya tidak pernah tercantum nama siregarnya, walaupun memang benar ibu saya
adalah sukunya siregar tapi ibu sendiri bilang tidak pernah di cantumkan itu di
kartu identitas apapun.
Ke-esokan
harinya pun mengurus semuanya mulai dari kantor wali nagari-kantor kecamatan
dan dinas kependudukan dan pencatatan sipil,
semuanya
saya urus dalam satu hari tapi semua data yang saya terima sifatnya adalah
sementara.
Tidak
sampai di situ perjuangan saya harus kembali lagi ke padang utuk mengembalikan
data yang saya bawa ke kantor imigrasi 1 padang.
Ditengah
perjalanan tepatnya di simpang
lampu merah simpang empat ibu kota Pasaman Barat (pasbar) dari
kejauhanku melihat polisi berdiri tegak di samping garis putih tempat
berhentinya kendaraan (zebra cross). Sementara
itu motor yang saya kendarai sendiri tidak memiliki kaca spion, dan pajaknya mati, dengan sedikir ragu
antara menerobos atau menunggu lebih lama sampai polisi itu pergi.
Orang-orang semakin banyak yang berada di garis
zebra cross itu, tiba-tiba lampu hijau, otomatis semua orang melaju, sementara
itu aku-pun ikut melaju dengan harapan saya berada di dalam kerumunan orang
banyak itu dan membuat polisi itu tidak melihat saya.
Tapi
apa yang terjadi bro, polisi
itu ternyata melihat dan berusaha menghentikan kelajuan motorku.
Sambil
sejenak berpikir melihat polisi itu saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan
saja, kalau seandainya aku berhenti malah nanti akan memperpanjang dan
menghabiskan waktu, sebab saya harus ke kantor imigrasi lagi yang di padang.
Pak
polisi itu ternyata tidak mau menyerah begitu saja, beliau justru berlari ke
arah motor saya dan berusaha menghentikan yang melaju sangat kencang dan saya pun hampir menabrak bapak itu.
Bayangkan
berapa kecepatannya laju motor saya, satria
fu yang mesinnya di korek[14]
(khusus mesin balapan) dari pekan baru ( Riau) itu.
Dan
yang paling extrime lagi bagi saya adalah lampu yang
tadinya saya lihat masih berwarna hijau
ternyata sekarang sudah merah kembali karena antara jarak saya berhenti dengan
lampu merah itu kurang lebih 50 Meter.
Gawaaatt ...!!!
tak
habis pikir saya seperti itu,
Bagaimana
cobak ??? apa
yang harus saya lakukan ?
“Saya paling tidak mau sekali
bermasalah lagi dengan yang namanya polisi,” karena saya
sudah bosan ! “itulah yang ada di benak saya ketika itu”.
Motor
yang sedang melaju kencang tak taunya terpaksa saya harus meng-rem mendadak di
tengah-tengah bundaran perempatan itu, karena di depan saya sudah banyak lagi
orang yang berkendara dan melawan arah dengan saya.
ketika
itu pas di depan motor saya ada seorang ibu-ibu yang membawa motor bersama
anaknya dengan kecepatan sangat rendah pula, “Dan ketika itulah saya jatuh “.
Saya
jatuh bukan karna saya menabrak ibu-ibu yang tadi itu tapi saya jatuh karena
saya me-ngrem mendadak !!
yang mengakibatkan saya jatuh di tengah kendaraan yang lalu lalang, “untungnya
saya tidak apa-apa”.
Waktu itu Semua mata tertuju padaku, roda motor saya di penuhi asap
yang banyak,dan saya hampir terdampar ke sudut jalan trotoar yang ada di sana.
Untung
dan untung Allah masih sayang mungkin kepadaku dan aku pun bisa berdiri kembali
tanpa terluka sedikit pun.
Alhamdulillah
motor saya juga tidak terlalu parah kondisinya.
Tidak
sampai di situ ternyata Bapak polisi yang hampir saya tabrak tadi juga masih
ingin balas dendam dan dalam beberapa menit saya menoleh ke belakang ternya
beliau mengejar saya dan berusaha untuk menangkap saya.
Lagi
dan lagi tantangan saya ternyata tak sampai di situ juga, setelah hampir
menabrak Bapak polisi, menaprak ibu-ibu, dan terjatuh.
Semua
benar-benar karena kasih sayang Allah lah kepadaku kalau tidak mungkin saya
ntah berada di mana waktu itu.
Sekitar
jarak 10 km saya menoleh ke belakang, apakah karena tidak ingin menangkap saya
atau karena sudah capek me-ngejar-ngejar saya, namun saya tidak menemukan Bapak
polisi itu lagi.
Sesampainya
di padang ternyata saya- pun tidak bisa langsung ke kantor imigarsi itu
melainkan harus menunggu esok hari sebab hari sudah menjelang sore.
Begitlah
kira-kita perjuangan saya untuk mengurus demi selembar pasport. Tetapi
perjalanan itu saya ambil hikmah dan pembelajarannya selain sebagai bentuk
evaluisi diri dalam mengisi apapun itu mulai dari data, identitas, cv atau
apapun itu agar janagan sepele dan benar-benar di periksa secara teliti. Di
sisi lain saya melihat mungkin Alloh ingin menguji diri ini akan sejauh mana
hasrat dan ke inginnanku berusaha untuk sampai ke sana. Di sisi lain saya juga
sempat berfikir apakah ini sebagai bentuk teguran kepada saya sebab masih
banyak kawan-kawan saya yang berhak mendapatkan kesempatan ini dari pada saya
sendiri.
Ke
esokan harinya kami kemabali lagi ke akantor imigrasi itu dan alhamdulillah
ketika di periksa oleh pegawai kantor sudah mencukupi semua persyaratan .
Ketika mendengar kata itu hati saya sangat lega dan bahagia sekali karena
sebentar lagi saya akan berangkat ke tanah daerah padang pasir nun jauh di
sana. Sayangnya tidak langsung siap kami harus menunggu -+ 2 minggu lagi.
Sembari menunggu di keluarkannya pasport tersebut, saya juga harus lebih awal mengurus segala
adminitrasi yang mau di bawa ke sana, supaya tidak ada yang ketinggalan. Salah
satunya adalah ijazah dan lain sebagainya.
Di sisi lain saya juga mulai banyak mendatangi
kawan-kawan yang saya kenal selama ini salah satunya adalah kawan-kawan saya
selama di MAN 1 Padang, termasuk saya mengunjungi rumah kepala sekolah untuk
minta izin untuk pamit, sembari juga saya meneyempatkan diri untuk pulang ke
rumah kembali untuk mengunjungi sanak family dan orang-orang di kampung kami,
sebelum keberangkatan saya kami juga sempat mengadakan acara do’a bersama dan
mengundang anak yatim untuk makan bersama, tidak sampai di situ masyarakat juga
banyak menyaksikan, selain memberikan do’a dan harapan untuk selamat sampai di
tiujuan, warga juga banyak memberikan berupa materi baik itu uang ataupun
makanan yang bisa di bawa ke sana, di situ saya merasakan betapa besar hati dan
gembiranya mereka untuk melepaskan saya menuntut ilmu untuk pergi ke tempat
yang jauh.
TKP
Di saat perang yang sesungguhnya di
mulai...
Jam
menunjukkan 14:20, semua santri baru saja menikmati hidangan makan siangnya, biasanya
jam-jam seperti ini adalah jamnya tidur siang bagi kami, karna jam empat nanti
kami harus masuk kelas lagi, tapi saya dan andi lebih memilih duduk di dekat
menara mesjid sambil menikmati kicauan burung gagak yang melodious.
Dari
kejauhan tiba-tiba saja terdengar suara Hellikopter yang meraung-raung di
sertai ada sedikit suara yang tidak mengenakkan telinga, tembakan sesekali
suara boom menghantui kami yang sedang duduk enjoy itu.
Kami
tinggal di sebuah kota kecil (aden) kota ini berada di tengah-tengah kawah
gunung yang sedang tidur.
Suara
apa itu ? pertanyaan itu selalu muncul paling tidak 1 X 10 menit dari tiap-tiap
individu yang mendengar, sebab suara seperti ini adalah suara yang pertama kali
secara mutlak kami dengar dalam hidup
kami terutama bagi kami santri baru.
Kami-pun
di suruh menjauh dari tempat duduk kami dan untuk masuk ke dalam kamar asrama, kemudian
kami bertanya kepada salah satu senior kami mengenai suara itu, tak jarang
senior yang kami tanya mengatakan,suara tembakan dan boom itu sudah menjadi
makanan kami sehari-harinya dulunya juga sering seperti ini, begitupun ustadz
dan guru-guru kami mengatakan yang hampir sama demikian.
Hari
pun semkin sore, namun suara tembakanitubelum juga hening, tapi malah semakin
dekat dengan pemukiman kami tinnggal, suara itu tak obahnya seperti suara petir
yangterdengar dari kejauhan yang semakin sesaat semakin mendekat, kami seakan
menyaksikan adegan movie peperangan yang dahsad tapi sendiri tidak tahu di mana
tempat kejadian perkaranya (TKP).
Satu
persatu di antara kami ada yang mulai waswas dan sedikit ketakutan, lagi-lagi
senior kami terus memberikan arahan dan motivasi untuk tidak terlalu
menghiraukan suara itu, lama kelaman juga mereka akan capek dengan sendirinya.
kejadiannya
itu sebenarnya sangat jauh dari tempat kita ini ujar salah satu senior asal
indonesia itu berjarak sekitar 10-15 km an lah, “ tetapi karena kita berada di
daerah pegunungan makanya suara itu terdengar dekat, jadi setiap mereka
mengeluarkan tembakan ataupun boom suara itu akan memantul antara satu gunung
dan gunung yang lain, makanya suara itu terdengar kuat ”.
Jawaban
itu sedikit lega bagi kami para junior dan menjadi hembusan angin segar di
tengah-tengah terik mentari di padang pasir yang gersang.
“Sambil menunggu adzan asar
tiba-tiba saya di hampiri oleh teman saya rudi, rudi
adalah salah satu santri asal aceh “.
Gimana ente takut ya boy ? (beliau
lebih senang manggil saya boy, begitupun saya kepada beliau)
“Oh
iya boy saya sedikit ada rasa takut “, Saya takut nanti terjadi hal yang ngak-ngak sama kita semua, lagian kan
sekarang lagi gempar-gemparnya peperangan, seperti yang di palestine, irak, syuriah
dan timur tengah lainnya.
“Saya
tidak takut boy,”! Dengan wajah percaya dirinya sambil menggeleng-gelengkan
kepala. “Jawab rudi“
saya
pun heran dan bertanya kembali, Limaja kenapa
ente tidak takut tanya saya.
“Yang
perlu di takuti itu hanya lah Allah boy” sambil menarik kain sarungnya yang
kedodoran.
“Saya pun terdiam”
Peperangan
yang terjadi sekarang ini semua tidak lepas dari kaki tangan Amerika dan
sekutunya yang hendak menghancurkan islam, politik jahat mereka mengadu domba
antara satu muslim dengan muslim yang lain, mereka ingin menguasai minyak yang
ada di timur tengah, sebab
negara mereka miskin akan minyak,
mereka
ingin memecah belah orang islam dengan membentuk golongan-golongan agar kita
saling menjatuhkan,mereka membuntukan pemikiran kita sebab mereka tidak ingin
melihat kita maju dan sukses, dan dari dulu sampai kiamat nanti mereka tidak
akan pernah senang melihat kita orang-orang islam. ada 1001 cara mereka
bagaimana menghilangkan islam ini dari muka bumi.
“Kata-katanya membuat saya ternganga”
Dulu
waktu di aceh saya sudah pernah merasakan perang juga boy, “lanjut rudi”
kalau
seandainya kali ini terjadi juga peperangan berarti ini adalah yang ke dua
kalinya saya alami dalam hidup saya.
Ente
serius boy ??” tanya saya ”
Tidak
terlalu banyak memory yang saya ingat waktu itu, sebab saya masih sangat kecil
sekali ”Ucap rudi”
Dengan
wajah sedikit murung rudi mulai menceritakan kehidupannya bagaimana TNI
berhadapan dengan anggota GAM yang ingin memisahkan diri dari indonesia.
Tapi
saya masih ingat bagaimana TNI yang datang ke rumah kami untuk melihat dan
bertanya apakah ada di antara keluarga kami yang masuk dalam anggota GAM dan
bertanya tentang markas keberadaan mereka.dan sayaada di tengah-tengah kejadian
itu.
Ada
yang sebagian mati terbunuh, dan saya menyaksikan betul kejadian itu, ada yang
luka-luka, ada yang pingsan dan lain sebagainya.
Bagi
saya aceh adalah kota yang mandiri, kuat dan independensi,
“kenapa tanya saya kepada rudi” ?
Sebab
dari dulu aceh adalah salah satu kota yang paling banyak cobaanya, mulai dari
GAM,tsunami dll. Tapi kami tetap tabah dan sabar walaupun banyak saudara-saudara kami yang telah pergi
meninggalkan kami.
“Saya-pun
mulai meneteskan air mata mendenagr cerita rudi itu”
Sadang manga anta ko ? Suara itu memotong pembicaran kami,ternyata
suara itu adalah suara eky, eky adalah santri asal padang pariaman yang hobby
dan kelakuannya tak jauh berbeda antara kami bertiga.
Tapi
keberadaan rudi tetap melanjutkan pembicaraannya, yakin dan percayalah boy kita
ini tullabul ilmi, para pencari ilmu
Allah dan tidak perlu kita takuti, kita ini tentara Allah yang sedang menuntut
ilmu dan beliau pasti akan memelihara orang-orang yang memelihara ilmunya.
“Kata-katanya itu bagaikan air salju
yang sejuk yang baru turun dengan cepat dan membasahi hatiku yang panas dan di
hantui rasa takut yang berlebihan
“.
“Tiba-tiba
rudi pergi berlalu begitu saja meninggalkan kami berdua “, apakah karna
kedatangan eky atau karna hatinya yang gk sanggup mengungkapkan bagaima perasaanya
bila berbicara tentang peperangan.
Saya merasa ada beliau ingin
berbicara lebih jauh lagi tentang kehidupan beliau, dan nampak dari raut
wajahnya ingin menangis bila mengingat masa lalu itu.
Tiba-tiba
suara adzan asar-pun berkumandang dan saya juga langsung begegas berwdhu’ ke
lantai satu, tanpa ada kata-kata kami berlalu pergi meninggalkan eky dalam
kesendirian, kemudian melaksanakan shalat berjama’ah.
Dan
barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah
Jahanam, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta
menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93)
Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu
‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak
halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang
berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan
agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” [HR al-Bukhâri
dan Muslim]
Ket : salah satu
photo saat mengikuti pengajian di aden palace
TEMBAK-TEMBAK-AN
Ciiee yang pengen di tembak, eheem
Kalau
baca judul di atas pasti teman-teman pikirannya ke arah sana ?
Ia kan ? jujur aja dehk, emang ke arah
sana mana sih ?
Pasti
langsung berfilsafat mengenai pacaran,
iya
gk ? yang mana si cowok yang baru PDKT an sama cewek, eeehhh tapi masih di gantung,..
“oohh
my god “!!!
nyeri hate ueeeyy
Emang
kamuh mau di tembak ?? tembaknya gk pakai hati loh ,Tapi pake AK-47 gimana mau
gk ??
Ahahahaa,,,
ciiee yang baru di tembak, selamat yah !
Tapi
kali ini kita gk membahas itu kog, saya
hanya sdikit bercerita tentang kehidupan saya dan pengalaman saya selama konflik peperangan di negeri yaman.
Peperangan
sudah berjalan hampir satu minggu,suara tembakan,rudal,basoka dan boom sudah
menjadi hal yang biasa bagi kami dan tidak menjadi hal yang asing lagi bagi
kami waktu itu.
Kami
sengaja di tempatkan di dalam mesjid yang berukuran lumayan besar dan memiliki
dinding yang sangat tebal, sehingga memungkinkan apabila ada peluru-peluru yang
nyasar ke daerah tempat tinggal kami insyaallah aman, sebab kami berada di
rumah Allah SWT.
Sementara
itu di luar sana, hiruk
pikuk baku hantam perang terus berjalan antara golongan syi’ah Houthi dengan tentara
pemerintah dan di bantu warga setempat.
Kondisi
ini sebenarnya bukan hanya berdampak negatif bagi kami saja tetapi juga bagi
masyrakat pada umumnya. Diantaranya adalah matinya akses ekonomy, fakumnya
sosialisasi di antara masyarakat sekitar, dan hilangnya peran budaya yang
selama ini terjalin dan yang paling sadis adalah seolah nyawa tidaklah begitu
berharga bagi mereka-reka dan melayang begitu saja, banyak yang terbunuh,
banyak yang kehilangan keluarganya, banyak yang kelaparan dll.
Kala
itu Satu persatu santri mulai mengeluh,
salah
satu alasannya adalah habisnya cadangan stok bahan makanan yang ada di gudang
ribath.[15] Mulai
dari beras yang semakin menipis yang hari sebelumnya masih bisa di kondisikan
dan bisa di kolektifkan antara satu sama lain, yang penting semua bisa makan, demikian
juga dengan air yang selama ini masih bisa di manfaatkan seadanya walaupun
hanya satu kali mandi dalam satu hari tak jarang bagi kami terkadang dua sampai
tiga hari kami gk mandi.
Kondisi
ini justru di perparah setelah anggota golongan syi’ah houthi mampu menerobos
pertahan dan melewati perbatasan dan hampir menguasai kota aden temasuk pasar
yang selama ini menjadi jantung perekonomian masyarakat, menyebabkan posisi
kami semakin terpojok dari hari ke hari.
Terdampar
di atas tikar mesjid hanya itu yang bisa kami lakukan,kami di larang untuk
keluar apalagi untuk ikut campur dalm problem ini, bukan berarti kami tidak mau
untuk ambil andil dalam hal ini tapi kami berpikiran begini” terlalu bodoh
orang yang ikut perang ini mereka sama-sama membawa nama atas nama islam tapi
dalam islam itu sendiri haram hukumnya membunuh apalagi membunuh sesama
muslim,kecuali memang musuhnya itu orang non muslim dan jelas perkaranya
mencaci islam. Dan orang yang mati dalam peperangan ini sebenarnya tidak bisa
di sebut mati syahid walaupun menurut kaum syi’ah itu sendiri ini adalah salah
satu jalan syahid.
Apabila
ada diantara kami yang lapar dan tidak tahan lagi dengan rasa sakitnya,salah seorang di antara kami akan
pergi secara diam-diam ke baqolah (warung) yang ada di belakang mesjid untuk
membeli indomie karna hanya itu yang bisa mengenyangkan perut dan sistem
prosesnya pun tidak ribet dan tidak memakan waktu dan warung yang di belakang
mesjid itu pun hanya satu dua kali bukaknya itupun hanya apabila situasi dan
kondisi agak labil alias tidak dalam keadaan tembak-tembak an antara satu sama
lain.(warfare)
Semenjak
21 april 2015 lalu adalah hari sepengetahuan saya awal mula terdengarnya ada
suara tembak-tembakan itu, belum ada perobahan hampir satu minggu lebih kami di
kurung di dalam mesjid.
Sejauh
itu kami trus kami bertanya kepada pihak riath dan habib alwi sebagai ketua
pelajar indonesia, tentunya mengenai apakah ada perkembangan imformasi terbaru.
Berita
terbaru waktu adalah telah hancurnya gedung duta besar republik indonesia yang
berada di ibu kota negara yaman (san’a) di sebabkan pemerintahan telah jatuh di
tangan golongan pemberontak syiah houthi.
Keesokan
harinya kami kembali mendapak imformasi terbaru dari pihak mentri luar negeri
yang bekerja sama dengan tentara nasional indonesia (TNI), bahwa hari ini kami
akan di jemput oleh tentara naik pesawat tak ber awak milik TNI sendiri.
Mendengar
khabar tersebut kami semua di suruh kembali untuk bergegas menyiapkan barang-barangnya
dan siap-siap pulang, setelah sebelumnya upaya pemulangan kami gagal karena
kapal yang datang yang di janjikan
mentri luar negeri itu tidak bisa mendarat di pelabuhan aden,
Kami
di suruh untuk berdoa mudah-mudahan upaya percobaan keluar yang ke dua ini
dapat bejalan dengan lancar hingga selamat ke indonesia.
Di
samping itu kami juga mendapatkan informasi terbaru, bagaimana keresahan
masing-masing anggota keluarga dari kami di Indonesia. Semua orang tua kami sudah tau
tentang keberadaan dan posisi kami yang terpojok dan tidak bisa keluar dari
konflik ini.
Tak
sampai di situ juga kami sangat kesusahan menghubungi orang tua kami karena
seluruh jaringan komunikasi sudah tak berpungsi lagi.
Suasana
masih seperti itu, tergelentang di dalam mesjid sesekali shalat, berdoa dan
baca qur’an, hanya itu yang bisa kami lakukan sembari menunggu bagaimana
perkembangan mengenai keberadaan pesawat milik tentara itu .
Sudah
bejam-jam kami menunggu dari pagi dan kini-pun sudah mau menjelang sore, namun
pesawat yang di janjikan datang hari itu belum juga datang.
Setelah
beberapa menit kemudian kami dapat imformasi terbaru lagi, bahwa pesawat yang
di janjikan menjemput kami itu ternyata tidak bisa sampai di yaman, hanya bisa
mendarat sampai di daerah ethopia dan oman.
“Berarti
tentara kita tidak mampu juga menerobos kekuatan pemberontak syiah houthi, itulah yang ada di benak kami “.
Kali
ini kami tambah terpuruk lagi mendengar khabar itu, berarti mission yang ke dua ini
juga gagal untuk bisa ke luar.
Tidak
sampai di situ semua pihak yang peduli kondisi kami terus berupaya mulai dari
menlu, tentara dan lain sebagainya trus berupaya bagaimana caranya agar kami
bisa keluar dari konflik ini.
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh “di beritahukan kepada seluruh santri
tanpa terkecuali agar berkumpul di auditorium (aula) setelah sholat isya !
karna ada hal penting yang mau di sampaikan, Atas perhatiannya di ucapkan
terima kasih”.
“Suara
itu terdengar melalui speaker tepat di pojok kanan atas pintu kamar kami”
Saya-pun
langsung bergegas menuju lantai bawah untuk ngambil
wudhu’ dan siap-siap untuk shalat magrib berjamaah.
Saya
sudah bisa tangkap suara siapa itu tadi, itu pasti suara habib alwi. ”ujara
dalam hatiku”, Habib alwi adalah salah satu santri asal indonesia yang sudah
berpengalaman banyak, sekaligus sebagai pemandu kami dalam segala hal apapun.
Setelah
pengajian dan shalat isya,habib alwi menyuruh semua santri untuk berkumpul, di
tengah-tengah aula beliau berdiri dan menyuruh semua santri untuk diam, mendengarkan
kata-katnya dengan seksama, begitupun kami yang hadir sangat berharap ada
imformasi terbaru baik dari pihak mentri luar negeri, dari duta besar yaman ataupun
dari pihak tentara indonesia sendiri, Karena memang semua bentuk imformasi
apapun tak lepas dari sepengetahuan beliau.
Kami
tersimpuh antara girang dan cemas di hantui rasa takut yang berlebihan, sebab
saat itu yang ada di benak kami masing-masing adalah bagaimana caranya bisa
keluar dan selamat dari perang ini.
Habib
alwi mendapat mandat untuk menyampaikan instruksi dari pihak mentri luar negeri
dan menyuruh Kami semua untuk berkemas dan menyiapkan perbekalannya masing
–masing dengan catatan membawa barang apa yang sekiranya di anggap paling
penting untuk di bawa, ’’ karna besok pagi tepat sekitar jam
delapan akan ada kapal laut indonesia yang berlayar dari prancis dan akan
mendarat sejenak di perairan teluk aden
(yaman) “.
Otomatis
dalam keadaan sepert ini kami bisa menompang di kapal itu dan bisa pulang ke
indonesia, sambil menunggu keadaan membaik kembali seperti semula.
“Setelah mendengar kata-kata itu
kami semua yang ada di dalam auditorium merasa sangat senang”.
Walaupun
sebagian dari teman-teman kami masih ada yang berpikiran tidak senang denagn
berita tersebut. “entah apa yang ada di bena mereka ?“ apakah mereka ingin mati
dalam peperangan ini atau bagaimana saya tidak tahu”.
Ada
juga yang ber-asumsi dengan alasan belum adanya bekal ilmu yang di dapatkan
disini sementara itu besok hari kami semua akan pulang ke kampung
masing-masing.
Sebelumnya
karna sifatnya kami besok itu adalah sebagai penompang kapal maka masing-masing
individu di antara kami hanya boleh membawa barang–barang tidak lebih dari 10
kg.
Tanpa
pikir panjang semua santri langsung bergegas menuju kamar masing-masing, termasuk
saya dan rudi langsung muju kamar Al-muhajir. Rudi adalah salah satu teman saya
asal aceh itu (indonesia), sejenak berpikir antara saya dan rudi dan apa saja
barang yang mau di bawa dan apa yang mau di tinggalkan.
Tiba-tiba saja rudi bertanya seperti
ini sama saya “
“ente
nanti balek lagi ke sini setelah
pulang ke indonesia?”
Sambil menundukkan kepala saya
bilang ,
“belum
jelas boy tengok nantilah yang penting sekarang ini bagi ana adalah bagaimana
kita semua bisa selamat dari bencana ini.”
“Ternyata rudi sudah memasukkan
semua barang-barang miliknya ke dalam kardus dan tasdan berencana tidak kembali
lagi nanti ke sini dan akan kuliah di indonesia”.
“Suasana di luar ribath Al-idrus
seperti di pasar tradisioanl, di
hiasi oleh hiruk pikuk suara yang memekakkan telinga”.
“Sebab
semua sibuk mempersiapkan kembali bekal masing-masing”
Seperti
firman misalnya, firman
adalah salah satu santri asal solok selatan (Sumatera Barat) yang hobbynya mondar mandir dari
tadi saya melihat beliau liar sekali dan sibuk dengan urusannya sendiri, seolah beliau ingin meningglkan
bekas kakinya di setiap kamar yang ada.
“Akhirnya
sayapun datang meng-hampirinya dan bertanya”
“Mancari buku ana yang hilang a,ntah
kama pai e lah”,
Ternyata
firman kehilangan buku yang ia gemarinya, buku guru besar kami Habib abu bakar
Al-adeni tentang fithan dan tanda hari akhir, buku yang di pinjam oleh teman
kami dan belum juga nampak entah kemana.
Ya
udah man gak apa-apa berhubungan besok pagi akan berangkat dan menuju tanah air
kamu tidur aja dulu...! “ujar saya”
“Kata-kataku
akhirnya mampu menghentikan hobbynya yang mondar mandir dan akhirnya beliau
memutuskan untuk tidur.”
Malam
semakin larut suasanaribath mulai
sunyi satu persatu santri mulai terdampar di atas kasurnya masing-masing.
Sebelum
tidur saya pergi ke kamar mandi dan berwudhu’, setelah itu saya shalat dua
rakaat dan berdoa mudah-mudahan Allah memudahkan perjalanan kami besok menuju
tanah air.
Setelah
itu saya-pun menarik selimut dan berbaring sambil menatap langit-langit kamar
yang penuh dengan laba-laba.
Tiba-tiba
saya di kejutkan oleh teman saya orang arab,nama nya riyadh, bukan mata uang
ataupun nama sebuah daerah tapi memang itulah namaya.
“Percakapan
kami kira-kira seperti ini”
Dari mana kamu ?
“Dari mejid” jawab saya.
“Kemudian
saya balik bertanya “kenapa kamu belum tidur sementara teman-teman yang lain
sudah tertidur nyenyak? “Dalam bahasa arab”
“Saya
hanya banyak merasa sedih apabila kalian harus pulang besok pagi hari,kami yang
tinggal di sini tidak punya teman lagi, ribath ini akan sunyi dan tidak ada
orang,dan mungkin juga saatnya kita mungkin untuk ada yang akan mati di antara
kita”.
Setidaknya
seperti itulah gambaran terjemahan Bahasa arabnya ....
Setelah
beliau panjang lebar memaparkan kesedihannya saya pun tersentuh akan kata
–katanya yang menyentuh hati, bagaimana tidak setelah kurang lebih delapan
bulan kami saling bersama dan semua itu akan sirna dalam sekejap mata.
Sebab
selama ini orang-orang arab yang di tempatkan dua orang per-satu kamar untuk memudahkan
kami memahami bahasa Arab baik yang pusahah[17]ataupun
yang Amiah[18].
Selain itu juga merekalah yang membawa kami kemana-mana jika seandainya ada
kebutuhan kami yang jauh dan tidak kami ketahui, seperti ke pasar, Mall,ATM
dll.
Tak
jarang juga kami saling canda dan tawa, mengejek orang-orab ini bahasa
indonesia yang kotor yang tidak mereka pahami, demikian juga sebaliknya mereka
sering mengejek kami dengan bahasa Arab mereka yang tidak kami pahami.
Ternyata
teaman saya yang satu lagi belum juga tertidur, dan pasti mendengar percakapan
kami tadi ”dan tiba-tiba dia ngomong begini”
Kholas-kholas[19]
tidak usah terlalu kamu terlalu memikirkan hal tersebut ini adalah ujian dari Allah
SWT, ini hanyalah dunia yang sementara dan seandainya-pun ada yang mati besok
di antara kita pasti Allah akan mempertemukan kita di akhiratnya.
“Kata-katanya
semakin menusuk hatiku yang mendengar, seolah kata-kata mereka itu membuatku
semakin tidak berdaya untuk menghadapi hidup ini dan seolah hari besok adalah
hari terakhir saya hidup”.
Tak
ku sangka ternyata mereka sudah tertidur,
tinggallah
aku dalam kesedihan dan kesendirian menghayati kat-kata mereka yang menusuk
itu. Sambil ku pejamkan mata di sertai air mata yang merahku tiba-tiba ku
hilang kesadaran.
Subuh-subuh
! subuh-subuh !!!!!
Saya
tersentak mendengar kata-kata itu, “ternyata hari sudah pagi” ternyata suara
itu adalah suara paman yang di beri tugas dan wewenang untuk membangunkan kami.
Pekerjaan yang kebanyakan orang ini adalah pekerjaan yang biasa-biasa saja
tetapi sebenarnya memiliki nilai ibadah yang tinggi di mata AllahSWT.
Tak
jarang di antara kami sering mengejek paman ini,karna kami masih sangat ngantuk
sekali dan dia terus memaksa kami untuk bangun, tapi beliau selalu membalasnya
dengan kata-kata seperti ini “kalian jauh-jauh dari idonesia ke sini apakah
hanya untuk tidur? kalau hanya tidur mending kalian tidur di rumah kalian saja
!”
Semua
santri pun menuju mesjid untu shalat tahajjud, saya menatap wajah-wjah santri
yang polos dan murung, seolah dalam raut wajah mereka tergambar kata-kata, tidak
mau hari ini adalah hari terakhir mereka di sini.
“Antri:
antri adalah hal yang tidak asing juga bagi kami dan hal yang tidak pernah dari
kehidupan kami, berwudhu’ salah satunya harus menunggu satu sama lain, karena
kita tahu sendiri bagaimana kondisi air di tanah arab yang penuh dengan padang
pasir dan kegersangan,jadi air sangat minim sekali untuk kami dapatkan baik
untuk mandi,minum apalagi untuk berwudhu’.
Tapi
yang saya sangat herankan sekali adalah yang biasanya berlomba-lomba untuk
antrian,tapi justru semua seolah pengen di belakang aja, seolah mereka ingin
menikmati lebih lama lagi di tanah para wali ini.
Adzan
subuh pun berkumandang suara mesjid penuh dengan ke haruan,seolah suara adzan
itu adalah suara terakhir yang akan kami denagar, shalatpun demikian semua
santri merasalkan shalat ini adalah shalat yang terakhir kami.
Setelah
shalat subuh satu persatu guru-guru kami memberikan sepatah dua kata kepada
kami dan meminta maaf apabila mungkin selama ini ada yang melakukan kesalahan
baik itu di sengaja ataupun tidak di senagaja.
Ustadz
sameh misalnya beliau berharap kepada kami semua apabila telah sampai di
kampungnya masing-masing jangan lupa syi’ar kan da’wah islam dan menyampaikan
apa yang di sampaikan oleh Rasullah SAW ! “jika seandainya kalian tidak bisa
berdakwah untuk negara kalian, paling tidak untuk provinsi kalian,kalau
seandainya tidak sanggup untukprovinsi kalian paling tidak untuk Kabupaten
kalian,jikalau seandanya tidak sanggup untuk kabupaten kalian paling tidak
untuk kecamatan kalian,jika seandainya tidak sanggup untuk kecamatan kalian
paling tidak untuk kelurahan/desa kalian,jika seandainya tidak sanggup untuk
kelurahan/desa kalian paling tidak untuk keluarga kalian, dan jika lau
seandainya tidak sanggup untu keluarga kalian paling tidak untuk diri kalian
sendiri”.
Kata-kata
itu seolah mengancam kami dan memangharus kami laksanakan amanah yang beliau
sampaikan.
Tak
sedikit di antara guru-guru besar kami yang memberikan amanah, motivasi,dan
teguran. Ustadz azis misalnya beliau menyampaikan kirim salam kepada semua
orang tua kami,walaupun belum bisa untuk ngirim duit ujarnya dengan sedikit
tertawa, dan jangan lupa untuk kembali lagi ke sini kembali apabila suasana
telah aman kembali.
Hampir
semua santri menundukkan kepala apakah karna sedih dan malu karena kata-kata
ustadz kami atau karean tidak tanhan menahan kantuk, yang jelass masing-masing
kami mengeluarkan mimik wajah-Nya yang berbeda-beda termasuk saya.
Suasana
semakin mengharukan ketika tiba saatnya saling salam-salaman antara murid
dengan guru ataupun antara murid dengan murid, ada yang menjerit menangis pilu
karena tidak rela meninggalkan guru-guru
kami, ada yang hanya matanya yang merah
tanpa air mata, ada juga yang tidak tersentuh sama sekali .
Satu-peratu
santri keluar mesjid, masing
masing kami pun harus bersiap-siap untuk berangkat pulang.
Tak
lama kemudian suara tembakan muncul lagi dari daerah gunung tempat kami
tinggal, kami hanya bisa menonton dan menyaksikan itu semua, tak jarang memang
satu persatu terkadang bekas peluru mereka menyasar ke daerah tempat kami
tinggal, biasanya kami akan mengambil sarang peluru tersebut dan menjadikannya
maianan yang paling sering kami temukan adalah bekas sarang peluru kalashnikov
AK-47 Assault, rifle M16 dan jenis senjata revoiver lainnya.
“Sambil
menunggu perrintah untuk naik bis semua santri di harapkan makan dulu”ujar
salah seorang senior yang bekerja di dapur makan”.
Semua
santri menuju ruang dapur untuk makan untuk mengambil jatah roti yang telah di
sediakan, roti yang berukuran agak lumayan besar itu adalah sudah menjadi
makanan pokok kami sehari-hari di samping nasi, kemudian roti itu di campur
dengan basolia (kuah kedelai yang di campur bawang ) atau gk selai kacang biar
rasanya tidak terlalu hambar.
Setelah
semua sarapan pagi kami semua di suruh untuk berkemas dan untuk naik ke dalam
bis yang sudah menunggu di depan asrama.
Satu
persatu barang-barang di masukkan ke dalam mobil,tiga buah mobil yang akan
mengantarkan kami dua mobil untuk santri asal indonesia,satu lagi untuk santri
asal malaysia dan thailand.
Setelah
mobil mulai melaju dan keluar dari gerbang ribath,kami semua tercengang melihat
pemandangan penomena yang terjadi di luar, sebab kurang lebih satu miggu kami
di kurung di dalam mesjid.
Di
luar jangkauan pemandangan kami selama ini, selama ini yang kami tahu bahwa
suasana jalan yang ramai dan di padati penduduk,tapi kali ini sunyi bagaikan
kota yang mati tak berpenghuni, yang dulunya rumah-rumah yang indah dan
eksotik, tapi kini hancur terbakar oleh boom dan peluru.
Penomena
yang kami lihat benar-benar sungguh jauh berbeda, sambil menyaksikan penena kota yang berubah
drastis itu, kami di larang untuk mengeluarkan hanpone kami untuk me-photho
ataupun me-vidieo sebab kita nanti di sangka mata-mata ataupun intelijen oleh
orang yang bejaga-jaga di sekitar situ.
Sementara
itu kami hanya bisa tersimpuh duduk rapi di atas kursi mobil namun sesekali
kami masih mendengar suara tembakan dan boom yang jaraknya lumayan dekat dengan
jarak mobil kami.
“Kita aman kog insyaallah “ucap
salah seorang senior kami namanya munawwir” beliau adalah seorang santri asal
aceh juga”.
Kita
semua jangan terlalu takut, yakin
dan percayalah bahwa Allah SWT pasti akan melindungi kita semua karena kita
adalah penuntut ilmu dan orang yang pencari ilmu pasti di lindungi Allah, perbanyak
doa dan istigfar kepada Allah karena apapun yang terjadi nanti, kita mati dalam keadaan beriman
kepadanya. “Kata beliau“
Kata-katanya
itu terus memotivasi kami agar setiap nafas yang kami keluarkan selalu menyebut
nama Allah, agar setiap kata yang kami keluarkan selalu di ridhai oleh allah
SWT.
Gk
tau tiba-tiba mobil behenti mendadak,
semua
kami yang ada di dalam mobil terkejut dan saling bertanya antara satu sama
lain.
“Ada apa ini ? Ada apa ini ?”...
Kemudian Bapak sopir kami bilang,
Tenang ! Tenang!!!
Kita
aman insyaallah Cuma ada sedikit pemeriksaan dari pihak tentara setempat,mereka
takut di antara kita ada yang membawa senjata ataupun barang-barang yang
berbahaya.
Kecemasan
kami pun hilaang dengan ucapan bapak sopir itu.
Ketika
pemeriksaan saya sendiri merasa sangat ketakutan karena di dalam kover saya ada
berbagai macam sarang peluru yang saya simpan di dalam koper saya .
Di
dalam hati saya berdoa kepada Allah mudah-mudahan kover saya tidak di periksa
oleh tentara, serasa sangat menyesal seKali karena telah memasukkan bekas
sarang pelaru yang menyasar di daerah asrama kami.
Alhamdulillah ya allah “saya dan teman-teman merasa lega dan tenang
setelah salah satu dari tentara itu bilang untuk jalan!”.
“Mobil pun kembali melaju “,
Ternyata
tiap-tiap daerah itu ada pos-pos penjagaan termasuk perbatasan warga, jadi ada
pemeriksaan tiap-tiap mobil yang lewat tanpa terkecuali .
Hampir
di setiap perbatasan ada pos temapat penjagaan, mulai dari tempat kami tinggal
sampai menuju teluk perairan aden
(yaman)
yang jaraknya hampir 20 km.
Satu
persatu pemeriksaan mulai terlewati,
namun
hati saya masih belum tenang karena peluru yang ada di dalam cover saya itu.
“Masih
ada satu penjagaan pos lagi ucap salah seorang teman kami, setelah beliau mendengar percakapan
dengan pihak sopir mobil”.
Kami
semua semakin ketakutan ketika hendak menghampiri teluk peraiaran, karena suara tembakan yang semakin
saat seolah semakin dekat.
Setelah
sampai di gerbang perairan teluk kami semua di suruh untuk turun dari dalam
mobil serta membawa barang bawaannya masing-masing.
Habib
alwi yang selaku eksekutor kami langsung menanyakan kepada pihak pelabuhan
mengenai keberadaan kapal laut asal indonesia yang berlayar dari prancis dan
hari ini sekiatar jam delapan mendarat di perairan teluk aden (yaman).
Tetapi
yang mengheran kan bagi kami semua adalah jawaban dari pihak pelabuhan sendiri
yang mengatakan bahwa tidak ada kapal yang mendarat sejak dari kemaren-kemaren,
setelah golongan syiah houthi menguasai bagian perbatasan wilayah yaman.
Jawaban
itu membuat habib alwi heran dan marah,
karena
sesuai perjanjian bahwa kapal yang di janjikan itu sudah mendarat .
kami
semua di hantui ke bingungan, setelah menghubungi nahkoda kapal dari indonesia
itu ternyata mereka di larang lewat dan masuk ke daerah perairan teluk aden
karena di takutkan mereka nanti akan di serang oleh pihak golonan syiah houthi.
Sementara
itu suara tembakan dari daerah dalam pelabuhan semakin terdengar dekat dan
mengarah ke daerah kami.
Ya
allah...! ya allah ... !!!!!
Suara
itu datang dari salah seorang guru kami yang menyruh kami untuk segera
menaikkan kembali barang-barang yang telah kami turunkan itu.
Sebagian di antara kami termasuk
saya belum tahu secara jelas mengapa dan apa yang terjadi, sehingga membingungkan kami antar
menaikkan atau membiarkan barang-barang kami yang tergeletak itu.
Suara
guru-guru kami semakin keras dan lantang untuk menyuruh sang sopir memajukan
mobil, karna tak ingin ada yang tertembak di antara kami semua karna kami
sebenarnya tidak ada ikut campur dalam peperangan ini dan sebenarnya bukanlah
kami sebagai target utama mereka, melainkan tentara dan warga setempat.
“Mobilpun
kembali melaju dengan kecepatan sangat tinggi” seolah –olah kami berada di dalm
film fast to farious dan paman sopir kami sebagai actor vin diesel dan kami
semua hanya bisa menyaksikan dan berdoa di tempat duduk kami masing-masing. Sehingga akhirnya kami harus kembali lagi ke tempat
kami semula.
“Mereka
bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah: Berperang
pada bulan haram itu adalah dosa besar; tetapi (menghalangi) manusia dari jalan
Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) masjid al haram dan
mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar dosanya di sisi Allah. Dan
berbuat fitnah lebih besar dosanya daripada membunuh. Mereka tidak
henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu
(kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di
antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah
yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni
neraka, mereka kekal di dalamnya”. Al Baqarah: 217.
Ket : senjata
yang di pakai perang (AK47)
MISSION IMPOSSIBLE
12
April 2015 hari di mana kami kami mendapat imformasi terbaru kembali setelah
dua kali sebelumnya kami gagal untuk keluar, mission ke 3 ini hampir mirip
dengan mission yang pertama.
“Hari
ini akan ada kapal milik indonesia kembali yang akan mendarat di perairan
teluk” ucap habib alwi !
Lagi
dan lagi kami bergegas berkemas kembali menuju teluk perairan aden (yaman)
melihat apakah benar ada kapal milik indonesia yang mendarat di sana, tapi
sayang kejadian mission ke tiga ini juga ternyata 11-12 dengan kejadian yang pertama
yang kami alami.
Hasilnya
nihil,Tapi ada hal yang berbeda sedikit dengan yang sebelumnya, mission-mission
sebelumnya kami kembali lagi ke markas persembunyian kami, tapi kali ini tidak,
kali ini kami di bawa ke tempat pengasingan markas kepolisian republik yaman. Mungkin
pihak mentri luar negeri indonesia kita kerja sama dan mengitruksikan kepada
pihak keamanan setempat untuk mengamankan keadaan kami yang sedang
terperangkap.
Atas
kerja sama itu kami -pun Semua yang hampir berjumlah 150 orang itu di bawa
waktu itu juga ke markas polisi peraian.
Mendengar
kami semua akan di bawa dan di amankan di markas polisi, kami–pun merasa lebih
lebih lega dan dapat bernafas panjang kembali karena sekarang kami telah punya
deking untuk melindungi.
Sesampai
kami di sana, kami di instruksikan tidak boleh kemana-mana dan jangan ada yang
bertingkah aneh-aneh di area markas ini.
Tak
terasa malam-pun datang menghampiri kami kami semua harus berada di dalam kamar
masing-masing sambil menungu instruksi apa selanjutnya yang akan kami terima.
Hari
itu tepat 13 april 2015, kami bangun pagi dan menyaksikan indahnya mentari di
pagi itu dan di iringi oleh angin sepoi-sepoi, hari itu bagi kami semua adalah
hari pembebasan walaupun pada hakikatnya kami semua belum bebas.
Sebab
sudah satu bulan lebih selama ini kami di kurung dan tidak bisa melihat
keindahan apa-apa, yang kami lihat hanyalah wajah teman yang tak pernah
berubah, dinding mesjid yang tebal dan sejadah yang sudah lapuk di makan usia .
Cuma itu !!
Tetapi
hari ini kami di sambut kegembiraan,keceriaan dan hari yang cerah,awan yang
menawan memberi persahabatan dengan ke biruannya,pantai yang eksotis
menggambarkan keromantisan burung-burung yang beterbangan.
Tak
sampai di situ dari pihak polisi sendiri banyak memberikan kepada kami makanan
dan minuman sambil ber-pose(selfie),sehingga kami sangat happy sekalli hari itu.
Di
saat kami semua sedang asik menikmati pasilitas yang ada, tiba-tiba ada instruksi baru.
Instruksi
itu ternyata bukan dari pihak pemerintahan indonesia lagi melainkan dari
pemerintahan negara tetangga (malaysia).
“Ba’da
dzuhur nanti, bahwa seluruh orang malaysia tanpa terkecuali di harapkan untuk
mendekati perairan teluk aden (yaman)sebab kapal malaysia akan mendarat di
sana.”
Khabar
itu sedikit tidak mengenakkan telinga bagi kami orang-orang indonesia, apabila
kapal itu telah tiba, berarti nanti mereka akan pulang terlebih dahulu dan
meninggalkan kami, karena instruksi itu hanya khusus bagi orang malaysia bukan
orang indonesia.
Berjam-jam
lamanya juga mereka menunggu kapal yang di janjikan mendarat sekitar jam 1
siang itu, tapi belum juga nampak bayang-bayang akan keberadaanya, sementara
itu semua teman-teman kami asal malaysia sudah bersiap-siap. Setelah shalat
dzuhur kami kembali mendapat imformasi lagi, masih tetap dari habib alwi karena
walau bagaimanapun beliaulah yang menjadi eksekutor pertama kami, sebab kali
ini semua apapun yang telah terjadi dan apapun yang akan terjadi semua tidak
lepas dari kaki tangan beliau yang mulia itu.
“Semua kembali ke kamar
masing-masing dan amabil barang-barang antum ingat jangan ada yang ketinggalan!”,
Kepada
seluruh santri asal malaysia sampai saat ini kapal yang di janjikan oleh
pemerintahan kalian belum juga mendarat di perairan teluk, sementara itu kapal
milik indonesia sendiri sudah mendarat terlebih dahulu, sekarang kami kembali
kan kepada kalian semua apakah kalian tetap menungu kapal yang belum jelas
keberadaannya itu atau ikut besama kami kapal indonesia yang sudah jelas ada di
teluk sekarang ini? “Ujar habib alwi dengan nada tinggi”
keputusan
akhirnya pihak santri malaysia sendiri lebih memilih untuk ikut bersama kapal
kami, karena sampai saat itu juga kapal yang di janjikan itu belum juga ada di
teluk perairan.
Instuksi
kali ini sungguh sangat berbeda sekali dengan instruksi yang sebelum-sebelumnya.sebab
kali ini nadanya lebih meyakinkan lagi di tambah kali ini beliau di dampingi
orang-orang indonesia yang bekerja di untuk palang merah internarional (PMI).
Deking
kita semakin kuat kali ini,ujar beliau dengan penuh percaya diri !
mudah-mudahan misssion kita kali ini dapat berhasil ..Amiiin
Sebelumnya
semua kami di periksa dulu oleh pihak kesehatan itu ,
Om
bagus misalnya yang paling saya ingat sekali, beliau
adalah blasteran indon-china yang tinggal di palembang dan bekerja untuk palang
merah international beliau sangat heran sekali melihat kondisi kami yang tidak
ada terluka sama sekali, sebab selama ini mereka melihat di layar televisi
orang-orang yang terkena perang ini sangat memprihatinkan kondisinya, ada yang
terluka kena tembak,ada yang hancur badanya terkena boom ada yang terken
percikan roket dan macam-macam lainnya, tapi Alhamdulillah rombongan kami semua
dalam keadaan sehat walafiat.
Hari
itu adalah usaha yang ke empat kalinya kami berusa keluar dari negara ini,kami
sanagt berharap sekali dan berdoa kepada atuhan semooga para pemberontak itu
membiarkan kami keluar dari negara mereka ini.
Jarak
tempat kami kali ini itu sendiri tidak terlalu jauh dari perairan teluk aden
(YAMAN). Setelah semua peralatan dan
barang-barang siap di kemas dan di masukkan ke dalam mobil, mobilpun mulai
begerak keluar menelusuri pemukiman warga,berlahan kami tetap di dampingi
kepolisian setempat di tambah bendera PMI yang berkibar di atas dan samping
mobil kami, karena dalam peraturannya orang yang berada dalam pangkuan lambang
ini tidak boleh di sakiti apalagi di temabak, karena pada intinya mereka yang
bekerja di dalam ini adalah orang-orang untuk menolong orang-orang yang
terluka,jadi bendera dunia sendiri melindungi mereka, itulah salah satu sebanya
tingkat ke PD-an kami pun semakin meningkat karena kali ini kami berada dalam
pangkuan pengawasan yang lebih ketat.
Alhamdulillah
kami pun akhirnya sampai di pintu gerbang teluk perairan yang di maksud.
Satu
persatu dari kami turun dari mobil dan di periksa terlebih dahulu sebelum naik
ke atas kapal.
Stelah
semua di periksa,tak lama kemudian istruksi dari pihak kapal menyuruh kami
semua untuk naik.
Setelah
semua kami naik ke atas kapal, ada satu penomena yang aneh sekali bagi kami semua
yang menatap ke bawah kapal, ternyata Habib alwi selaku sang eksekutor kami,yang
telah rela mengahabiskan waktunya untuk kami,yang memperjuangkan kami dan
berkorban demi menyelamatkan nyawa kami, ternyata beliau tidak ikut naik kapal
bersama kami.
Kami
semua merasa sedih dan tidak menerima kalau seandainya ada terjadi apa-apa sama
beliau.
kami
rela meninggalkan beliau dalam kondisi perang yang masih belum aman sementara
itu kami akan pergi meningglkan beliau,sebab itulah kami semua seolah merasa
bersalah dan berhutang budi kepada beliau.
Kapal-pun
berlahan mulai begerak ke arah tengah,karena kami tidak bisa lama-lama di tepi
perairan ini sebab kondisi masih belum labil aman 100 %.di takutkan nanti
keberadaan kami di ketahui oleh pihak pemberontak syiah houthi.
Dari
kejauhan kami melihat mereka yang tidak berdosa,sebab karena jasa mereka lah
kami masih bisa hidup sekarang ini.
Mereka
berdiri melambaikan tangan ke arah pada kami, sembari meneteskan air mata di
antara kami dan mengucapkan salam perpisahan, tak seorangpun yang sanggup
berbicara apa-apa, hanya bisa berdoa mudah-mudahan Allah menjaga mereka semua
yang tinggal dan semoga Allah yang akan
mempertemukan kami kembali.
Ket : Jenis
Senjata AK 47 yang biasa di pakai perang
PASRAH TAPI TAK RELA
Kapal
mulai berlabuh ke arah perairan berlahan mengambas melawan derasnya ombak teluk
perairan aden. Berlahan wajah mereka yang dekat mulai menjauh, berlahan kapal melebarkan sayab
mengibarkan panji-panji kebebasan, berlahan air mata kami semua mau menetes
tapi apa kan daya tangan tak sampai.
Ditengah
suasana menegangkan itu kami semua tercengang ternyata kapal yang kami naiki
bukanlah kapal milik indonesia melainkan punya nelayan masyarakat setempat,
karen sebelumnya kami sempat mendapat kabar kalau kapal yang datang adlah kapal
milik indonesia.
Kurang
lebih 200 orang ada di dalam kapal karena selain pelajar dari indonesia
masyarakat dan orang-orng indonesia yang berasal dari indonesia juga ikut
berlayar bersama kami, sementara kapal yang kami gunakan ukurannya tidak
terlalu besar hanya kapal seukuran yang sedang biassa di pakai nelayan untuk
menangkap ikan di lautan. 200 orang bukanlah orang yang sedikit untuk kapal
yang sekecil itu, tapi seperti apapun juga kami harus menempatkan diri senyaman
mungkin di dalam kapal.
Ditengah
kapal semkain mulai meninggalkan pelabuhan dari kejauhan masih terdengar suara
tembakan yang seolah belum puas akan kepergian kami, di sambut terikan
burung-burung gagak yang terkejut akan suara tembakan sembari berkeliaran di
atas laut yang biru itu.
Suasana
hati tambah berdebar-debar kami takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, was-was
menghantui kami timbul pertanyaan yang aneh-aneh di benak kami, bagaimana nanti
kalau para pemberontak itu menyerang kapal yang kita ini, bagaimana nanti kalau
pemberontak itu menyerang dan menebak ke arah kapal kita, bagaiana nanti kalau
pemeberontak itu menjadikan kita sebagai tawanan mereka, bagaimana dan
bagaimana terus menghantui perasaan kami. Tiada banyak yang dapat kami lakukan
kalua seandainya hal yang demikian terjadi sebab selain kami tidak ada sangkut
paut dengan hal yang terjadi di negara ini , kami juga tidak ada bekal senjata
di dalam kapal untuk menghadaang perlawannan mereka, kami hanya bisa bersoa dan
berdoa supaya kapal yang kami tupang ini tidak akan terjadi apa-apa.
Syukurnya
suara tembakan itu tidak berjalan lama, apa karena karena mereka mengira kapal
yang datang adalah karena kapal nelayan yang sedang menari ikan, atau karena
mereka sengaja hanya ingin menakut-nakuti kami, atau mereka takut karena pernyataan
panglima TNI indonesia yang menyatakan kalau sempat terjadi sesuatu kepada
salah satu warga negara indonesia maka mau tidak mau indonesia kan ikut secara
langsung terhadpa konflik yang terjadi saat ini dan peperangan akan semakin
panas dan bekelanjutan yang seolah tak akan ada akhir. Setelah sebelumnya ada
warga indonesia yang di tawan oleh kelompok houthi beberapa orang yang
berinisial nama huruf depan abu, karena ada beberapa orng indonesia yang nama
depannya inisial abu dan mereka sangat anti sekali terhadap-nama-nama itu.
Ditengah
kapal semakin menelusuri perairan laut merah kala itu senja pun mulai
menampakkan warna mega di upuk barat, awan-awan hitam-pun mulai menampakkan
kegelapannya, burung-burng berkicau sembari menebarkan sayabnya menuju sarang.
Disaat
itu pula kami mulai merasa kelaparan, kami beratanya kepada awak kapal yang
membawa kami apa ada bekal makanan yang mereka bawa, sayangnya mereka hanya
membawa bekal pas-pas an dan hunya cukup untuk mereka saja, sementara kami pelajar
dan oraang-orang lainnya yang ada situ sama sekali tidak membawa apa-apa hanya
sedikit nasi yang berlebih tadi sebelum berangkat.
Walaupun
demikain halnya tetapi tetap saja para awak kapal itu mau memberikan bekal
mereka untuk sebagian di antara kami walaupun ternyata bekal yang mereka bawa
itu hanyalah nasi dan mie yang di masak (rebus).
Wajah-wajah
lesu dan kelaparan di anrata kawan-kawan
saya jelas sekali tampak saya perhatikan dan saya
merasa sangat kasihan terhadap peristiwa yanng menimpa kami.
Tak
sedih juga saya melihat di sekeliling saya orang-orang indonesia yang sudah
lama menetap di yaman yang ikut bersama kami juga kelaparan dan ibanya lagi
mereka ada yang memebawa anak-anak dan istri mereka. Lagi dan lagi tidak banyak
yang dapat bisa kami perbuat banyak hanya berdo’a dan berdo’a secepatnya derita ini berakhir.
Di
tengah malam mulai menjelang saya menoleh ke kiri yang tampak hanyalah
kegelapan, saya menoleh kanan yang tampak hanyalah kegelapan, saya menoleh ke
atas awan yang tampak hanyalah kegelapan, yang terdengar hanyalah suara mesin
kapal yang memekakkan telinga, yang terdengar hanyalah suara ombak yang
mengimbas ke sudut tiap sisi kapal, yang terlihat hanyalah wajah kawan-kawan
saya yang seolah pasrah akan apapun yang akan terjadi.
Suasana
yang mencekam ini seolah akan menampakkan pertnada buruk akan terjadi kepada
kami semua yang ada di dalam kapal itu. Suasana pun semakin risau setelah salah
satu dia antara kami ada yangh mabuk laut dan muntah karena perjalanan di
tambah tinggiinya udara dingin air laut termasuk saya yang mabuk waktu itu,
rasa sakit semakin mendalam dan derita akan semakin panjang itulah yang
terpikir di dalam benak saya, di tengah angin malam yang semakin menjadi-jadi, perut
yang keroncong kelaparan, ombak yang tidak bersahabat dengan keberadaan kami
rasa pasrah-pun semaikin menjadi-jadi.
Sembari
menikmati perjalan yang menegangkan itu salah satu mahasisawa dari indonesia
dari kami menyuruh terus membaca ayat-ayat Al-qur’an dan selau berdo’a semoga
Allah menyelamatkan kita semua.
Suasana histeripun semakin menjadi setelah
di antara yang ada di dalam kapal itu ada yang menangis dan meronta-ronta.
Di
tengah suana yang demikian satu persatu di antar kami semua yang ada di dalam
kapal itu mulai muali hening karena tidur, walaupun massih ada juga sebagian
yang terus memegang tasbihnya sembari berzikir dan berzikir.
Tak
sampai disitu suasana yang extrim itu semakin histeris ketika saya mau buang
air kecil. Saya mulai melangkah di atara orang-orang yang tergeletak tak
beraturan yang sedang tidur saya mencari di mana toiletnya tapi sayang saya
tidak menemukannya
.
Setelah
saya bertanya kepada salah satu teman saya ternyata toiletmya ada di sisi pinggir
kapal itu dan ukurannya sangat kecil hanya di tutup satu lembar kain dan yang
paling menakutkannya lagi saya melihat lobang toiletnya itu ternyata langsung
ke laut lepas ke laut lepas tanpa ada pembatas hanya dua lembar papan yang
terbentang untuk tempat kaki berpijak layaknya seperti orang yang jongkok ketika
di dalam toilet, kenapa tidak extrim sedikit saja kita salah langkah dan salah
melangkah bisa-bisa kita langsung jatuh ke bawah laut dan tidak tertutup kemungkinan
susah untuk selamat kalau sudah jatuh ke dalam laut, tapi saya ketika itu tidak
kencing jongkok saya memilih kencing berdiri saja karena saya takut saya jatuh ke
dalam laut, sembari saya pegang erat salah satu tiang penyangga badan kapal
saya memejamkan mata sembari melepaskan air kencing yang saya tahan-tahan dari
sudah lama.
Setelah
saya buang air kecil rasanya sangat lega dan agak mulai bernafas saya pun
mencari tempat
saya semula. Hanya tinggal beberapa orang yang belum tidur. Saya-pun mulai memejamkan
mata dan mulai tertidur, tetapi di tengah itu saya terbangun rasa sakit perut
saya semakin menjadi-jadi dan muntah-muntah yang keluar hanya air dan air rasa
sakit sembari saya menangiskan air mata. Rasa akan pasrah pun semakin menghantui
setelah sebelumnya mendenagr berita dari awak kapal bahwasanya perjalanan kami
kami jauh, sebab biasanaya perjalananya 2 hari dua malam kata awak kapalnya.
Tetap
saja saya berusaha agar tetap bisa tertidur dan Alhamdulillah saya-pun tertidur kembali. Tidak lama
kemudian saya-pun terbangun lagi dan di situ saya terkejut melihat di sekitar
saya di penuhi air kencing dan kotoran yang paling parah lagi ternyata air
kencing tersebut telah membasahi sekujur tubuh saya, di situ saya berpikir
berarti ada yang tidak berani megugunakan toilet yang ada di kapal itu. Di
tengah itu sangat haus sekali dan saya mencari air sembari bertanya tanya
apakah masih ada yang tersisa walaupun sedikit tapi sayang air tidak ada.
Di
tengah rasa haus dan kelaparan itu agak sedikit lupa setelah kami melihat
ternyata dari ufuk timur mulai terlihat warna mentari memancarkan keemasannya.
Satu persatu kami-pun menghampiri pinggir kapal sembari melihat suasana dan
bagaimana keadaan dunia laut yang kami jalani, di situ baru kami bisa melihat ternyata
kami di atas laut yang sanagt biru sekali, kami memandang kiri kanan sebatas
mata memandnag luasnya laut yang tidak ada sudutnya.
Sembari
kami menatap di sekitar kami-pun di panggil oleh awak kapal untuk memakan mie
yang di buat oleh mereka ternyata mereka masih punya bekal yang tinggal di
dapur kapal itu, kami merasa sengang dan saling berebutan antara satu sama
lain. Riangnya bukan main kami selain kami melihat indahnya laut merah ciptaan
Allah di tambah makan yang yang masih ada walaupun itu hanya mie, bisalah di
jadikan sebagai penggangjal perut yang kelaparan sejak -+1 hari yang lalu. Setelah
makan mie yang seadanya itu satu persatu di antara kami-pun kembali menghampiri
sudut-sudut papan kapal itu satu persatu saya melihat kawan-kawan saya
bermenung ada yang mukanya masam sambil meliahat ke tengah lautan, ada sedang
berbaring sembari tersenyum sebari menatap awan biru ke atas langit, ada yang
lagi menangis tersedu sedu sambil menatap ke tengah lautan yang biru itu.
Tak
kalah juga saya juga sempat bermenung sejenak atas perjalan hebat yang telah
kami jalanai dan berfikir hal apakah yang akan terjadi lagi kepada kami
kedepannya, setelah semua seolah letih dengan ratapan, renungan dari
masing-masing kami, matahari-pun semakin panas dan satu persatu di antara kami
kembali menjauh dari pinggir-pinggir kapal itu, sembri duduk-duduk satu persatu
mulai membentuk kelompok-kelompok bercerita satu sama lain, ada yang lagi sharing
ada yang lagi berzikir ada yng lagi tidur-tidur, tak kalah juga saya yang
sedang bercerita-cerita kecil dengan kelompok kawan-kawan yang lain.
Tak
terasa saya-pun
tertidur, ternyata makan mie yang di berikan oleh awak kapal tadi mampu mengantarkan saya tidur lelap dan
kembali saya tersadar hari-pun
sudah semakin gelap. Malam mulai mejelang lagi, “suasana semula akan kah terjadi lagi”, itulah pertanyaan yang terlontar
di benak saya. Tak lama kemudian
di tengah malam yang gelap gulita itu awan sanagt hitam sekali tidak ada bintang
tidak ada bulan, gelap sekali, dari kejauhan mulai terdengar suara petir yang
sangat kuat, goyangan
kapal semakin menjadi-jadi kami-pun
heran dengan gerangan apa yang terjadi, saya dan sebagian kawan-kawan yang lain
melihat ke luar air laut ternyata ombaknya sangat besar dan berlahan air hujan mulai turun.
Bukan
main rasa takutnya sama seperti prediksi saya sebelumnya akan terjadi hal aneh
lagi dalam perjalanan kami. Dibuktikan saat hujan semakin menjadi jadi di
tambah suara petir yang sangat kuat tak ada hentinya, dapat di bayangkan
bagaimana suasananya, ombang ambing kapal membuat kami sebagian kembali ada
yang mabuk muntah dan ada sebagian yang menangis, derita itu seolah belum
berakhir setelah ombak yag besar besar kami lihat sembari menghempaskannya dan
airnya masuk ke dalam kapal kami.
Omabaknya
besar dan selama hidup saya baru kali ini saya menemukan ombak sebesar-besar
itu, bukan main besarnya dan lagi dan lagi tidak ada yang dapat kami lakukan
hanyalah pasrah pasrah dan hanya berdo’a dan berdo’a .
Derita
semakin panjang itulah yang terbayang dalam benakku, sudah kelaparan, haus,
mabuk laut, kali ini rasa itu bertambah satu lagi yaitundi rasa dingin yang
mencekam dan berlahan mulai menusuk tulang, ketika itu saya hanya terbaring di
atas papan yang tak berlapis itu lagi dan lagi, saya-pun mulai pergi mencari
tempat barang-barang dan mengambil kain sarung di dalam koper saya. Bersyukur
berlahan suara petir dan hujan itu-pun
mulai reda dan berlahan juga kami kembali tidur dan saya-pun tidak sadarkan diri.
Pagi
kembali menjelang saya dan kawan-kawan yang lain mulai tersenyum dan bersorak
gembira saat pagi yang cerah di sambut kicauan burung yang beterbangan terlihat
dari kejauhan gunung-gunung kecil dan terlihat juga beberapa kapal kapal besar
yang sedang terdampar dan ada juga kapal-kapal besar yang sudah rusak dan
lapuk, satu persatu kami saling bertanya antara satu sama lain, kita sekarang
di mana ? kita sekarang di mana ? pertanyaan itu coba kami alihkan kepad awak
kapal , awak kapal bilang kalau kami akan mendarat di negara djibouti . saya
terkejut dan bertanya negara apa itu, benua mana itu saya baru pernah dengar
baru pernah terdengar di dalam telinga saya. Dan saya pikir tak banyak yang tahu
akan negara ini.
Ternyata Negera ini adalah di afrika utara dan kalau di lihat
di peta dia bersebelahan
dengan negara
somalia. Berlahan kapal yang kami tunggangi itu pun mulai menepi dan bertahap
sedikit demi sedikit mulai mendarat. Riangnya bukan main kawan, senangnya bukan
main kawan, bahagianya bukan tanggung kawan, satu persatu kami pun mulai turun
sembari mengangkat barang-barang bawaan kami, rasa gembira semakin bertambah
selain sudah selamat dari perjalanan panjang, kami juga di sambut hangat oleh kedutaan
besar setempat, satu persatu kami di salami.
Kemudian
satu persatu kami diberikan makanan mulai dari nasi, minuman, roti, dll
. Dan
tak kalah penting juga kami di periksa kesehatannya oleh team indonesia yang
sudah menunggu di situ. Setelah itu kami di periksa pasport sebagai tanda
pengenal bahwa kita telah masuk ke negara mereka.
Berlahan
kamipun di iring satu persatu ke dalam mobil yang telah di sediakan mereka, sembari menikmati udara segar
walaupun ternyata negara bekas jajahan perancis itu juga udaranya sangat panas
sekali.
sebelumnya
pas kami sedang pemeriksaan paspor kami tidak tahu kalau ternyata orang-orang
malaysia yang ikut sebelumnya di kapal kami ternyata sudah meninggalkan kami
dan pergi duluan tanpa sepengethuan kami. Sesampainya di tempat penginapan
semua fasilitas
di berikan kepada
kami, bukna main senangnya, kami pun menikmati suasana baru setelah sekian lama
merana dan menderita.
Tidak
lama kemudian ternyata
bapak dubes meminta kami untuk berkumpul sebentar di tempat yang telah di sediakan
di sekitar penginapan .
Disitu
beliau berbicara banyak salah satunya karena kami semua orang indonesia yang
ikut dalam keompok ini Alhamdulillah
selamat semua. Di sisi lain juga dia berpesan agar tetap menjaga kesehatan dan
jangan
banyak berkeliaran dan menghabiskan tenaga.
Tapi
di sisi lain beiau juga merasa sangat kesal terhadap tingkah orang-orang malaysia
yang ikut bersama kami, sebab setelah mengetahui sebelumnya dengan tingkah
mereka yang egoisme di tambah sekarang mereka bertingkah lagi, setelah mereka
sampai di sini mereka tidak ada memberitahukan kita dan tidak ada sedikit pun
rasa terima kasih yang mereka lontarkan.
Sudah
dua hari kami di negara ini, fisik kami sudah lumayan kuat kembali, mental kami
sudah agak normal kembali, kamipun sudah siap untuk pulang ke indonesia, kami
kembali di suruh untuk menyiapakan barang-barang dan keperluan kami kembali, setelah
itu para team membawa kami ke bandara. Setelah kami siap berphoto bareng dubes
kami pun di terbangkan ke Qatar selain untuk transit juga sebagai bentuk
rekreasi bagi kami yang sedang menempuh perjalanan panjang untuk menghilangkan
rasa penak di dalam diri kami.
Sesampainya
di qatar senangnya bukan main lagi setelah meliahat seetelah sebelumnya melihat
pesawat yang kami tumpangi sangat mewah sekali. Di tambah gratis lagi hehe…
Setelah
kurang lebih 3 jam kami menikmati negara qatar tersebut kami pun naik ke pesawat
kembali untuk di terbangkan ke jakarta ( indonesia ) di tengah itu kami juga
menikmati penerbangan dan menikamti makanan-makanan yanng di berikan dan
fasilitas lainnya di dalam pesawat. 9 jam kurang lebih perjalanan tak terasa
kami pun ternyata sudah mendarat di bandar soekarno hatta .
Setelah
turun dari pesawat kami pun di bawa ke salah satu hotel di indonesia saya lupa
apa nama hotelnya. Tapi kualitasnya sangat bagus gimana tidak baru kali ini
saya berada
di hotel sebagus
itu walaupun hanya sekelas bintang lima. Setelah itu kami di bawa ke mesjid
istiqlal untuk shalat sekaligus berdo’a
atas keselamatan
telah sampai
di indonesia.
Kurang
lebih satu hari satu malam kami di jakarta kami-pun mulai berpencar antara satu sma lain, sebab teman-teman
saya banyak berbagai daerah lain
indonesia, seperti
makasar, Nusa Tenggara Barat, aceh dll. Termasuk kami yang
berasal dari sumatera barat.
Kami
berpisah dengan kawan-kawan yang lain setelah satu persatu menuju daerahnya
msing masing, walaupun sebelumnya pesawat kami tujuan kota padang sempat dilay
hampir 3 jam yang membuat saya waktu itu merasa kesal sekali sebab lama, karena
sebelumnya juga saya sudah informasikan kepada ibu saya kalau kami semua Alhamdulillahh
dalam keadaan selamat .
Sesampainya
di bandara intenasional miangkabau ternyata gubernur sumbar telah menunggu kadatanagn kami
semua, sembari satu persatu kami salami
dan berpoto bareng. Begitu-pun juga keluarga dari masing-masing kami, pertemuan
itu rasa haru bercampur sedih sembari
menangis terlihat di antara orang tua yang menjemput kami di bandara. saya di
jemput oleh bapak aidia yang sebelumnya juga mengantarkan dan memberitahu saya
beasiswa ini, sebab ibu saya sangat jauh untuk datang ke bandara ini.
Setelah
itu saya dan kawan-kawan dari Sumatera Barat lainnya pergi ke daerah
masing-masing.
Sesampainya
di rumah saya langsung di sambut rasa tangis dan haru oleh orang-orang kampung
termasuk ibu saya sendiri menangis sembari memeluk saya erat. sanak family dan
orang-orang kampung banyak datang ke rumah mulai dari tulang-tulang saya, bibi,
kakak, dll. Semua berdatangan ke rumah dan Ke esokan harinya kami langsung
mengadakan upa-upa (baca do’a) sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas
nikmat yang begitu banyak yang telah beliau berikan, termasuk atas keselamatan
saya dari bencana konflik peperangan yang terjadi sekaligus memeberi makan anak
yatim di kampung kami.
Ket : Photo
bersama dubes di djibouti (afrika utara)
SEJARAH SINGKAT SYI’AH HOUTHI
Jatuhnya
ibu kota Yaman, Shan’a, tanggal 21 September 2014 Adalah hari secara resminya
pemerintahan republik yaman jatuh, ke tangan militan Syiah Houthi atau Hutsi
dan tentu menjadi perhatian umat Islam dunia, khususnya Arab. Selain itu,
peristiwa ini juga kian menjadikan nama grup militan boneka Iran itu membumbung
di udara. Orang-orang yang sebelumnya belum mengenal mereka, pun menjadi
penasaran ingin mengetahui siapa mereka sebenarnya.
Tentu
saja, jatuhnya sebuah ibu kota negara(san’a) bukanlah suatu yang remeh dan
mudah. Apalagi dilakukan oleh kelompok sipil, tentu mereka sudah memiliki
persiapan dan usaha yang panjang untuk melakukannya. Dan tentu saja mereka juga
memiliki tujuan strategis yang mereka inginkan. Lalu siapakah mereka? Apa
tujuan mereka? Dan siapa yang men-support mereka? Mudah-mudahan artikel berikut
ini bisa memberikan sedikit gambaran dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
tersebut.
Munculnya Houthi
Kisah
munculnya Syiah Houthi bermula dari sebuah desa atau kota kecil yang bernama
Sha’dah. Sebuah kota yang terletak 240 Km di utara ibu kota Shan’a. Di sana
terdapat perkumpulan terbesar orang-orang Syiah Zaidiyah di Yaman. Pada tahun
1986, dibentuklah di sana sebuah perkumpulan untuk mempelajari ajaran-ajaran
Syiah Zaidiyah. Perkumpulan itu disebut dengan Ittihad asy-Syabab (Persatuan
Pemuda). Untuk memperlancar proses pembelajaran di sana, salah seorang ulama
Zaidiyah yang bernama Badrudin al-Houthi mendatangkan para pengajar dari
berbagai daerah untuk menetap di wilayah Sha’dah.
Pada
tahun 1990, Yaman Utara dan Yaman Selatan pun bersatu membentuk negara
demokrasi baru yang bernama Republik Yaman. Sistem demokrasi menuntut adanya
partai politik dan parlemen. Saat itulah Ittihad asy-Syabab menjelma menjadi
partai politik dengan nama baru Partai al-Haq (Hizbul Haq) sebagai penyambung
aspirasi Syiah Zaidiyah di Republik Yaman. Dari partai itu juga muncul seorang
kadernya yang bernama Husein bin Badruddin al-Houthi, anak dari Badrudin
al-Houthi. Ia menjadi seorang politisi yang terkenal dan menjadi anggota
parlemen (DPR) Yaman pada 1993-1997 dan 1997-2001.
Badruddin al-Houthi
Badruddin
al-Houthi, penyebar ajaran Syiah Itsna Asyariyah di Yaman.
Seiring
perkembangan pemikiran Syiah Zaidiyah di negeri Yaman, muncullah keretakan
hubungan antara Badruddin al-Houthi dengan ulama-ulama Zaidiyah lainnya. Hal
itu ditengarai fatwa ulama-ulama Zaidiyah yang menyelisihi pakem ajaran Syiah
selama ini. Mereka membolehkan para pengikut Syiah Zaidiyah untuk memilih
seorang pemimpin atau tokoh agama walaupun bukan dari keturunan Hasan dan
Husein bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhum. Badruddin yang merupakan
seorang penganut sekte Jarudiyah (salah satu sekte Zaidiyah yang dekat dengan
Syiah Itsna Asyariyah) menolak keras fatwa ini. Saat itulah ia mulai cenderung
kepada Syiah Itsna Asyariah lalu terang-terangan membela pemikiran tersebut.
Tidak hanya itu, ia juga mulai mengkritik pemikiran Syiah Zaidiyah. Karena hal
ini, Badruddin pun diasingkan ke Teheran, ibu kota Iran.
Meskipun
Badruddin al-Hutsri sudah hijrah ke Teheran, namun pengaruh pemikiran Syiah
Itsna Asyariyahnya tetap hidup di Yaman, khususnya di wilayah Sha’dah.
Bagaimana tidak, ia adalah seorang tokoh pendiri studi Zaidiyah yang berjasa
mengembangkan madzhab tersebut di Yaman dan tentu saja memiliki kesan yang
mendalam bagi pengikutnya di sana. Kepergian Badruddin ke Iran bersamaan dengan
pengunduran diri Husein bin Badruddin dari Partai al-Haq. Ia membentuk kelompok
baru yang pada awal berdirinya hanya bergerak di bidang keagamaan saja. Namun
kemudian, kelompok ini bergabung dengan pemerintah melawan Partai Persatuan
Yaman yang merupakan perwakilan Ahlussunnah. Pada tahun 2002, kelompok ini
malah berbalik menjadi oposisi pemerintah.
Kelompok
Husein al-Houthi pun kian menguat dan berhasil menekan Presiden Ali Abdullah
Shaleh agar mengeluarkan kebijakan mengembalikan Badruddin al-Houthi ke tanah
airnya Yaman. Karena tidak mengetahui bahaya gerakan Syiah Itsna Asyariyah,
Presiden Ali Abdullah Shaleh pun menyetujui kepulangan Badruddin al-Houthi ke
tanah Yaman.
Awal
Peperangan dengan Separatis Houthi
Pada
tahun 2004, terjadilah demonstrasi besar-besaran. Orang-orang Houthi dipimpin
oleh Husein al-Houthi turun ke jalan menentang sikap pemerintah yang mendukung
ekspansi Amerika ke Irak. Pemerintah Yaman merespon demonstrasi tersebut dengan
sikap represif. Dalam demonstrasi tersebut orang-orang Houthi menyuarakan Mahdi
di tengah-tengah mereka bahkan kenabian pun ada pada mereka. Sejak saat itulah
pemerintah Yaman menanggapi gerakan Houthi dan Syiah secara serius. Pemerintah
Yaman mengumumkan perang terbuka dengan gerakan Syiah dan Houthi. Penangkapan
anggota Houthi dan penyitaan senjata-senjata mereka pun digelar besar-besaran.
Tidak hanya itu, pemerintah menginstruksikan untuk membunuh Pemimpin Houthi,
Husein Badruddin al-Houthi.
Setelah
Husein al-Houthi terbunuh, kepemimpinan gerakan ini beralih ke tangan ayahnya,
Badruddin al-Houthi. Badruddin cukup berhasil melakukan strategi baru
menghadapi pemerintah Yaman. Mereka diam-diam mempersenjatai diri, untuk
kemudian mengadakan perlawanan terhadap pemerintah.
Pada
tahun 2008, Qatar memfasilitasi perjanjian damai antara pemerintah Yaman dengan
Houthi. Dua orang saudara kandung Husein al-Houthi yakni Yahya al-Houthi dan
Abdul Karim al-Houthi datang ke Qatar untuk menyerahkan persenjataan mereka
kepada pemerintah Yaman. Namun perjanjian damai ini tidak berlangsung lama dan
perang baru pun kembali terjadi. Bahkan Houthi tampil lebih kuat dengan
mengupayakan kekuasaan penuh atas wilayah Sha’dah. Mereka merapat ke pinggir
Laut Merah untuk memudahkan pasokan logistik perang dari luar Yaman.
Dakwah
Syiah Houthi kian terang-terangan dan perlawan mereka pun kian menantang. Saat
ini, karena kekuatan mereka semakin bertambah, mereka tidak lagi menuntut
pemisahan wilayah Sunni dan Syiah, mereka malah bertujuan menguasai wilayah
Yaman secara keseluruhan.
Sebab Kekuatan Houthi
Ada
beberapa hal yang menjadikan sekelompok gerilyawan Houthi begitu kuat hingga
bisa merepotkan pemerintah Yaman.
Pertama:
bantuan Iran. Iran adalah Negara Syiah Itsna ‘Asyariyah yang begitu aktif
menyebarkan ideologinya ke seluruh negeri-negeri muslim. Bahkan keinginan kuat
itu sudah muncul sejak mula, ketika revolusi Syiah Iran berhasil menumbangkan
rezim Syah Pahlevi, Khomeini sang pemimpin revolusi langsung menyatakan melalui
siaran radio bahwa revolusi Syiah mereka akan terus menyebar hingga menuju
Mekah dan Madinah.
Penulis
mendapat kabar dari beberapa relawan Yaman saat terjadi perang di Damaj, bahwa
banyak pejuang-pejuang Syiah di sana bertutur dengan Bahasa Parsi dan berpaspor
Iran. Artinya, Iran tidak hanya menyumbang logistik perang saja, tapi mereka
juga menerjunkan tentara garda republik mereka untuk membela kepentingan Syiah
Houthi dan membela kepentingan Syiah Itsna Asyariyah di dunia Arab.
Kedua,
berhasilnya Houthi memenangkan perang opini melawan pemerintah. Sebagaimana
kita ketahui, Yaman adalah salah satu negara termiskin dan tertinggal di
Jazirah Arab. Banyak masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. Kekeringan
adalah pemandangan yang merata di daerah yang dulunya terdapat negeri Saba’,
negeri yang subur dan makmur itu. Pembangunannya pun tak kalah menyedihkan,
statis dan tidak bergerak. Bahkan ada seorang perantau yang mengisahkan bahwa
tidak ada perbedaan antara bandara Shan’a yang ia tinggalkan belasan tahun yang
lalu dengan bandara Shan’a yang ada sekarang. Tidak ada infrastruktur baru dan
pembangunan yang membuatnya menjadi berubah.
Houthi
berhasil mengankat isu-isu kondisi ekonomi, sosial, dan pembangunan Yaman yang
sangat buruk sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam mebangun negeri nenek
moyang bangsa Arab itu. Akhirnya, rakyat pun simpati dengan gerakan separatis
ini. Meskipun mereka tidak sepakat secara ideologi.
Ketiga,
tribalisme atau budaya kesukuan. Yaman merupakan negara yang masyarakatnya
sangat kental dengan kekabilahan. Pengaruh suku dan kabilah masih dijunjung
tinggi oleh masyarakat di sana. Syiah Houthi mendapat cukup banyak dukungan
dari para tetua kabilah yang beroposisi dengan pemerintah.
Keempat,
faktor geografi Yaman. Kontur pegunungan di Yaman cukup menyulitkan bagi
militer pemerintah untuk mengepung separatis Houthi. Mereka menjadikan
gunung-gunung dan perbukitan sebagai benteng dan menjadikan gua-gua sebagai
tempat persembunyian. Ditambah lagi teknologi militer yang masih sederhana
menambah kebutaan tentara pemerintah untuk memantau persembunyian-persembunyian
mereka.
Kelima,
instabilitas politik Yaman. Maraknya demonstrasi yang menuntut dis-integrasi
Yaman untuk kembali menjadi Yaman Selatan dan Yaman Utara kembali muncul.
Bahkan mantan presiden Yaman Selatan, Ali Salim al-Beidh, keluar dari
persembunyiannya di Jerman turut memanaskan kondisi dengan mengampanyekan tuntutan
serupa. Tentu saja konsentrasi intelejen pemerintah terpecah, antara menghadapi
oposisi dan separatis Houthi.
Cita-cita Negara Syiah Raya
Sejarah
mencatat bahwa Syiah pernah begitu digdaya dengan Kerajaan Fatimiyah dan
Kerajaan Shafawiyah. Khususnya Fatimiyah, mereka pernah menguasai seluruh
Jazirah Arab, termasuk Mekah dan Madinah. Dan saat ini, Republik Syiah Iran
ingin bernostalgia dengan kejayaan masa lalu tersebut. Hal itu mereka wujudkan
dengan mengulirkan revolusi Syiah Iran ke berbagai negeri Islam di dunia,
khususnya di Arab.
Baru-baru
ini, anggota parlemen Iran yang bernama Ali Ridha Zakani mengatakan “Saat ini,
tiga ibu kota negara Arab sudah berada di genggaman Iran. Mereka semua
mengikuti jejak langkah revolusi Iran”. Ujar anggota parlemen wakil dari
Teheran itu, sebagaimana dikutip dari laman website surat kabar almesryoon.
Tiga ibu kota yang dimaksud oleh Zakani adalah (1) Beirut, ibu kota Libanon,
(2) Damaskus, ibu kota Syria, dan (3) Baghdad, ibu kota Irak. Kemudian Zakani
melanjutkan pernyataannya bahwa apa yang sedang terjadi di Shan’a, Yaman, juga
merupakan perpanjangan dari revolusi Iran. Di hadapan anggota parlemen, ia
menyebut bahwa saat ini Iran sedang menghadapi al-Jihad al-Akbar. Istilah itu
ia sebut untuk menamakan proses penyebaran revolusi Iran di negeri Arab atau
bahkan di dunia Islam
SI ADU DOMBA
Hidup untuk merebut kekuasaan
sebanyak-banyaknya
Kalau
Amerika ikutan, maka rumusnya berubah jadi: "Syiah vs Sunni" + Minyak
= ISIS
ISIS
adalah cara Amerika paling gampang untuk menguasai Syiria (dengan SDA-nya,
syukur2 dapat bonus Iran) tanpa mendapatkan kecaman & capek2 perang
Pasukan
Amerika pergi dari Irak bukan karna diusir, tapi karna kebijakan politik Obama
dan kawan-kawan.
Kekuasaan amerika masih mutlak disana.
Jika
ISIS sekarang sampai bisa ngosak-ngasik di Irak, bisa dipastikan atas
"restu" sang paman Sam. Minimal, Amerika kena pasal
"Pembiaran"
"Pembiaran"
itu tdk gratis: berani ngusik kepentingan amrik di Irak, ISIS bakal
dimusnahkan.
Karan
itu, saya menebak, ISIS tidak akan pernah berani menyentuh Baghdad.
ISIS
adalah pasukan sakit hati (sunni), kepentingan utama Amerika disini adalah untuk
Syiria (syukur2 dapat bonus Iran)
Logika
saja: darimana ISIS dapat senjata?. Hebatnya Amerika, ISIS hanya dikasi
senapan, minus infanteri & angkatan udara.
Jadi,
kalau ISIS macem2, gampang ngurusnya. Senapan thok tidak akan bisa dipakai untuk
peperangan sesungguhnya. Dikirim drone 10 juga selesai.
Lihat
saja, jika nanti ISIS berhasil menguasai Syiria dan menjatuhkan rezim As'ad,
tiba2 Amerika dkk datang dengan "misi perdamaian"
"Misi
perdamaian" tadi bisa berubah jadi "misi pemusnahan", plus
"misi penguasaan minyak", tergantung sikon
Kalau
kata Anas, inilah yg dinamakan "Nabok Nyilih Tangan"
Bonus
lain: Suplai senjata Hamas dr Hizbullah mandeg, Juragan Israel damai, semua
berbahagia. Sambil menyelam, keselek susu.
Masih
berfikir ISIS itu jihad? Khilafah? Imam Mahdi? Ya...begitulah, gimana mau
ngelawan Amerika, kalau gampang sekali dimanfaatkan gini.
Hitung2
mengurangi populasi umat Islam disana, dengan menggunakan tangan umat Islam
sendiri.
Tidak
bakal ada yg protes. Pembela militannya malah banyak. Di Indonesia juga mulai
nongol. Jihad jihad! Allahuakbar! *Amrik cheers*
Syahwat
penguasaan Amrika terhadap Syiria & Iran dengan memanfaatkan perseteruan
abadi Syiah dan Sunni, inilah wajah ISIS sebenarnya.
Kurang:
Kenapa saya curiga? Karna Israel adem ayem, padahal ISIS menggila, cuma itu.
Karna
dimata saya, Israel itu seperti wanita datang bulan: Sangat sensitif dan
reaktif terhadap ancaman , sekecil apapun.
Jika
sekrang Israel sekaarang diam terhadap ISIS, (juga Inggris, Prancis, dan
anggota DKK lainnya), maka kita wajib sangat-sangat curiga.
Jika
terhadap hal seperti ini pun kita (umat Islam) tidak waspada dan abai, maka
cita2 persatuan Umat Islam dan Imam Mahdi masih sangat jauh :(
Di
tambah media di jadikan sebagai bumbu manis agar ummat islam bodoh
Media
di jadiakan sebagai alat untuk mengadu domba sesam muslim di indonesia agar
mereka lupa kepada saudara-sayudara mereka adi palestina
Ummat
islam bukan tidak banyak tapi tak berati, tak berguna, tak mau menolong sesam
muslim lainnya bagaikan buih di lautan
Amerika
memang dari dulu sifatnya seperti itu suka mengadu domba negara lain “masa kamu
gk tau sih ?”
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى
الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ
قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ
وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ
وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ
اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Bersabda
Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam “Hampir tiba masanya kalian
diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka
seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian
banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa
gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam
hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah
Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta
dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745)
Ket : Photo di
salah satu mall di aden (yaman)
AHWAL SYAKHSIYAH
Setelah
sekian lama di indonesia saya rencananya kalau tidak melanjutkan ke negeri
yaman rencananya saya mau ke mesir,sudan atau tidak maroko .tapi karena memang
ibu sudah tidak mengizinkan ke daerah timur tengah harapan saya itu pun pupus
di tengah jalan.karena saya tahu kalau sudah orang tua tidak mengizinkan maka
saya takut nanti terjadi sesuatu yang tidak-tidak nanti.
Akhirnya
saya mendaftar ikut ujian UMPTKIN dan beberapa teman saya yang berasal dari
padang, pilihan pertama rencananya mau saya ambil di Uin yogyakarta,tapi karena
sudah banyak juga teman-teman saya yang mendaftar ke sana saya pun memilih
bandung sebagai pilihan pertama mengambil prodi ahwal syakhsiyah (hukum
keluarga) dan pilihan kedua adalah IAIN imam bonjol kota padang dengan jurusan
dakwah.
Alhamdulillah
saya di terima di UIN sgd bandung, pertamanya saja juga ragu mau ngambil apa
tidak karena karena di sana juga saya tidak ada kenal siapa-siapa dan saya
harus memulai lagi dari nol, sebab kalau saya pilih di padang saya masih banyak
saudara di sana dan teman-teman waktu sekolah di MAN, tapi mau tidak mau akhirnya
sayapun meluncur ke jawa tepatnya di bandung, pertama saya pergi ke seorang
teman saya yang berasal dari padang juga tapi orang tuanya di bandung dan
mereka menetap sudah lama di bandung.
Hanya
satu hari saya di situ saya-pun
di antarkan teman
saya untuk mencari kos-kos an di daerah uin sgd bandung, setelah dapat kos-an kawan saya itu-pun pergi pulang kembali,
Hari
pertama saya mencari-cari orang yang bersal dari padang kalau tidak dari medan, kebetulan saya bertemu dengan
organisasi daerah orang-orang minang dan saya pun tidak lagi merasa kesepian karena
sudah ada teman untuk mengobrol,
bercanda
dan lain-lain.
Hari
pertama masuk kuliah ke kampus, satu
persatu mahasiswa memperkenalkan diri ke depan kelas, ketika seorang anak yang
berbadan besar gendut dan memperkenalkan dirinya dengan suara yang lantang
“Saya dari medan katanya”
Saya-pun langsung menolaeh
Dan langsung saya ajak berkenalan
Orang medan lae ,,,? “saya bilang”
“Iya lae” ...jawabnya
Di mana di medan lae ..? “tanya saya”
Di
rantau prapat lae, nama
saya alfin...”jawabnya lagi”
Rupanya
di tengah perkenalan kami itu seorang anak langsung menghampiri kami berdua dan
dia berkata saya juga orang medan katanya...
Namaku
irwan saya juga berasal
dari rantau prapat,
tapi antara dia dan si gendut tadi sebelumnya belum saling kenal walaupun
berasal dari satu daerah yang sama.
Rupanya
dari belakang kami bertiga datang seorang laki-laki dengan pedenya dia
memperkenalkan dirinya juga saya berasal dari aceh katanya, nama saya
hidyatulloh
Si
gendut tadi rupanya masih ada temannya yang satu daerah dan satu sekolah sama
dia waktu di aliyah namanya fisal azmi dan dia pun menyuruh kami untuk
berkenalan.
“Akhirnya”
Kami
belima pun sangat akrab sekali, kemana-mana
pun kami selalu bersama.
Sampai
akhirnya saya sering mengajak mereka dan kawan-kawan mereka untuk datang ke kos
an ku untuk main-main.
Selain
karena kami berasal dari daerah satu daerah sumatera karna juga karena kami
sama jurusan.
Setiap ada yang nanya kamu jurusan apa ..?
Kemudian
saya jawab jurusan ahwal syakhsiyah (di singkat jurusan AS) selalu saja
menimbukan pertanyaan selanjutnya : AS itu apa ? karna pada umumnya orang tahu
AS itu adalah amerika serikat dan jarang sekali orang yang tidak bisa
mengucakan kata ahwal syakhsiyah dan pasti lidahnya keseleo dan susah
mengucapkannya.
Ada
lagi yang bilang kalau jurusan AS itu jurusan ahwal sah-sah-sah, karena
biasanya anak as itu menjadi penghulu dan pasti urusan pernikahan akan selalu
di mudahkan karena tinggal mengatakan sah saja sudah cukup...
Yang
paling menyakitkan ketika di tanya apa saja bahasan di dalam as itu ? saya pun
menjawab masalah perkawinan, talak, cerai
dll, pasti orang lain atau bahkan yang paling sering dosen bilang kalian mah
teori mulu dari dulu perakteknya kapan atuh,,,?
Setiap
mendengar pernyataan seperti ini saya biasanya mengangkat alis mata saya
sembari bermuka masam .
Nah,
untuk kegiatan belajar mengajar di kampus sih lumayan enak bagi saya karena
semua mata kuliahnya tidak ada yang berkaitan dengan hitung-menghitung walaupun
ada sih yang berkaitan juga yaitu mata kuliah kewarisan, karena salah satu
alasan juga kenapa saya pilih jurusan AS karena saya tidak mau, bukan tidak mau
sih gk suka aja kalau berhubungan dengan pelajaran umum apalagi kayak fisika, kimia,
biologi gitu saya paling alergi.
Tapi
apapun jurusan kita di mana pun kita kuliah terpenting adalah kita harus
bersyukur karena kita masih bisa kuliah karena banyak di luar sana yang ingin
menikmati rasanya kuliah tapi mereka tidak bisa.
AKU DAN KABAMSU
Ketika
awal mula ke UIN SGD Bandung jujur yang pertama saya cari adalah organisasi
daerah kalau tidak padang/medan. Padang : selain karena ayah dan kakek adalah
asalnya dari dari padang pariaman dan alasan kedua karena saya bisa bahasa
padang (minang) dan sudah lama juga menetap di padang, medan :karena ibu saya
sendiri berasal dari padang bolak,tapanuli selatan, Sumatera Utara dan saya pun
bisa bahsa Batak mandailing. Kira-kira itulah peneyebab besarnya saya ingin mencari
organisasi daerah di UIN sgd bandung
Sejauh
itu saya tidak menemukan daerah khusus orang-orang medan atau sumatera utara.
Adapun mayoritas orang-orang medan yang ada di uin sgd bandung berada di
organisasi yang cakupannya se-pulau
sumatera.
Seiring
berjalannya waktu saya membaca suasana dan meninjau perkembangan mahasiswa yang
ada di Uin Sgd Bandung. Setelah meliahat beberapa pertimbangan di antaranya
adalah saya melihat sumber daya manusia (SDM) yang berasal dari sumut sangat
potensial dan saatnya sudah layak kalau di jadikan sebuah organisasi khusus
orang-orang sumut dan medan khususnya.
Melihat
kondisi seperti ini saya-pun
mengajak sebagian anak-anak
sumut yang saya kenal dan mencari data orang–orang sumut yang pakai marga di
berbagai fakultas Uin Sgd bandung.
Tentu
ada yang merespon baik dan ada juga merespon tertutup, tapi semua itu tidak
bisa saya paksakan karena sifatnya juga fleksibel. Karena saya hanya mengajak
kalau masalah mau tidak maunya terserah kepada mereka.
Sebagian
dari kawan-kawan yang mau di ajak akhirnya kami pun melakukan perkumpulan,
awalanya hanya sekitar 4 sampai 7 orang. Pertama kami hanya sekedar
kumpul-kumpul ngopi dan sharing antara satu sama lain, lama kelaman kami mulai
merancanakan bagaimana merumuskan perkumpulan ini menjadi sebuah organisasi
yang besar seperti organisasi daerah lainnya.
Awalnya
yang ada di dalam benak saya, tidak perduli apapun itu apakah hanya sebuah
perkumpulan biasa saja, hanya sebuah komunitas atau hanya sebuah forum
silaturrahmi, atau apapun itu, tapi terpenting bagi saya bagaimana anak-anak
medan, sumut pada umumnya dapat berkumpul; bersama, canda ,tawa bersama itu
saja pun sudah senang rasanya, karena bagiku berkenalan dan bertatap muka
dengan mereka saja adalah hal yang sangat gembira bagi saya saya, sebab di situ
seolah hadir motivasi tersendiri baik ia bercerita kenapa bisa mau kuliah di
uin bandung, bagaimana ceritanya perjalanan menuju bandung karena rasa
emosialnya sangat di rasakan sekali kalau kita satu sama daerah.
Apalagi
kita berbicara tentang bahasa jelas tampak sekali logat dan majas yang di pakai
anak2 medan, sumut pada umumnya lebih kental dan condong pada gaya bahasa yang
sangat khas sekali dari pada gaya bahasa daerah yang lain.
Moment
inilah yang sering kita gunakan di kampung hendaknya walaupun kita jauh dari
kampung halaman tetapi bagaimana bahasa yang di bawa dari daerah itu jangan
sampai lupa atau bahkan punah, karena secara faktual kalau bahasa tersebut
jarang di gunakan atau bahkan tidak pernah di peraktekkan lagi maka dia secara
berlahan akan lupa dan akan hilang, jadi sebelum hal itu terjadi saya mau
bahasa ibu yang melekat dalam diri kita tetap lestari walaupun di tanah rantau
orang.
Lain
dari pada itu kalau kita berbicara mengenai adat dan kebiasaan orang-orang
batak pada umunya walaupun ada sebagian suku yang tidak mau di katakan batak,
yang pada kebanyakan banyak sama persis kesamaan di antaranya dari segi tarian,
rata-rata seluruh sumatera Utara, batak khususnya menegenal tarian tor-tor,
dari segi pakaian adat rata-rata semuanya sama-sama mengakui kain adat ulos, dan
banyak hal lain lagi.
Dari
latar belakang itulah sedikit banyaknya saya mau mengumpulkan anak-anak medan,
sumut pada umumnya agar berkumpul bersama, di satu sisi saya melihat biasanya
orang-orang medan, sumut pada umunya kalau merantau itu memiliki rasa emosional
tersendiri ketika mereka bertemu dengan yang satu kampung dengan mereka.
Little
by little kira-kira seperi itulah, kalau saya ingat perjuangan
saya dan teman-teman seperti alfin, maya, azmi, joni, irwan, saroh, azni dll,
sama seperti apa yang di lakukan oleh rasulloh ketika hendak berdakwah yang
mana Allah pertama memerintahkan rasulullah SAW untuk berdakwah secara
sembunyi-sembunyi, lalu secara terang-terangan.
Begitu
juga halnya dengan kami setelah kami merumuskan AD/ART dan nama organisasi maka
atas musyawarah mufakat terbentuklah KABAMSU (keluarga Besar Mahasiswa Sumatera
Utara) pada 9 maret 2016. Kemudian kami memperkenalkannya ke khalayak umum.
Tidak
sampai di situ kami juga sudah menetapkan lambang,logo,motto organisasi dan
susunan kepengurusan.
Berdasarkan
aklamasi akhirnya saya terpilih sebagai ketu umum KABAMSU
Hari
demi hari Nama KABAMSU pun mulai kami perkenalkan dan terus kami ajak
teman-teman yang berasal dari sumatera utara untuk berkumpul bersama kita.
Perjuangan
pun belum sampai di situ kita dan teman-teman yang lain harus mencari seorang
pembina yang akan membawa organisasi dan mengarahkan kami.
Alhamdulilahtepat
tepat pada tanggal 21 maret 2016 kami bisa melaksanakan pelantikan sekaligus
musyawah besar untuk periode 206-2017 yang di bimbing dan di bina oleh Dr.H.
Reza pahlevi Dalimunthe, Lc. M,Ag.
Sekarang
Alhamdulilah Nama KABAMSU tidak asing lagi bagi mahasiswa yang ada di Uin Sgd
Bandung dan kota bandung, juga anggotanya pun sekarang kurang lebih 65 orang.
Dan tidak tertutup kemungkinan juga saya harap dan kita sama-sama berdoa agar
agar KABAMSU orangnya lebih banyak lagiserta lebih jaya dan lebih maju lagi
untuk hari esok dan selamanya.
Namun,
Sejauh ini sebenarnya masih banyak kendala dan halangan yang harus di hadapi
secara serius di antaranya adalaah tingginya ego dari masing-masing pemikiran
seseorang yang lebih mengedepankan sifat individualistiknya daripada demi
kepentingan umum untuk kebaikan kita bersama.
PEMIMPIN OLEH PEMIMPI
Selepas
pulang sekolah kami biasanya melaksanakan aktifitas seperti mencuci baju, dan
aku lebih suka membaca buku, ada yang menghafal Al-qur’an dan lain sebagainya.
Ditengah
kesibukan santri yang sedang melaksanakan aktifitasnya masing-masing tiba-tiba yogi
datang menghampiri saya yang sedang duduk di atas genteng salah satu bangunan
di sisi asrama kami dan bertanya ,,,
Apo cita-cita uda ??
Sejenak saya terdiam lalu menjawab
“Ingi menjadi penulis jawab saya”
“Pantas
saja uda suka sekali membaca “
Hobby
saya membaca sebenarnya baru-baru timbul, sebelumnya saya lebih suka menghafal
dari pada membaca. Hobby memebaca datang setelah sebelumnya kakak membawa saya
ke salah satu toko buku dan memberikan saya buku novel laskar pelangi. Seteelah
membaca buku itu rasa semangat saya semakin menjadi jadi.
Suatu
pagi sebelum berangkat ke sekolah kebetulan sekolah kami berada di dekat asrama
tempat tinggal kami. Satu persatu di antara kami bergiliran untuk mandi pagi,
biasanya kami mandi di bandar perairan air kolam dari salah satu warga di
sekitar itu, karena air kamar mandi yang di bangun untuk santri airnya sangat
kuning dan bauk.
Di
tengah ke asyikan kami mandi tiba-tiba ada satu ekor ikan nila besar tersangkut
di gayung salah satu kawan saya namanya herman, riangnya bukan main. Ternyata
ikannya lepas lagi melompat dari gayungnya. Serentak Kami-pun mendekat dan
mencari ikan yang berenang. Di tengah ke asyikan kami rupanya kami sudah
terlambat ke sekolah dan terpaksa sebagian di antara kami libur hari itu.
Semenjak
sekolah bahkan dari SD sebenarnya saya tidak pernah untuk bermimpi untuk jadi
seorang pemimpin tetapi setiap kali ada pemilihan ketua kelas tidak jarang saya
yang terpilih, tahun ke tahun biasanya kalau tidak jadi ketua jadi wakil ketua
kelas. Sejauh itu saya sendiri sering bertanya dalam benak apa yang
meneyebabkan orang memilih saya yang jelas-jelas saya orangnya ya gimanalah ya
,,, ya gitulah
Tapi
dewasa ini juga hampir sama demikian tapi ada hal yang paling saya ambil
hikmahnya adalah masalah pemimpin sebenarnya kita semua adalah pemimpin.
Ibn
umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda
setiap
orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas
kepemimpinannnya.
Terpenting
adalah tanggung jawab atas apa yang kita pimpin tak harus kita harus menjadi
seorang presiden dulu baru dapat di katakan pemimpin.
Kalau
kita belum bisa memimpin sebuah negara paling tidak kita bisa memimpin sebuah
provinsi, apabila kita belum sanggup memimpin sebuah provinsi maka paling tidak
kita sangguup menjadi pemimpin sebuah kabupaten, apabila kita belum mampu untuk
menjadi pemimpin untuk sebuah kabupaten paling tidak kita bisa menjadi pemimpin
sebuah kecamatan, apabila kita belum bisa memimpin sebuah kecamatan paling
tidak kita bisa jadi pempin dalam sebuah kelurahan, apabila kita belum dapat
menjadi pemimpin dalam sebuah kelurahan paling tidak kita bisa menjadi pemimpin
sebuah RT/RW, apabila kita belum bisa menjadi pemimpin sebuah RT/RW paling
tidak kita menjadi sebagai pemimpin dalam sebuah rumah tangga, apabila kita
belum jua bisa menjadi seorang pemimpin bagi sebuah keluarga paling tidak kita
adalah sebagai pemimpin untuk diri kita sendiri.
karena untuk jadi pemimpin diri sendiri itu
pun tidak mudah loh, pemimpinan tidaklah segampang yang kita bayangkan dan
semudah membalikkan telapak tangan.
“Dan
sebelumnya saya sendiri tidak ingin jadi seorang pemimpin”
Tapi
bermimpi untuk jadi pemimpin pemerintahan muncul waktu itu di waktu kelas 3 SMP
ketika itu hari sangat cerah satu persatu kami masuk ke dalam kelas , setiap
guru yang masuk ke dalam kelas saya sendiri sebagai ketua kelas akan biasanya menyambut guru dengan lafazh ista’id ( bersiap) sambil melipat tangan
di atas meja, kemudian kum (berdiri)
beranjak dari tempat kursi duduk, sallim(mebaca
salam) serentak semua siswa lalu guru yang masuk mengucapkan waalaikumslam
wr.wb
Seperti
itulah tugas saya setiap kali guru yang masuk ke dalam kelas. Tiba tiba guru
matematika itu selamat ke pada anas yang terpilih sebagi ketua umum partai
demokrat kata guru matematika itu, saya pun terkejut sembari mengangkat kening
saya bertanya-tanya, saya tidak tahu apa dan siap itu anas yang di katakan guru
itu juga sebagai kembaran saya. Sore harinya saya pergi ke warnet dan mencari
siapa itu yang di bilang guruku tadi.
Usut
punya usut Rupanya waktu itu kebetulan anas urbaningrum terpilih sebagai ketua
umum partai demokrat. Di situlah setiap orang yang bertemu dengan saya lalu
kenalan pasti lawan bicaraya akan mengatakan nama panjangnya siapa ? “anas
urbaningrum ya” , setelah itu saya pun semakin pede ketika menyebutkan nama
anas walaupun orang-orang kampung saya tahunya nama saya itu double N begitu juga ibu kalau memanggil
saya di rumah memanggil nama saya dengan sebutan annas. Tapi bagi saya sih no problem.
Yang
menjadi masalah adalah kala itu adalah saya pun mulai beralih cita-cita ingin
menjadi bagian dari mereka kepemimpinan saya tidak tahu tiba-tiba arah haluan
keinginan saya berputar arah. Sejauh itu saya pun mulai banyak baca-baca koran
dan banyak mengamat perkembangan pemerintahan.
Hingga
pada akhirnya saya terombang ambing mau pilih yang mana ketika waktu sebelum sekolah saya ingin
menjadi seorang ulama, ketika masuk SMP saya ingin menjadi seorang penulis,
belum berakhir spm saya-pun ingin menjadi seorang pemimpin pemerintahan, saya
buktikan ketika tamat dari sekolah menengah atas saya mengambil jurusan politik
di uin syarif kasyim pekan baru tapi tidak jadi sebab adanya undangan untuk ke
luar negeri.
Saat
sekarang ini karena sanking banyaknya cita-cita dan angan-anngan yang di
inginkan semuanya jadi berantakan dan tidak terarah, tidak karuan dan terombang
ambing, saya rasa kawan-kawan yang lain pun mungkin pernah merasakan demikian
juga.
JUDULNYA TSUNAMI
Saya
ingat pagi itu adalah pelajaran bahasa indonesia dan saya paling suka pelajaran
bahasa indonesia. Jadi hari itu membahas pelajaran tentang puisi dan setelah
gurunya menerangkan pelajarannya kami di suruh siapa yang berani maju ke depan
untuk berpuisi.
Saya buk...!!!!
“jawab saya”
Waktu
itu memang saya akui selain karena memang ada bakat dan besit kosa kata saya
yang luas juga jiwa dan rasa nasionalisme dan semangat saya sangat membara-bara
“Saya maju e depan dan berpuisi”
Judul puisis saya adalah “tsunami”
Kenapa
kamu mengangkat judul puisi tentang tsunami ? “kata ibu guru...”
“Saya jawab”
Karena
beberapa hari sebelumnya sama-sama kita rasakan gempa sering sekali terjadi yang
menggoyangkan kota padang buk
“Jawab saya dengan lantang”
Sembari
saya sambung lagi apakah kita inginkan pristiwa gempa 2009 terulang kembali di
kota padang ? yang telah banyak menelan banyak korban, apakah kita belum puas ?
apakah kita masih kurang
Apa perlu kota padang harus datang
tsunami...?
Itulah sebanya saya mengangkat judul
tentang tsunami
“Suasana menjadi tegang”
Seolah-olah
saya adalah malaikat yang sok tahu kalau tsunami akan menimpa kota padang.
Ketika
banyak yang ternganga dan kalah sedikit pula yang tertawa karena ekspresi dan
wajah mimik saya yang lucu ...katanya
sih.....
Isi puisinya kira-kira seprti ini
Tsunami...
Dimanakah kau berada...?
Jangan sembunyi di balik getaran itu
Kau kan tahu kalau manusia itu jahat
Jadi tak usah kau ragu
Datanglah...
Muncullah...
Tsunami........
Kehadiranmu di nanti
Sebagai penghapus dosa-dosa orang yang
tak berdosa
Gimana puisinya bagus gk ...?
Ahahahaaha,,,
bagi saya sih yang terpenting keberanian aja dulu kalau masalah bagus tidak
bagusnya itu urusan belakang, karena bagi saya keberanian saya maju ke depan
saja adalah suatu hal yang sangat bagus sekali, dan sangat membanggakan buat
pribadi sendiri, karena memang saya sadari saya orangnya agak pemalu dan
pendiam jadi setiap ada datang kesempatan saya harus bertarung dengan rasa malu
itu.
Nah,
Setelah saya selesai berpuisi semua orang yang ada di dalam kelas itu bertepuk
tangan dan tak kalah penting ibu guru bahasa indoneisa kami itu.
“Saya pun meranjak ke kursi saya kembali”
Ibu
guru itu-pun berdiri dan menyuruh kami semua untuk bertepuk tangan sekali lagi.
Sembari beliau berpesan agar kita dapat mengambil hikmah puisi ini supaya
jangan terlalu sombong di dalam hidup ini, jangan terlalu bangga dengan dosa-dosa
yang telah banyak kita lakukan karena bisa saja Allah mendatangkan adjabnya
bagi kita yang tidak sadar akan dosa-dosa dan bangga akan dosa-dosa itu serta
kita bisa mengambil pelajaran apa yang telah terjadi kepada kita sebelumnya.
Dan
yang paling membanggakan lagi adalah Cuma saya sendiri yang mau maju ke depan
hari itu untuk berpuisi, teman-teman saya yang lain tidak ada yang mau, saya gk tahu
apakah karena takut atau karena puisinya belum selesai di tulis.
Diujung
pembelajarannya beliau berpesan kepada saya supaya puisinya di kembangkan dan
supaya belajar lebih giat lagi.
Setelah kejadian itu motivasi saya pun semakin
tinggi untuk mengembangkan bakat saya dan bahkan setiap setiap pembelajaran
bahasa indonesia itu saya selalu hadir di bandingkan dengan mata pelajaran
lainnya saya selalu bolos dan biasannya nongkrong di kantin kalau gk di warung
belakang sekolah.
Puisi sebenarnya tidak terlalu saya dalami dan saya
tidak bisa sebenarnya untuk mengarang sebuah puisi, apalagi untuk menampilkan
sebuah puisi, tetapi ntah kenapa tiba-tiba setiap mendengar kata puisi itu ada
sebuah hal tersendiri yang terbentak di dalam hati dan membuat jiwa saya selalu
bergetar setiap kali mendengar kata puisi dan ketika orang lain melantunkan
sebuah puisi.
DEMAM BOLA
Sebuah fiksi…
Kala
itu ada sebuah turnamen bola kaki yang di laksanakan RW setempat di dekat
sekolah kami. Kami pun rencana mau ikut dalam turnaamen itu hitung-hitung menambah pengalaman juga karena tergiur dengan
hadiah yang di tawarkan lumayan besar.
Berbagai
bentuk persiapan pun kami lakukan termasuk latihan setiap sore di lapangan
depan asrama kami juga latihan latihan fisik setiap pagi hari.
Tak
kalah juga saya yang sebelumnya memang belum ada sepatu bola saya mau beli
sepatu boal tapi uangnya belum ada, akhirnya kakak saya juga mau membelikan
saya sebuah sepatu bola.
Hari-hari
yang di tunggu pun akhirnya datang, hari itu hujan lebat tapi mau tidak mau
pertandingan tetap saja di lanjutkan karena harus sesuai jadwal yang telah di
tentukan oleh panitia, hari pertama kami
melawan anak-anak muda RW daerah tetangga setempat. Dari awal memang permainan
kami lumayan bagus dan dapat di katakn menawan tidak sia-sia juga latihan kami
selama ini di buktikan pada babak pertama kami berhasil memasukkan 2 kosong ke
gawang lawan. Dan di tambah pad babak ke dua 3 poi lagi, angka ini otomatis
membuat lawan jadi minder dan akhirnya pada hari pertama kami memenangkan
pertandingan.
Selepas
dari pertandingan tepat malam harinya badan saya mulai panas dan kepala saya
terasa sangat pening sekali.
Hingga
pada akhirnya berita itu terdengar kepada penjaga asrama kami. Beliau bertanya
apa penyebabnya sakit saya ini. Saya enggan mengatakannya sebab sebelumnya kami
pergi mengikuti pertandingan ke luar sekolah tanpa izin dan tidak sepengetahuan
dari pesantren. Walaupun pada akhirnya ustadz kami tahu kalau kami tadi main
bola sambil hujan sebab itulah saya demam.
Keesokan
harinya kami harus bermain lagi, melanjutkan pertandingan melawan RW yang lain,
sayangya pada waktu itu saya belum sembuh dan badan saya masih panas dan saya
tida bisa berkonstribusi dalam pertandingan yang ke dua ini. Selepas
kawan-kawan saya yang ikut dalam pertandingan itu pulang saya tanya siapa yang
menang ternyata kami kalah kali ini.
Setelah
kejadian itu saya ambil pelajaran akan hal yang menimpa saya dan kami semua,
dalam benak saya berkata wajar saja kalau saya sakit karena memang kami
mengikuti pertandingan ini tanppa izin dari guru kami, dan juga wajar saja kami
kalah dalam pertandingan ke dua ini, bagaimmana dengan orang yang pergi atau mengikuti
sesuatu tanpa sepengetahuan orang tuanya...
Jujur saya dari dulu pengen banget menjadi
seorang pemain bola seperti bintang-bintang yang mashur di telinga kita sepeti
zidane, david beckam, ronaldo dan lain-lain.tapi pernah gk sih
kawan-kawan ingin bisa seperti mereka ? pernah gk sih kamu merasa dan ingin
main bola bareng bersama bintang seperti mereka atau bersama bintang idola
kalian, seperti Neymar jr, Lionel messi,atau rooben atau pemain bola hebat
lainnya, atau pengen seperti pemain nasional kita pada masanya ivan bachdim, gonzales
atau mau seperti bambang pamungkas, saya rasa bagi kalian yang benar-benar
hobbynya pemain bola dan ingin menjadi seorang pemain bola pasti mempunya
hasrat ingin seperti orang-orang tersebut.
Karena pada prinsipnya saya rasa dari masa kanak-kanak
hobby yang paling banyak di gemari oleh laki-laki adalah main bola, dan ketika
di tanya kalau sudah besar mau jadi apa jawabannya kalau tidak jadi pemain bola
pasti antara polisi dan tentara.
Emang
kalau kamu gmana…?
Di masa itu sebenarnya ada hasrat saya ingin betul
betul menekuni dunia persepak bolaan dan ingin menjadi bintang sepak bola
dunia.
Nah kenapa saya bercerita ini, sebab setiap saya mau
tidur saya selalu terbayang dan menghayal dengan gampangya saya bisa ikut
seleksi sepak bola nasional dan akhirnya saya masuk di salah satu club italia,
kebetulan saya awalnya lebih suka berkarir di kota milan lalu merembet ke liga
francis karena melihat ferporma permainan saya tepatnya di club raksasa paris
sain and germain (psg) bermain bersama bintang kala itu ibrahim movic, sembari
daripada itu elektabilitas nama saya semakin meroket di dunia persepak bolaan
eropa dan melebar lagi ke wilayah munchen (jerman) kala itu saya jarang pulang
ke indonesia karena jadwal saya yang padat sekali, tetapi setiap mengkhayal
saya pulang pertama ke indonesia itu belum banyak yang tahu karena waktu itu
saya masih bermain di intermilan dan nama saya pun masih belum terlalu
familiyar di mata orang-orang jadi kalau pulang ke indonesia orang masih banyak
yang belum tau, tetapi ketika saya mulai beranjak ke liga francis nama saya
semakin naik daun dan ketika itu saya pulang ke indonesia saya di sambut hangat
oleh pemerintahan indonesia mulai dari mentri pemuda dan olahraga dan mentri
yang lain juga saya di sambut langsung oleh president republik indonesia. Tak
terbayang di imajinasiku itu semua orang ingin selalu berpose denganku, tiap
sebentar orang minta tanda tangan, tiap waktu orang ingin selalu bertemu
denganku.
Kalau imajinasinya lagi vit itu biasanya bisa sampai
antara 30 menit bahkan sampai 1 jam aku berkhayal seperti ini baru nanti dengan
sendirinya aku tidak sadar alias tertidur lelap.
Nah kalau sudah sampai di indonesia pertama biasanya
aku langsung ke rumah bertemu dengan orang tua, di kampung kedatangan saya
sangat di sambut antusias sekali oleh masyarakat mulai dari acara
bernyanyi,menari sampai makan-makan bersama satu kampung kami. Di tengah
kedatangan saya biasanya saya memberikan kaos bola atas nama dan nomor punggung
saya kepada seluruh masyarakat setempat, tak hanya itu tak jarang juga saya
bagi-bagi semabako mulai dari beras, minyak goreng, roti, buah-buahan dan
lain-lain.
Tapi walaupun begitu dalam khayalan itu saya kerap
sekali memberikan bantuan kepada orang-orang yang tidak mampu,bahkan saya
mempunyai program yaitu makan bersama anak yatim di setiap provinsi di
indonesia mulai dari sabang sampai merauke, tak jarang juga saya melakukan
pertemuan dengan para kiyai dan ustadz-ustadz untuk mengikuti pengajian dan
sholawatan di berbagai wilayah di indonesia, wilayah pertama biasanya mulai
dari jakarta, lalu daerah jawa kemudian merembet ke daerah sumatera dan
akhirnya bermuara di daerah papua.
Nah kira-kira seperti itulah rutinitas saya ketika
pulang ke indonesia dan hampir selalu saya lakukan setiap kali saya libur sepak
bola akhir musim.
Tapi itu semua tidak mempengaruhi di dalam karier saya
sebab, sejauh itu juga kemapuan dan skil yang saya miliki semakin hari semakin
jago.
Setelah kembali dari indonesia dan aktif lagi bermain
bola saya sangat rajin sekali mengikuti trening dan materi yang di berikan, tak
sampai di situ sebenarnya saya punya waktu tersendiri latihan di luar jadwal
yang telah di tentukan, ketika semua orang lagi tidur saya masih bangun dan
lagi berlatih sendiri di luar apartement tempat kami tinggal, dan bahkan tidur
saya hanya 1-2 jam saja itupun tidurnya tidak di kasur tapi saya menyediakan
tempat gantungan yang terbuat daru kayu untuk mengganjal kepala dan berbaring
di atasnya tanpa kasur dan selimut.
Maka tidak heran waktu itu di usiaku yang masih dini
pelatih intermilan sudah mempercayaku menjadi straiker ujung tombak dalam team
ini dan kala itu keberadaan saya mampu mengantarkan kami menjuarai liga italia.
Dewasa itu saya ingin di datangkan club raksasa
spanyol yaitu real madrid dan memang dari dulu juga saya sangat ngefens sekali
kepada cristiano ronaldo (cr) dan memang cita-cita besar saya ingin bisa bertemu
dan main bola bareng bersama cr. Di kala itu saya tidak pikir panjang lagi dan
memang juga masa kontrak saya di bayern munchen memang sudah habis.
Sesampainya di club raksasa ini saya sangat senang
sekali akhirnya saya bisa bertemu dengan idola sejati saya dan dan bisa bermain
bareng langsung dengan pria asal portgal tersebut, tak sampai di situ saya di
tempatkan di posisi kanan sebagai pengganti bale yang sudah pindah dari real
madrid.
Sejauh itu saya bermain di club ini kami sering sekali
mendapatkan kemenangan mulai dari liga
spanyol,liga eropa sampai liga champions dan kemenangan itu selalu
berturut-turut dari tahun ke tahun, dan saya juga sering dapat tropi mulai dari
tropi pemain terbaik, top score bahkan saya mendapatkan balon dor untuk
berkali-kalinya.
ANAK
SMK VS ANAK MAN
Apa
yang terbayang di dalam benak kalian ketika mendengar anak smk, jujur saja yang
terbayang di benak kalian ketika mendengar anak smk adalah orangnya setia,
whats ...?
Ya
boleh-boeh saja bukan,,hehe
Kenapa
saya menulis anak Smk karena saya dulu pernah ingin masuk smk, tapi gk jadi
Saya
bukan ingin menjelek-jelekkan anak smk, atau mau apa-apa, tapi kalau menurut
saya, justru kita harus iri kepada anak-anak smk sebab rata-rata tamat sekolah
mereka bisa langsung bisa di dunia kerja.
Kalau
teman-teman saya bilang SMK itu adalah Sekolah Mencari Kerja, makanya gk heran
kalau prosfek mereka lebih besar di dalam dunia kerja, ya iya di bandingkan
anak MAN. Suatu hari ada seorng guru yang menghukum kami berdiri di depan bendera
halaman sekolah sembari menhormat bendera di tengah hari yang sangat panas,kami
di hukum sebab saya dan teman-teman datang terlambat, jadi begini ceritanya, si
Bapak itu nanya kepada kami seperti ini kalian tahu gk apa singkatan dai MAN
itu?
“Madrasah
Aliah Negeri pak “jawab kami”
“Jawaban
kalian salah” Ungkap Bapak itu”
“Trus
apa dong pak tanyaa salah seorang teman saya”
“MAN
itu adalah Mendidik Anak Nakal”
Ya
seperti kalian inilah setiap hari terlambat, setiap hari bikin ulah, setiap
hari manjat pagar, setiap hari melawan
guru, memang ya kalian tidak salah tempat sekolah karena memang di
sinlah tempat untuk mendidik anak-anak nakal seperti kalian ini, “jawabnya
sembari marah-marah”
Dari kejadian itu bukannya justru kami lebih
baik lagi bahkan semakin menjadi-jadi sebab guru kami seolah-olah telah
membabtis kami sebagai anak yang nakal dan saya pun heran kami selalu bangga
akan kebandelan dan kenakalan kami itu.
Nah anak smk rena saya unya banyak kawan-kawan
anak SMK mereka rata-rata memang suka tawuran dan bahkan saya kadang berada di
barisan mereka. Tawuran seolah menjadi hobby mereka, dan saya merasa senang ada
di bagian mereka, dan mereka setia pada hobbynya yang suka manjat pagar
masuk-pulang sekolah,bolos sekolah, main ke warnet ketika jam pelajaran dan
yang paling spektakulernya smk sangat di kenal dengan suka tawuran dan seolah
mereka tercipta hanya untuk itu, dan yang paling hebatnya lagi seolah-olah itu
sudah menjadi kaderisasi dari masa ke masa dari zaman baheula sampai zaman
ayeuna....
Saya tidak tahu smk di tempat kalian apakah
sama seperti smk pada umumnya...? “syukurlah kalau begitu”
Tahu gk kenapa anak-anak smk suka sekali tawuran..? Jawab dulu...!
“Ya
beenaarrr sekali...”
Ya memang salah satu alasan menurut saya anak smk itu suka sekali tawuran
adalah karena itu.
Tapi argument yang satu ini juga mungkin bisa
di terima, yaitu karea anak smk itu kan jurusan mereka di khususukan kepada
prodi yang sifatnya logistikal seperti jurusan otomotif, elektronika,komputer,
dan sebagainya, kebayang kan kalau anak smk biasanya mereka sering sekali
praktikum dan hampir setiap saat mereka praktikum, jadi setiap kali mereka
selesai praktikum mereka juga langsung mengaplikasikan ilmu mereka.
Selepas praktikum di saat itu pula
memanfaatkan benda-benda yang mereka punya, mereka anak otomotif bisasanya
membawa lingkar gigi tarik, martil, kunci inggris, makanya tidak heran kalau
kita menemukan anak smk yang tawuran menemukan benda-benda ini, dan kalau anak
elektronika biasanaya membawa kabel,obeng,linggis dll. Jadi memang sanagat
masuk akal sekali ketika polisi menanyakan kepada mereka kenapa terlibat
tawuran, alasannya selain memang uji mental darah muda, uji materi pembelajaran
sekolah, dan dan tak kalah adalah harga diri sekolah ,,,,” katanya sih ya ....”
Alasan lain selain karena mentaati perintah
guru praktikum yaitu setelah praktikum agar selalu di praktekkan kata guru
supaya cepat paham dan lebih melekat di kepala.
Belum juga dengan jurusan yang lain, jadi anak
smk itu kalau tawuran membawa sesuai dengan apa jurusannya...kalau kamu
biasanaya membawa apa guys....?
Saya di sini bukan berarti ingin mengkucilkan
ataupun menjelek-jelekkan anak smk ya, tapi justru saya jujur saya
kagum sekali kepada anak-anak smk karena saya
melihat masa depan mereka menurut saya lebih menjajnjikan daripada kami
anak-anak menengah atas lainnya, seperti saya anak MAN
Jujur saja ya kan saya ini sekolah di madrasah
ni ya , tau kan apa itu madrasah..??
“Tuh kan gimana saya gk sedih madrasah aja masih ada yang gk tahu” di
sisni saja sudah membuktikan kalau sekolah kalian lebih terkenal dari pada
jenis apa itu sekolah saya...”sebenarnya di sini saja kalian sudah menang
gays...”
Nih saya kasih tau , kalau nama MAN kalian tahu gak ,,, “gk tahu juga”
“mati aku jang”...
Ya kira-kitra itulah ,jadi begini guys ceritanya , suatu ketika saya
di ajak teman saya ke salah satu wilayah di sumatera barat, dan di sana saya
bertemu dengan salah seorang Bapak dan beliau bertanya kepada saya begini, anak
sekolah ya nak katanya..?
“Iya saya jawab”....”padahal waktu itu saya sedang memaki baju sekolah
loh”
“Kembali
bapak itu bertanya lagi”
Sekolah
di mana nak ..?
Sekolah
di MAN pak, “jawab saya”
Beliau
bertanya lagi...
MAN itu
apa nak ..? “katanya”
Dalam
benakku berfikir seperi ini,,,
“Buset dah sudah tahun 2011 masih ada yang tidak kenal apa itu MAN
mampus aku”
Sebenarnya saya mau menjawab dengan bercanda
mau bilang kalau MAN itu adalah M= mendidik A= anak N= nakal, tapi saya gk enak
lah masa gitu ngomong sama orang tua...
Dengan
sabar hati saya menjawab....
“MAN itu
pak adalah Madrasah Aliyah Negeri pak...”
Ternyata
bapak itu masih bertanya lagi
Berarti
pesantren ya ...?
“Sambil
menabah pertanyaan lagi”
Kenapa madrasah itu harus aliyah dan kenapa harus negeri..?
Atau MAN
itu sejenis apa..? “katanya”
Mau saya
bilang seperti itu sanking kesalnya guys...
“Bukan
fuck”
Maaf ya, kata-katanya karena waktu sekolah
sifat saya sangat terbawa oleh pergaulan bebas jadi ya harap maklum saya ya ,
dan emosi saya waktu itu sangat tinggi taulah ya darah-darah muda banget, tapi
sekarang gk lagi kog saya sudah taubat...
Dengan sabar saya jawab lagi MAN itu sekolah
yang setara dengan SMK-SMA gitu pak, walaupun memang di sisi lain
pembelajarannya di tambah dengan pelajaran-pelajaran agama dan itulah
pembedanya dengan yang lain kira-kira seperti itulah pak ya...”jawab saya”
Saya
langsung melangkah jauh
Padahal
sebenarnya dia masih bertanya lagi lo gays....
Tapi
saya gk peduli ...saya langsung pergi
Dari cerita itu sebenarnya dari segi terkenalnya sekolah kalian lebih
eksis daripada nama sekolah saya .
Tapi
sekarang kita ambil saya himahnya ya gays..
Di mana pun kita sekolah, apa-pun itu jurusannya kita tetap saudara
ok....sepakat ???
KISAH CINTA DHIA
Mengenal judul di atas sebenarnya saya mau
cerita tentang teman saya namanya si roy, anaknya orang kaya, tajir
Jadi begini ceritanya gays , si roy suka sama
adek kelas kami namanya dhia anak teladan dan rajin banget orangnya.
Suatu hari dhia sedang membaca buku di dalam
kelas sendirian ketika itu jam sedang istirahat, saya yang biasaya memang
selalu bareng dan ke mana saya si roy pasti akan ikut. Kebetulan waktu itu
bukan hanya kami berdua tapi ada juga ifan, yogi dan ikbal.
Ketika kami sedang berjalan di depan kelas
kami mau mencoba uji nyali si roy sejauh mana mental nya mau menyatakan
cintanya kepada dha kalau memang dia suka dan sayag.
“Ya
wajarlah ya ketika itu kan lagi puber-pubernya”
Ifan ngomong begini sama si roy, roy kamu
bilang kan kamu suka sama dhia nah, sekarang kebetulan dhianya lagi duduk sendirian
tu, coba lo buktikan ke lakian lo ...
Kalau lo berani menebak dhia baru gua bilang lo itu laki-laki, tapi
kalau loe gk berani berarti lo itu bencong... loe itu hanya sok-sok
mengandalkan kekayaan orang tua loe.. “pungkas ifan”
Buseettt,,,
tantangannya euy
Saya dan teman-teman lainnya hanya terdiam membeku...
Saya merasa seperti ada di dalam
sinetron-sinetron ftv gitu gays...kamu pernah gk mmerasakan seperti itu..?
Si roy
terdiam sejenak ...
Berlahan sudah mau melangkah ke arah dalam
kelas dan menyatakan cintanya, tapi kelihatannya dia masih ragu dan agak
grogi-grogi giitu...
Sebagai sahabat, kami yang ada di situ pun mulai memberikan dorongan
kepada roy untuk berani melangkah...
Ayo
roy...ayo roy ... “saya bilang”
Kesempatan
tidak datang dua kali roy,..
Pokonya banyaklah kami mengungmotivasi supaya
roy jadi berani, kami waktu itu seolah seperti seorang sang motivator kelas
kakap, padahal saya sendiri belum tentu berani ketika mau mangungkapkan
kata-kata perasaan cinta kepada seorang gadis, sebab saya sendiri pun waktu itu
adalah jomblo keren bahkan sampai sekarang. Hahahahaha...
Tapi apa boleh baut, kog bau...? kog baut ..?
eh buat maksudnya, ketika sambil menunggu si roy mau melangkah ke dalam kelas,
ternyata bel sekolah harus memotong keadan yang genting itu, seketika bel masuk
kembali berbunyi suasana menjadi hiruk pikuk dari anak-anak yang lain yang
masuk ke dalam kelas itu, suasana pun berubah yang sebelumnya seperti di
cafe-cafe sepi-sepi gitu berubah 180 derajat seperti pasar tradisional gitu,
dan akhirnya si roy gagal kali ini.
Setelah kejadian itu si roy sepertinya mulai
menjauh dari barisan kami, sebab setiap bertemu kami selalu mengatakannaya
dengan sebutan si bencong.
Dewasa itu si roy kerap sekali dia menyendiri
dan menjauh dari kami, bahkan ceritanya dia akan berhenti sekolah, waduh buset
sekejam itukah gara-gara cinta...?
Tapi tidak sampai di situ gays kami juga tidak
mau sahabat kami itu pergi begitu saja kami kembali mengajaknya untuk bergabung
bersama kami dan tidak mengatainya lagi dengan sebutan bencong serta dia terus untuk berani menembak si dhia di
lain waktu lagi.
Komplotan kami berlima dapat di katakan sangat
terpandang dan dapat di katakan lumayan di segani orang-orang di sekolah kami,
Waktu siang hari menjelang shalat zuhur kami bergerak menuju kantin kebetulan
guru-guru waktu itu ada rapat jadi proses belajar mengajar waktu itu tidak ada,
waktu itu aku,ifan sama si roy saja kebetulan si yogi dan ikbal tidak ikut
bersama kami
Ternyata di dalam kantin itu si dhia sedang makan
bersama-teman-temannya.
Kali ini adalah kesempatan kedua kalimu roy
ucap si ifan sealu ketua geng kami...
Kali ini wajah mimik si roy cukup lumayan percaya diri dan kami yang
melihatnya sangat positif tingking kalau dia akan berani.
Tapi kala itu gagal juga sebab kawan-kawannya
dhia sangat banyak bersama dia sehingga tidak memungkinkan dan waktunya
kelihatannya kurang tepat.
Usut punya usut kami memberi saran kepada roy
untuk menulis surat aja dulu ke pada dhia.
Dan akhirnya roy membuat surat kepada dhia, melalui teman sekelasnya
namanaya putri teman dekatnya dhia.
Setelah senjang beberapa hari setelah surat di layangkan, tiba-tiba
balasan surat roy datang melalui perantara putri, putri sengaja memasukkan
surat itu ke dalam tas si roy tanpa sepengetahuan roy sendiri.
Di tengah penantian balasan surat dari dheia,
kami sempat berpasangka buruk kalau suratnya si roy tidak di balas oleh dhia.
Ketika itu si roy dapat sms dari si putri
menanyakan apakah roy sudah baca balasan surat dhia itu , karena dhia- nya
memang tidak boleh pakai hp sama orang tuanya.
Di situ lah roy baru tahu kalau ternyata putri sudah menyelipkan surat
balasan dhia di antara kertas dalam bukunya, tetapi si roy gk tahu.
Ke esokan harinya Ketika kami bertanya apa
balasan surat tersebut kepada roy, sembari dengan wajah cemberut dan seperi ada
rasa kesal roy menjawab ternyata di dalam surat itu menyatakan kalau si dhia
sudah ada pacar, si dhia selama ini sudah pacaran dengan teman kami sendiri
yaitu yogi, cowok yang memang tida terlalu ganteng-ganteng amat dan bahkan
kalau menurut saya lebih ganteng lagi si roy. Tapi apa boleh baut ternyata
nyali si yogi lebih kuat dan lebih berani dari pada si roy. Walaupun si roy
yang pertama sekali jatuh hati sama si dhia tapi si yogi pertama mengungkapkan cintanya
kepda si dhia.
Terasa kan gays gimana sakitnya..? udah terasa
belum,,? Sama dong, ya sakitnya tau gak di mana gays, apakah ini yang di
namakan Sakit Menerima Kenyataan gays, ternyata orang yang selama ini kita
naksir-naksir eh malah kiranya sudah di ambil oleh kawan kita sendiri gays ,
kebayangkan Sakinya Menerima Kenyataan seperti ini....
Makanya kalau memang sudah ada rasa dan jatuh cinta sama seseorang jangan
di lama-lamakan gays langsung aja tembak daripada seperti tadi ternyata sudah
duluan di ambil teman sendiri...
Kamu pernah gk merasakan seperti itu gays...? atau teman kamu sendiri
yang merasakannya , atau kamu pernah telibat dalam keadaan seperti itu,,,? atau
sama sekali tidak pernah mengenal apa itu cinta ..? atau ...atau an ...? di
jawab sendiri ya ....hehe
TENTANG PENULIS
Mengaku
hobbinya memancing, gk tau apa memancing ikan atau memancing keributan. Beliau
juga suka membaca dan bernyanyi, “membaca pikiran Orang lain katanya lebih enak
dari pada membaca buku”. Bernyayi lebih menonjol karena setiap beliau manggung
hampir seluruh orang menyuruhnya untuk diam, sebab beliau ini adalah penyanyi
kamar mandi.
Riwayat pendidikan beliau Adalah SDN
Koto Sawah (Ujung Gading, Pasaman
Barat),
lalu sempat sekolah di pesantren mustafawiyah Purba Baru (mandailing natal, sumatera utara),
kemudian pindah ke SMP IT Darul Hikmah
Pasaman Barat, lalu sekolah di MAN 1 Kota Padang, kemudian sekitar 9 bulan di
daerah timur tengah, dan sekarang sedang menempuh S1 di Universitas Isalam
Negeri Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Ahwal Syakhsiyah.
Selain mengaku sibuk mengerjakan tugas
di jurusan Ahwal Syakhsiyah, prodi peradilan islam di Uin Sgd Bandung beliau
juga sibuk di organisasi daerah Sumatera Utara KABAMSU (Keluarga Besar Mahasiwa
Sumatera Utara) dan sekarang sedang menjabat sebagai ketua umum periode
2016-2018.
Di
samping itu beliau juga pernah mengikuti organisasi-organisasi lain baik itu
internal kampus, maupun ekternal kampus, ataupun organisasi keislaman lainnya
seperti HMI, PMI, LDM dan kegiatan organisasi lainnya.
Untuk kawan-kawan yang ingin berbincang
atau sharing mengenai hal apapun itu,
bisa melalui akun socmednya yang tertera di bawah ini.
Wa
: +6281261793689
Fb
: @habibunnas naburju
Ig : @habibunnas_naburju
Di
dalam buku ini adalah selak beluk perjalanan saya pribadi mulai dari saya punya
ingatan kalau saya lahir dan sadar kalau saya sedang berada yang namanya di
dunia ini. Bagaimana masa kecil yang bahagia di kampung joring, desa penuh
kenangan, banyak teman, banyak pengalaman berharga, dan tentunya moment itu
akan menjadi kenangan tersendiri dalam hidup saya.
Banyak
bercerita mengenai riwayat pendidikan, mulai dari SDN Koto Sawah (Ujung Gading,
Pasaman Barat), lalu sempat sekolah di pesantren mustafawiyah Purba Baru
(mandailing natal, sumatera utara), kemudian pindah ke SMP IT Darul Hikmah Pasaman Barat, lalu
sekolah di MAN 1 Kota Padang, kemudian sekitar 9 bulan di daerah timur tengah,
dan sekarang sedang menempuh S1 di Universitas Isalam Negeri Sunan Gunung Djati
Bandung jurusan Ahwal Syakhsiyah (Hukum Keluarga).
Selain
sebagai aplikasi moment dalam hidup saya semoga dapat bermanfaat dan menjadi
bahan motivasi buat siapapun yang membaca.
Amiin…
[1] Bahasa
Batak Mandailing
[2] Dalam B. Batak tulang itu artinya paman
[3]Ujung
gading, Kabupaten Pasaman Barat. Provinsi Sumatera Barat
[4] B. Sunda
(Sakit hati kalau di ingat)
[5] Salah
satu nama pasar di Pasaman Barat
[6] B.Batak
Mandailing (Bagaimananya)
[7]B. Arab
(makanan khas daerah yaman)
[8]B. Batak.
(Walaupun aku jauh melangkah tapi aku akan tetap pulang juga ke tanah
kelahiranku)
[9]Nama
sebuah sungai
[10] B.Batak
(sungai yang biru)
[11]Nama
Sebuah Pantai di Padang Pariaman
[12]Kenapa
pulang nak ?
[13]Gk ada
mak
[14]Mesinnya
Di Modifikasi
[15]Nama tempat
tinggal kami
[16]B.
Minang (Apa yang sedang kamu cari)
[17]Pushahah
adalah bahasa arab persis yang ada di buku (kitab)
[18]Amiah
adalah bahasa arab pasaran tidak ada di dalam buku (kitab)
[19]B.arab
(Sudah-sudah)
Komentar
Posting Komentar